Ferizal Ridwan Gagas Pergantian Nama Politani Payakumbuh jadi Politani Tan Malaka

AI Mangindo Kayo | Rabu, 04-04-2018 | 21:13 WIB | 128 klik | Kab. Lima Puluh Kota
<p>Ferizal Ridwan Gagas Pergantian Nama Politani Payakumbuh jadi Politani Tan Malaka<p>Wabup Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan menghadiri dengar pendapat dan diskusi akreditasi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh yang dipimpin Ketua tim asesor BAN-PT, Prof Abdul Latif Toleh, Rabu (4/4/2018). (humas)

VALORAnews - Sebagai upaya menjaga mutu dan kapasitas penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan visitasi dalam rangka reakreditasi institusi di Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Payakumbuh, Rabu (4/4/2018).

Dihadapan tim asesor akreditasi institusi, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan menyuarakan gagasan untuk mengganti nama Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh ke Politeknik Pertanian Negari Tan Malaka, sebagai penghargaan terhadap kepahlawanan Tan Malaka yang merupakan pahlawan Nasional, putra daerah asli Kabupaten Limapuluh Kota.

"Dalam rangka menghargai jasa pahlawan dan menghargai para pendiri bangsa, sebaiknya tidak ada salahnya kita mengubah nama dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh ke Politeknik Pertanian Negeri Tan Malaka, karena Tan Malaka secara konstitusi merupakan pahlawan Nasional, sesuai Keppres No 53 Tahun 1963. Jadi, sebagai upaya penghargaan kepahlawanan tidak ada salahnya untuk memberi nama jalan atau pun fasilitas lainnya dengan nama para pendiri bangsa," ucap Ferizal.


Pada sesi dengar pendapat dan diskusi yang dipimpin Ketua tim asesor BAN-PT, Prof Abdul Latif Toleh itu, selain Ferizal Ridwan juga hadir Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Gusmalini, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Limapuluh Kota, Eki Hari Purnama, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Wal Asri, para alumni dan seluruh stakeholder Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.

Dikesempatan itu, Ferizal yang pernah mengecap pendidikan di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh itu berharap, agar mendapatkan akreditasi A, karena salah satu motivasi untuk memilih tempat perkuliahan yang bermutu, yakni dengan berpatokan kepada tingkat akreditasi.

"Akan kontra produktif apabila akreditasi rendah. Untuk itu, dengan adanya aturan baru tantang akreditasi, bagaimana kita membenahi dan berharap bisa mencapai akreditasi A," ucapnya.

Selanjutnya, Ferizal Ridwan juga menekankan, agar perlu menambahkan kurikulum khusus tentang pengenalan lingkungan sosial budaya, sehingga mahasiswa- mahasiswa lulusan Politeknik Pertanian bisa siap terjun ke masyarakat.

"Sistem kurikulum 70-30 yang diberikan politeknik Pertanian dirasa masih kurang, yang mana 70% praktek dan 30% teori itu, seyogyanya harus ditambah dengan format khusus tentang pengenalan lingkungan sosial budaya, sehingga tamatan politeknik ini betul-betul bisa siap pakai di lapangan," pungkasnya.

Sementara, Prof Abdul Latif Toleh mengatakan, akreditasi merupakan penentuan standar mutu dan penilaian suatu lembaga pendidikan oleh pihak di luar lembaga yang independen. Karena telah terdapat pada pembukaan buku naskah akademik Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi dan akreditasi merupakan proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan Tri Darma Perguruan Tinggi.

"Untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan tersebut. Maka akreditasi ini juga diartikan sebuah upaya pemerintah untuk menstandarisasi dan menjamin mutu alumni perguruan tinggi, sehingga kualitas lulusan perguruan tinggi tidak terlalu bervariasi dan sesuai kebutuhan kerja," ungkapnya. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Kab. Lima Puluh Kota lainnya