Yuliandre Harapkan Penyiaran Indonesia Tak Miskin Konten

AI Mangindo Kayo | Selasa, 10-04-2018 | 20:19 WIB | 211 klik | Nasional
<p>Yuliandre Harapkan Penyiaran Indonesia Tak Miskin Konten<p>Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis pada acara "Kreator Nongkrong" dengan tema "Isu Digital Terkini Masa Depan Konten Kreator," Senin (9/4/2018) di Jakarta. (istimewa)

VALORAnews - Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis berpendapat, saat ini dibutuhkan kreativitas dari berbagai sektor, khususnya untuk lembaga penyiaran. Selain itu, Yuliandre menegaskan, bahwa konten-konten kreator di zaman ini harus dapat menjadi pelopor perubahan untuk menyuguhkan tayangan-tayangan yang edukatif dan informatif kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Yuliandre pada "Kreator Nongkrong" dengan tema "Isu Digital Terkini Masa Depan Konten Kreator," Senin (9/4/2018) di Jakarta.

Dalam acara tersebut, turut hadir Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif, Hari Santosa Sungkari dan Direktur Utama TVRI, Helmi Yahya, serta konten-konten kreator dari berbagai bidang seperti Cameo Project, Edho Zel, dlll.


Kegiatan yang diadakan oleh Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi ini merupakan diskusi antara pemerintah dan 50 kreator konten Indonesia. Siberkreasi sendiri saat ini mewadahi lembaga pemerintah dan non pemerintah untuk bersinergi dalam isu literasi digital.

Gerakan ini memiliki beberapa klaster sektoral, salah satunya adalah klaster kreator konten digital. Konten kreator adalah salah satu profesi yang banyak diminati di era teknologi digital ini. Tentu konten yang disuguhkan harus bermanfaat bagi para penikmat media untuk sekarang dan di masa depan

Dikatakan Yuliandre, saat ini kreativitas produksi konten dalam negeri sedang mengalami penurunan. Pada bidang penyiaran, ide cerita dan kreativitas pada program-program siaran sudah monoton. Tidak ada kreativitas baru yang disampaikan. Padahal menurutnya, anak-anak muda yang hidup pada generasi millennials ini memiliki kreativitas dan inovatif yang tinggi.

"Kita butuh teman-teman sekalian untuk membuat konten-konten positif, konten kreatif untuk bangsa ini," ujar Deniswara, salah satu pegiat di Siberkreasi.

Ketua Umum Siberkreasi, Dedy Permadi menambahkan, "Setiap orang mempunyai energi yang sama, untuk sama-sama membuat konten yang positif utk bangsa ini."

Selain itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga mengajak anak-anak muda yang menjadi konten kreator untuk ikut bersamanya membuat konten tentang keindahan dan kemajuan Indonesia dari daerah 3T.

Yuliandre Darwis menilai, tantangan penyiaran yang akan dihadapi ke depan terbilang berat. Pergeseran teknologi dari analog ke digital, tidak bisa dihindarkan lagi. Oleh karena itu, seiring berjalannya pergeseran teknologi dari analog ke digital, Yuliandre berharap, penyiaran di Indonesia tidak miskin konten.

"Sebagai konten kreator, kita harus bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Melalui konten kita harus dapat menyebarkan informasi positif, nilai-nilai kebangsaan, dan nasionalisme," tutup Yuliandre. (rls/kyo)

Selamat Hari Raya Idul Fitri dari Hendra Irwan Rahim

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Rantau lainnya
Berita Nasional lainnya