Pramuwisata Solsel Dilatih Dunia Kepariwisataan

AI Mangindo Kayo | Kamis, 12-04-2018 | 18:05 WIB | 224 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Pramuwisata Solsel Dilatih Dunia Kepariwisataan<p>Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria berfoto bersama peserta pelatihan pramuwisata muda dan pelantikan Dewan Pimpinan Cabang Himpinan Pramuwisata, Rabu (11/4/2018). (humas)

VALORAnews - Bupati Solok Selatan (Solsel), H Muzni Zakaria menyatakan bahwa di tangan pramuwisatalah pariwisata bisa maju. Karena, mereka mengetahui semua cerita tentang suatu objek dan mereka merupakan ujung tombak untuk mempromosikannya.

"Di tangan mereka tertumpang kemajuan pariwisata yang ada di Solsel ini, untuk itu diharapkan mereka memiliki kreatifitas dan perannya," ujar Muzni pada pembukaan Pelatihan Pramuwisata Muda dan Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Solsel, Rabu (11/4/2018).

Dia menjelaskan, Solsel memiliki keberkahan yang luar biasa karena memiliki daya tarik budaya yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain.


"Di Solsel ada 836 Rumah Gadang. Khusus di Nagari Koto Baru pada kawasan yang dikenal dengan Kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG), terdapat 130-an unit rumah gadang," katanya.

Untuk itu, di masa jabatan ini bertekad bagaimana pariwisata Solsel ini bisa maju dan dilirik oleh wisatawan sehingga mampu memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat.

"Mari bersama sama kita bertekad untuk memajukan pariwisata daerah kita ini sesuai dengan peran kita masing-masing, termasuk peran yang kita harapkan diambil pramuwisata," pintanya.

Kawasan SRG merupakan pintu masuk kawasan wisata di Solsel. Objek pendukung wisata Solsel setelah SRG, ada Hoot Water Boom, Tubing, Pendakian Gunung Kerinci Via Solsel, Air Terjun Tansi Ampek, Air Terjun Kembar, Goa Bati Kapal, Rumah Gadang Terpanjang didunia dan lainnya.

"Sedangkan Kawasan SRG, dengan potensi budaya dan keaneka ragaman rumah gadang, mampu menjadi daya tarik. Ini sudah ada sejak berabad abad lamanya," katanya.

Pada 2017 lalu, kawasan SRG mendapat predikat juara I kampung adat terpopuler pada ajang pesona indonesia (API).

"Daya tarik ini, menjadi perhatian pemerintah pusat, sehingga kawasan ini akan direvitalisasi dengan dana Rp110 Miliar. Bahkan, presiden akan berkunjung ke SRG ini," sebutnya.

"In Syaa Allah, minggu ke tiga April atau akhir April ini, presiden akan berkunjung ke SRG," katanya.

Diharapkan, kawasan SRG akan menjadi daya tarik dan tujuan para turis mancanegara untuk berkunjung. Ini adalah harapan kedepan. Dimana Pariwisata akan memiliki dampak ekonomi langsung.

Menurutnya, dengan pelatihan pramuwisata ini, nantinya mereka akan mampu menjelaskan kawasan SRG kepada pengunjung. Sehingga wisatawan yang datang tidak hanya sekedar berfoto-foto saja, tapi tahu sejarahnya.

Maka dari itu, pramuwisata yang mengikuti pelatihan dan pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pramuwisata hendaknya kedepan mampu menjadikan kabupaten berjuluk Saribu Rumah Gadang ini menjadi kunjungan wisata utama di Ranah Minang ini.

DPW HPI Sumbar, Edwar di kesempatan itu, merasa tersanjung dan terobsesi untuk turut membangun kepariwisataan di daerah Solsel. Dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan Pemkab Solsel melalui Dinas Pariwisata dan Budaya Solsel, kedepannya diharapkan akan lahir kelompok-kelompok pejuang devisa wisata di Sumbar umumnya di Solsel khususnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Sumberdaya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disparbud Solsel, Deni Yuliandra menambahkan, bahwa peserta pelatihan pramuwisata muda tahun ini, di ikuti oleh 50 orang peserta dari tujuh kecamatan di Solsel.

Setengah dari total peserta pramuwisatanya berasal dari kawasan SRG, sisanya dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) destinasi wisata yang ada di Solsel. Kegiatan ini menghadirkan pemateri, Hasmudi Hasan (penggiat adat dan budaya), Edwar (Bidang Organisasi DPW HPI Sumbar).

Ditambahkan Deni Yuliandra, kegiatan pelatihan pramuwisata ini untuk mendukung pembangunan kepariwisataan di Solsel dimana dilaksanakan selama dua hari. Satu hari penyajian materi, dan hari kedua praktek lapangan.

"Kita melaksanakan pelatihan selama dua, satu hari teori dan satu hari praktek lapangan, diharapkan melalui pelatihan ini akan menciptakan pramuwisata yang andal," pungkasnya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Solok Selatan lainnya