Musda Golkar Sijunjung Ricuh, Arival Boy Dipolisikan

AI Mangindo Kayo | Minggu, 15-04-2018 | 19:39 WIB | 387 klik | Kab. Sijunjung

VALORAnews - Pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar Sijunjung di ruang rapat kantor DPD Partai Golkar Sumbar, di Jl Rasuna Said No 79, Padang, Ahad (15/4/2018), berakhir dengan aksi pengrusakan kaca dan sejumlah pot bunga.

Tak hanya itu, Sekretaris Partai Golkar Sijunjung, Hartani, di Ahad sore itu tampak nyaris adu jotos dengan mantan Ketua DPRD Sijunjung, Mukhlis R. Beruntung ada yang melerai, sehingga keduanya tak jadi saling bakuhantam.

Tindakan anarkistis Arrival Boy berserta sejumlah kader Partai Golkar Sijunjung ini, akhirnya dilaporkan ke Polresta Padang oleh Plt Sekretaris Partai Golkar Sumbar, Mirkadri Miyar didampingi pengurus provinsi lainnya.


Dalam laporan tertanggal 15 April 2018 yang diterima Kanit II SPK Polresta Padang, Aiptu Budi Utama itu diterangkan, tindakan pengrusakan ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Pengrusakan ini terjadi begitu acara serimonial Musda baru saja selesai.

"Musda baru akan dimulai setelah seremonial pembukaan. Namun, Arrival Boy beserta rekan-rekan dari Sijunjung, langsung mengambil alih kendali ruangan lalu akhirnya melakukan pengrusakan," ungkap Ketua Pelaksana Musda Partai Golkar Sijunjung, Mirwan Pulungan didampingi Hendra Irwan Rahim (ketua DPD Partai Golkar Sumbar), Mirkadri Miyar (Plt Sekretaris Partai Golkar Sumbar) dan pengurus lainnya dalam jumpa pers bersama wartawan, Ahad malam.

Sementara, Arrival Boy menyatakan, dirinya memprotes dan menolak Musda. "Kami sudah bersusah payah melakukan pengkaderan, lalu kenapa ada Musda lagi," kata Arrival Boy dengan nada tinggi.

Awalnya, kata Arrival Boy, Musda beranjak dari fact finding yang dilakukan DPP Partai Golkar ke Sijunjung. Tim pencari faktra DPP itu, dinilai Arrival Boy tak berdasar. "DPP lakukan itu tanpa bicara masalah yang terjadi. Selain itu, pengurus DPD Partai Golkar Sijunjung tak pernah dipanggil," kata Arrival Boy yanga juga wakil bupati Sijunjung itu.

Menurut Arrival Boy, fact finding itu tak memenuhi syarat untuk menuntaskan masalah di Kabupaten Sijunjung. "Pertemuan di DPP, hanya mendengarkan cerita kami. Saya Arrival Boy dan saudara Hendra Irwan Rahim selaku ketua provinsi, tanpa ada solusi. Selain itu, bahasan yang disampaikan tak masuk akal," jelas Arrival Boy.

"Pembicaraan pelaksanaan Musda Siujunjung ini, telah diketahui dan disarankan juga oleh Bung Darul Siska kepada kami, saat pertemuan di Jakarta yang dihadiri Khairunas (ketua harian), Desra Ediwan Anantanur (sekretaris) dan Yulman Hadi," sebut Arrival Boy.

Provinsi Jalankan Instruksi DPP

Kejadian bermula saat dilakukannya Musda Partai Golkar Sijunjung di kantor DPD Partai Golkar Sumbar. "Saat Musda itu terjadi cekcok dan ada yang melakukan orasi. Kemudian, sejumlah orang tampak melempar pot bunga ke arah kaca jendela ruang rapat," ungkap Mirkadri Miyar dalam laporan ke penyidik Polresta Padang.

Terlapor disebutkan juga merusak meja tamu dengan cara membalikkannya sehingga kacanya pecah. "Banyak yang rusak, mulai dari jendela, meja tamu dan bunga yang kami gunakan untuk menghiasi ruangan," terang Mirkadri.

Menurut Mirkadri, sedikitnya tiga buah kaca jendela pecah, meja tamu, microphone dan bunga. "Kerugian diatksir Rp7,5 juta," sambungnya.

Ditambahkan Mirwan Pulungan, Musda Partai Golkar Kabupaten Sijunjung ini digelar, atas instruksi DPP Partai Golkar ke DPD Partai Golkar Sumbar. Kepengurusan mereka dinilai pusat bermasalah.

Berdasarkan rekomendasi Tim Fact Finding, kata Mirwan, DPP Partai Golkar pada 17 Maret 2018 telah memanggil Ketua DPD Partai Golkar Sumbar dan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sijunjung, untuk memberikan keterangan dan klarifikasi terkait penyelenggaraan Musda Partai Golkar Sijunjung 6 September 2017 lalu.

"Berdasarkan keterangan dan klarifikasi maupun berdasarkan fakta, data serta dokumen yang disampaikan ke DPP Partai Golkar, maka DPP menegaskan bahwa penyelenggaraan Musda Partai Golkar Sijunjung pada 6 September 2017 itu, tak sesuai dengan jadwal yang telah diputuskan rapat pleno DPD Partai Golkar Sumbar," terangnya.

"Dengan itu, kepada DPD Partai Golkar Sumbar diinstruksikan untuk menyelenggarakan Musda ulang Partai Golkar Sijunjung selambat-lambatnya 15 April 2018," tegas Mirwan.

Karena yang menyelenggarakan musda ulang ini DPD Partai Golkar Sumbar, tambah Mirwan, tentu lokasinya di Padang. Selain itu, DPP Partai Golkar juga memberikan kesempatan kapada semua kader yang memenuhi syarat untuk bertarung memperebutkan jabatan Ketua DPD Partai Golkar tersebut.

"pada saat sidang pertama musda ulang itu dilaksanakan, munculah keributan di luar. Kalau sekadar ribut-ribut untuk menyampaikan aspirasi, ituhal biasa. Yang menjadi masalah kan melakukan pengrusakan," tegas Mirwan dibenarkan Hendra Irwan Rahim. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Sijunjung lainnya