Otoritas Bandara Ingatkan KPU Sumbar untuk Tidak Gelar Festival Layangan di KKOP

AI Mangindo Kayo | Jumat, 20-04-2018 | 21:37 WIB | 842 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Otoritas Bandara Ingatkan KPU Sumbar untuk Tidak Gelar Festival Layangan di KKOP<p>Kasubag Teknis KPU Padang, Sutrisno bersama layangan bertemakan sosialisasi pemilihan walikota dan wakil walikota Padang pada pemilihan serentak 2018, yang akan berpartisipasi pada pergelaran seni dan budaya yang akan digelar KPU Sumbar, Sabtu (21/4/2018) di Muaro Lasak, kawasan Purus, Kecamatan Padang Barat. (humas)

VALORAnews - Di Minangkabau Internasional Airport atau BIM, area selatan bandara mulai dari Gunung Padang sampai ke bandara BIM, merupakan wilayah yang dilarang keras untuk melakukan aktifitas bermain layangan, drone, paralayang dan sejenisnya.

"Aktivitas bermain layangan dan sejenisnya, sangat berbahaya bagi penerbangan. Karena, area tersebut merupakan posisi final pesawat untuk mendarat di BIM. Ketinggian pesawat di posisi final ini, antara 200-300 meter saja dari daratan," ungkap Humas PT AP2 BIM, Fendrick Sondra, melalui pesan singkat, Kamis (19/4/2018).

Pernyataan ini disampaikan Fendrick, menanggapi rencana KPU Sumbar menggelar Festival Layang-layang, dalam acara bertajuk pergelaran seni dan budaya yang akan digelar Sabtu (21/4/2018) di Muaro Lasak, kawasan Purus, Kecamatan Padang Barat. Acara ini diinisiasi dalam rangka menyonsong satu tahun Pemilu Serentak 2019.


Ditegaskan Fendrick, wilayah atau area atau jarak 15 NM dari ujung bandara, merupakan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). "Hal ini sudah diatur dalam UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Jadi, kalau masih mau bermain layangan, sebaiknya jauh dari jarak tersebut atau tidak berada di area 15 NM dari bandara," tegas Fendrick.

Ditegaskan Fendrick, Pasal 210 UU 1/2009 menegaskan, setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan dan atau melakukan kegiatan lain yang dapat membahayakan keselamatan dan penerbangan kecuali memperoleh izin dari otoritas bandara.

"Yang dimaksud kegiatan lain yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan adalah bermain layangan, mengembala ternak, menggunakan frekuensi radio, melintasi landasan dan kegiatan yang dapat menimbulkan asap," ujarnya.

Kemudian, Pasal 421 Ayat 2 UU 1/2009 mengatur, setiap orang yang membuat halangan atauobtacledan atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan dan keamanan penerbangan, dapat dipidana dengan penjara selama tiga tahun atau membayar denda sebesar Rp1 miliar.

Dihubungi terpisah,Liaison Officer(LO) Partai Demokrat, Fajar Rusvan mengaku baru mengetahui adanya aturan pelarangan bermain layangan di KKOP itu. "Tak ada disebutkan hal ini, saat KPU Sumbar menyosialisasikan rencana ini ke partai peserta pemilu 2019, pekan kemarin," terangnya.

Hal senada dikatakan LO Partai Golkar, Aguswanto. "Bagaimana ini, kita malah sudah bikin dua buah layangan. Ukurannya juga besar, sekitar 2,5 meteranlah. Kondisinya juga sudah siap mengudara, sesuai jadwal KPU," terang Aguswanto.

Taati Aturan

Fendrick mengajak setiap elemen masyarakat di sekitar bandara terutama di KKOP, untuk menaati aturan penerbangan ini. Semua itu juga demi keselamatan bersama.

"PT AP2 BIM telah melakukan sosialisasi terkait hal tersebut di sepanjang area KKOP dimaksud. BIM melibatkan unsur pemerintahan sampai ke perangkat RT untuk menyosialisasikannya ke masyarakat," ungkap Fendrick sembari menyebut sosialisasi terakhir digelar di kantor camat Padang Barat pada awal November 2017 lalu.

Fendrick berharap, peran serta unsur pemerintahan, untuk selalu saling mengingatkan akan bahaya main layangan dan sejenisnya di KKOP. "Kita memahami, area sepanjang Pantai Padang merupakan andalan utama kita untuk tujuan wisata. Karena itu, tidak tertutup kemungkinan adanya aktifitas yang membahayakan dunia penerbangan," terangnya.

PT AP2 BIM berharap, apabila melihat dan mendengar adanya kegiatan kegiatan yang mungkin membahayakan penerbangan di area KKOP, mohon dibantu untuk saling mengingatkan. Bisa juga menyampaikan ke BIM di nomor 0751-819123. Selain itu, PT AP2 BIM juga telah memasang plang imbauan di lokasi KKOP ini. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya