Pemkab Solsel Rumuskan Tarif Menginap di Homestay Rumah Gadang

AI Mangindo Kayo | Jumat, 20-04-2018 | 21:58 WIB | 228 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Pemkab Solsel Rumuskan Tarif Menginap di Homestay Rumah Gadang<p>Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Parowosata dan Kebudayaan Solsel, Denny Yuliandra. (humas)

VALORAnews - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) kaji standar tarif homestay rumah gadang di kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG), Kotobaru. Kajian ini guna menentukan kejelasan standar sewa penginapan bagi wisatawan yang sejauh ini masih mengandalkan kelihaian pengelola homestay dalam menetapkan tarif sewa.

"Berwisata ke Solsel, pengunjung banyak yang suka menginap di rumah gadang yang dimanfaatkan sebagai homestay. Namun, dalam persoalan sewa masih belum ada standar tarifnya, sehingga pengunjung banyak dihadapkan dengan situasi tawar menawar harga," kata Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Solsel, Denny Yuliandra, Jumat (20/4/2018).

Denny menyadari, tidak semua wisatawan yang mahir dalam soal tawar menawar harga tersebut. Kemudian sebutnya ketentuan tarif ini kian mendesak demi menutup peluang menculnya sikap mengeruk keuntungan yang berlebihan dari cara memanfaatkan wisatawan yang datang ke Solsel.


"Oleh karena itu, kami bersama pemerintah nagari dan BUMNag sedang melakukan pembahasan terkait standar tarif penginapan rumah gadang ini. Hal itu supaya wisatawan betah dan tahu berapa jumlah yang akan dibayarkan saat menginap di rumah gadang," ujarnya.

Penentuan tarif tersebut sudah dibawa ke dalam rapat forum antara Disparbud Solsel bersama pemerintahan nagari dam BUMnag setempat. Sejauh ini belum ada keputusan mengenai besaran sewa yang akan ditetapkan pada penyewaan jasa homestay rumah gadang.

"Kita sudah tiga kali melakukan pembahasan terkait tarif homestay rumah gadang ini. Dalam pembahasan kita menekankan tarif tergantung pada kualitas fasilitas homestay dan layanan," katanya.

Setelah besaran standar tarif telah ada atau nantinya disepakati nominalnya, maka aturan itu akan berlaku dengan regulasi Peraturan Nagari (Perna). Pengelolaan homestay sendiri ke depannya akan diserahkan pada BUMNag.

"Jadi, tarif ini nantinya akan berbeda-beda dari masing-masing homestay. Sebab akan disesuaikan dengan fasilitas yang tersedia dalam setiap rumah gadang. Artinya, akan ada kelas penginapan dan sewanya tergantung fasilitas," ujarnya.

Selain itu pihaknya juga sedang mengupayakan agar homestay memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) sehingga tidak ada permasalahan di kemudian hari. Diketahui, saat ini setidaknya terdapat 10 homestay rumah gadang dan semuanya belum memiliki standar harga.

Lalu sambungnya, setiap rumah gadang yang akan dijadikan homestay harus mendapat persetujuan dari kaumnya. Hal ini karena rumah gadang adalah milik kaum bukannya pribadi sehingga persetujuan ini sangat perlu.

Bupati Solsel, Muzni Zakaria dalam berbagai kesempatan terus melakukan upaya promosi atas pariwisata Solsel terutama keunikan kawasan SRG. Jauh-jauh hari, dia telah mendorong agar dinas terkait secepatnya menentukan standar tarif pemanfaatan homestay tersebut.

"Selama ini wisatawan yang akan menginap di rumah gadang harus tawar menawar harga dengan pengelola. Ini harus diperbaiki dan homestay rumah gadang harus memiliki standar harga supaya wisatawan tidak takut dan merasa tertipu soal harga saat berkunjung kesana," ujarnya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Bisnis lainnya
Berita Kab. Solok Selatan lainnya