Konstruksi Pisik Pasar Muarolabuah Dikeluhkan Pedagang

AI Mangindo Kayo | Senin, 23-04-2018 | 22:20 WIB | 173 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Konstruksi Pisik Pasar Muarolabuah Dikeluhkan Pedagang<p>Kondisi pasar Muara Labuh saat ini usai revitalisasi. Menurut pedagang keberdaan kios di pasar itu tidak nyaman untuk berdagang. (humas)

VALORAnews - Meski belum diresmikan, bangunan pasar baru Muaralabuh yang baru saja diuji coba penggunaannya sudah menuai protes dari para pedagang. Bangunan pasar baru yang menelan dana APBN sebesar Rp6 miliar tersebut menurut kebanyakan pedangan memiliki spesifikasi los yang kurang nyaman.

Revitalisasi pasar yang dikeluhkan pedagang terkait tingginya los yang dibangun yakni mencapai satu meter dengan lebar los yang hanya 1,2 meter setiap kiosnya.

"Sudahlah tempatnya tinggi, sempit pula. Kondisi ini menyulitkan pembeli, terutama dalam berbincang dengan para pedagang atau tawar menawar harga," kata Darni, salah seorang pedagang sayur di pasar tersebut.


Mendapati hal yang kurang nyaman tersebut, sebagian pedagang lebih memilih untuk berjualan di luar kios dengan membuka lapak seadanya. Hal inipun turut berimbas ke sepinya pembeli bagi pedagang yang tetap bertahan di dalam bangunan pasar.

"Jika masih belum seluruh pedagang di masukan ke dalam kios untuk berdagang, tentu kami yang bertahan akan kehilangan pembeli. Karena masih banyak pedagang sejenis yang membuka lapaknya di luar kios," ujar Ap, didampingi pedagang lainnya yang masih memilih bertahan dalam kios.

Sementara, staf Dinas Koperindag Solsel, Hendri yang berhasil dimintai keterangannya di lokasi Pasar Muaralabuh itu, mengatakan, kegiatan berdagang di los baru itu hanya sebatas uji coba. Masalah harga dan persoalan masih banyaknya pegadang yang membuka lapak di luar akan dirapatkan pihaknya untuk mencari solusi.

"Awal Minggu ini akan kita rapatkan bersama pengurus pasar, pedagang termasuk Dinas Koperindag Solsel. Semua keluhan yang ada akan kita kemukakan dalam rapat," katanya.

Kepala Dinas Koperindag Solsel, Akhirman mengatakan, sebelumnya usai direvitalisasi pasar Muaralabuh akan ditempati pedagang tahun ini. Untuk penempatan, katanya, mesti menunggu petunjuk dari pemerintah pusat melalui kementrian Perdagangan termasuk kementrian Koperasi terkait pengelolaannya.

"Kita masih menunggu itu, terkait pasar Muaralabuh, apakah nanti digratiskan untuk pedagang atau ada biaya retribusi sesuai Peraturan Daerah, kita juga masih menunggu petunjuk kementerian," jelasnya.

Pasar Muaralabuh sendiri, lanjutnya, direvitalisasi melalui dana Tugas Pembantuan (TP) sebesar Rp6 miliar, berasal dari Kementrian Perdagangan. Pasar Muaralabuh dibangun bersamaan dengan pasar nagari Sungai Sungkai, Kecamatan Sangir Balai Janggo (SBJ) dan rampung akhir tahun lalu.

Pasar Sungai Sungkai dibangun melalui bantuan program dana koperasi nagari sebesar Rp950 juta dari Kementerian Koperasi.(rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Bisnis lainnya
Berita Kab. Solok Selatan lainnya