Andrinof akan Kupas Kewirausahaan Sosial di UIN IB dan ISI Padangpanjang

AI Mangindo Kayo | Minggu, 06-05-2018 | 23:32 WIB | 278 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Andrinof akan Kupas Kewirausahaan Sosial di UIN IB dan ISI Padangpanjang<p>Komisaris Utama BRI, Andrinof A Chaniago. (istimewa)

VALORAnews - Komisaris Utama BRI, Andrinof A Chaniago dijadwalkan melaksanakan kuliah umum di dua perguruan tinggi di Sumatera Barat. Kuliah umum pertama dilaksanakan di kampus Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang, Rabu (9/5/2018), kemudian di ISI Padangpanjang, Jumat (11/5/2018).

Pada kuliah umum itu, Mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas itu akan berbicara tentang Menumbuhkan Kewirausahaan Sosial dan Ekonomi Kreatif (termasuk dari sudut pandang Islam).

"Masyarakat Sumatera Barat memiliki keunggulan secara sosial, sehingga tinggal sedikit lagi untuk memperkuat jiwa kewirausahaannya," ungkap Andrinof A Chaniago dalam siaran pers yang diterima, Ahad (6/5/2018).


Beberapa keunggulan masyarakat Sumatera Barat, terangnya, memiliki toleransi yang cukup kuat, budaya gotong-royong yang masih ada, Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah serta empati.

"Tinggal diperkuat dengan keinginan yang kuat, lalu melihat keinginan pasar dan memperhatikan perkembangan global," kata Andrinof yang dihubungi via pesan whatsapp.

Dikatakan Andrinof, kewirausahaan sosial merupakan paduan dari dua cita-cita dalam hidup. Pertama, meningkatkan kesejahteraan secara material, memproduksi suatu barang dan jasa, lalu mendapatkan keuntungan. Kedua, memecahkan masalah sosial bagaimana menghadapi ketimpangan, menyediakan lapangan pekerjaan dan menciptakan harmoni dalam berbangsa dan bernegara.

"Kita boleh terus mengejar keuntungan, tapi jangan sampai ada satu titik dimana peningkatan kesejahteraan itu membuat penurunan kesejahteraan kelompok lain," katanya.

Andrinof juga mengatakan bahwa wirausaha sejati itu adalah orang yang mau mengambil resiko, inovatif, dan berfikir kedepan. Tujuan akhir dari wirausaha sosial adalah hidup bahagia.

"Kewirausahaan sosial adalah jalan untuk hidup bahagia," ujar akademisi Universitas Indonesia ini.

Selain itu, menurut Andrinof, masyarakat Sumbar memiliki jiwa dagang yang kuat, namun harus didorong untuk menciptakan kreasi sendiri. Bukti masih lemahnya mental kewirausahaan di Sumbar, sebut Andrinof, yakni belum adanya pengusaha ekonomi kreatif yang dikenal. Sekalipun ada, katanya, tidak semua masyarakat mengenalnya.

"Belum berkembangnya industri kreatif di Sumbar, ini harus menjadi tantangan pemerintah untuk mendorong penguatan mental kewirausahaan tersebut," pungkas Andrinof. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya