Fakultas Teknik Unand Mesti Bersiap Sambut Revolusi Industri 4.0

AI Mangindo Kayo | Senin, 14-05-2018 | 22:25 WIB | 328 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Fakultas Teknik Unand Mesti Bersiap Sambut Revolusi Industri 4.0<p>Peringatan Dies Natalis ke-33 Fakultas Teknik Unand yang dipusatkan di Convention Hall, Senin (14/5/2018). (humas)

VALORAnews - Dekan Fakultas Teknik Unand, Insannul Kamil mengharapkan, Rektor Unand mendukung penyempurnaan gedung Kampus Fakultas Teknik. Dua gedung yang masih terbengkalai saat ini yakni gedung jurusan Teknik Industri dan Teknik Lingkungan. Rektor diharapkannya, memprioritaskan pembangunan gedung ini masuk dalam rencana pengembangan fasilitas dan infrastruktur Unand di 2018 dan 2019.

Selain itu, Nanuk, demikian Insannul Kamil karib disapa, mengharapkan program studi Sistem Informasi (SI) yang telah dibuka sejak 2010 di Fakultas Teknik, jadi cikal bakal berdirinya fakultas Teknologi Informasi di Universitas Andalas, seiring diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 25 Tahun 2012 tentang OTK Unand.

Hal itu diungkapkan Nanuk, dalam orasi peringatan Dies Natalis ke-33 Fakultas Teknik Unand yang dipusatkan di Convention Hall. Dalam dies kali ini, dihadiri Rektor Unand, Prof Tafdil Husni bersama pimpinan universitas serta para Dekan Fakultas di lingkungan Unand serta civitas dan akademika Fakultas Teknik lainnya.


"Program studi Sistem Informasi di Fakultas Teknik dan Sistem Komputer di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) diharapkan bergabung jadi satu dengan nama Fakultas Teknologi Informasi untuk kedepannya," urai Nanuk.

Di usia ke-33 ini, Fakultas Teknik memiliki mahasiswa tingkat sarjana (S1) sebanyak 2.691, mahasiswa magister (S2) sebanyak 170 dan mahasiswa doktoral (S3) sebanyak 19 orang. Diusai ke-33 tahun yang sudah tak muda lagi ini, perjalanan aktivitas akademik juga terus menunjukan trend positif.

Dengan pindah kampus dari Air Tawar, terangnya, lima program studi yang ada di Fakultas Teknik, telah melaksanakan proses aktivitas administrasi dan belajar mengajar di kampus baru Limau Manis.

Teknologi Generasi 4.0

Dikatakan Nanuk, perkembangan global sekarang, adanya tekanan ekonomi digital yang semakin kuat dan arus revolusi industri generasi keempat yang sedang mengambil perannya saat ini, Indonesia harus memperlihatkan "jati dirinya" sebagai sebuah bangsa yang besar dengan kemampuan teknologi dan inovasi yang andal.

"Fakultas Teknik Universitas Andalas sudah harus mulai menggeser fokus penelitian kepada riset-riset yang mampu menghasilkan teknologi dan inovasi yang dapat memberikan efek terhadap pembangunan bangsa dan negara serta pertumbuhan dunia," ujar dia.

Dikatakan, kemunculan Revolusi Industri 4.0, telah mempengaruhi dinamika dan kompleksitas persaingan ekonomi global.

"Revolusi Industri 4.0 merupakan perubahan dari sistem industri berbasis otomasi, komputer, dan elektronik menjadi cyber physical system yang menggabungkan domain digital, fisik dan biologi," ujarnya.

Perubahan yang terjadi melalui Revolusi Industri 4.0, kata Nanuk, diprediksi akan memiliki dampak luas, terutama dalam hal kebutuhan kompetensi SDM di masa yang akan datang.

"Revolusi Industri 4.0 telah memaksa dan menuntun kita semua untuk membiasakan diri dengan artificial inteligence, big data, internet of things (IoT), virtual reality, augmented reality dan teknologi yang muncul setelahnya yang mengharuskan kita sebagai manusia sudah harus mulai beradaptasi dengan perubahan tersebut," urai dia.

Revolusi Industri 4.0, menurut Nanuk, telah jadikan tantangan untuk menjadi sebuah negara maju bergeser. Tidak lagi melihat indikator jumlah sumber daya alam yang dimiliki, namun indikator yang digunakan adalah berapa banyak jumlah inovasi yang mampu dihasilkan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi negara berbasis digital.

"Untuk menghasilkan inovasi dibutuhkan kualitas sumber daya manusia (peneliti) yang produktif dan kreatif," ujarnya.

Revolusi Industri keempat ini, tukas dia, akan menyebabkan disrupsi atau gangguan bukan hanya di bidang model bisnis saja, tetapi juga pasar dari tenaga kerja dalam lima tahun kedepan dengan perubahan yang sangat cepat dan besar. Perubahan ini akan mentransformasikan cara-cara hidup dan bekerja setiap manusia.

"Beberapa jenis pekerjaan akan hilang, banyak pekerjaan baru akan muncul dan berkembang," ujarnya.

Untuk menjawab tantangan Revolusi Industri keempat ini, Nanuk menilai, sumber daya manusia harus memiliki keterampilan yang dibutuhkan pada masa datang. Antara lain, kemampuan pemecahan masalah, berpikir kritis, kreativ, manajemen orang, berkoordinasi dengan orang lain, kecerdasan emosional, pengambilan keputusan, orientasi pelayanan, negosiasi dan fleksibilitas kognitif.

"Revolusi Industri 4.0 akan memberikan dampak dan akan mengambil perannya pada bidang manufaktur (3D Printing), kesehatan dan bioteknologi (algoritma cerdas untuk memantau kesehatan pasien), keuangan (financial technology), layanan logistik dan transportasi (drone), pertanian (big data kesuburan tanah), building and facility information modeling, energi (mobil listrik, autonomous driving car), hukum (Intellectual property, personal privacy), politik (voter profiling) dan lain-lain," ungkapnya.

Perubahan tersebut memiliki konsekuensi terhadap perspektif pendidikan masa depan. Fakultas Teknik Universitas Andalas, kata dia, sebagai institusi penyelenggara pendidikan tinggi teknik dituntut untuk memberikan keterampilan analisis data, artificial intelligent, teknologi dan machine learning, serta mampu untuk berpikir secara kreatif dan inovatif kepada mahasiswa.

"Pendidikan tinggi teknik memiliki tanggung jawab utama dalam mempersiapkan generasi muda masa depan yang mampu menghadapi tantangan dan tekanan kemajuan teknologi dan inovasi," ujarnya.

Oleh karena itu, tegas Nanuk, membangun bangsa dan negara melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan suatu keniscayaan. "Sumber daya manusia yang produktif, kreatif dan inovatif akan mampu menjadikan Bangsa Indonesa memiliki jati diri sebagai sebuah bangsa yang besar dengan kemampuan teknologi yang handal di berbagai bidang," ujarnya.

Berubah Drastis

Menanggapi sambutan Nanuk, Prof Tafdil Husni menyatakan, saat ini kita sudah berada di era 4.0 tersebut. Hal itu ditandai dengan kemajuan teknologi yang begitu cepat dalam tiga tahun terakhir yang disebut distruktif teknologi karena merubah semua aspek.

Perubahan teknologi akan mempengaruhi dalam dunia pendidikan seperti yang disampaikannya dalam upacara Hardiknas yaitu menghadapi revolusi industri 4.0 Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) telah bergerak dengan membuat kebijakan.

"Salah satu kebijakannya adalah Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)," ujarnya.

Dia mengatakan, dalam waktu dekat Kemenristekdikti akan mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) Ristekdikti untuk mendukung pelaksanan program ini. "Salah satu implementasi untuk mendukung PJJ ini adalah pembangunan Universitas Cyber atau Cyber University yang dipersiapkan untuk pembelajaran Daring," terangnya.

Pendidikan tinggi kedepan akan menawarkan banyak pilihan model pembelajaran mulai dari face to face, Online Learning hingga Blendid Learning. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya