Pencari Ikan Diseret Arus Batang Belangir, Polisi Hentikan Aktivitas Balimau

AI Mangindo Kayo | Rabu, 16-05-2018 | 23:53 WIB | 464 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Pencari Ikan Diseret Arus Batang Belangir, Polisi Hentikan Aktivitas Balimau<p>BPBD bersama Polisi dan warga, tengah mengevakuasi empat orang warga yang terjebak di pulau dekat aliran Batang Belangir, Rabu (16/5/2018). (humas)

VALORAnews - Diduga terseret arus Batang Belangir, Kecamatan Sangir, Solok Selatan, seorang warga dikabarkan hilang, Rabu (16/5/2018). Peristiwa ini terjadi akibat aliran sungai tersebut mendadak meluap dan menghantam lima orang warga yang hendak menyeberang secara tiba-tiba sekitar pukul 15.00 WIB.

Informasi yang dirangkum, dari lima orang yang diterjang arus sungai ini, empat di antaranya berhasil selamat tiba di tebing pulau kecil di bawah jembatan Lekok, Sangir. Sementara, satu warga lainnya hanyut dibawa derasnya arus.

Diketahui, korban yang hanyut itu bernama Anto Leser (45) warga Lekok, Nagari Lubuk Gadang Selatan. Saat berita ini diturunkan, korban masih belum berhasil ditemukan dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama kepolisian dan masyarakat sekitar masih melakukan upaya pencarian.


"Korban bersama teman-temannya berkeinginan pulang setelah mencari ikan di sekitar sungai tersebut. Saat menyeberang air masih normal dan tiba-tiba saja meluap. Korban badannya memang agak gemuk, jadi sulit baginya sampai ketepian dan akhirnya hanyut," kata seorang warga, Yulison.

Pantauan di lokasi, peristiwa itu sontak menjadi tontonan dan membuat warga menjadi heboh serta sebagian ikut membantu melakukan pencarian. Sejumlah titik sungai dikerumuni warga yang ikut memantau pencarian korban.

Mulai dari lokasi hanyutnya korban di jembatan Lekok, terus di Jujutan nagari Lubuk Gadang hingga ke aliran Batang Sangir di Pulau Mutiara, Sampu nagari Lubuk Gadang Utara. Sungai Batang Belangir sendiri mengalir bertemu dengan Batang Liki dan aliran Batang Sangir.

Ketiga aliran sungai itu menjadi titik pencarian. Kondisi sungai yang keruh dan deras membuat upaya pencarian belum bisa dilakukan dengan menyurusuri aliran sungai. Saat hanya dilakukan dengan menanti di sejumlah titik pinggir sungai untuk mengamati korban.

Sekretaris BPBD Solsel, Sumardianto, yang ikut melakukan pencarian mengatakan pihaknya sudah menyediakan tiga unit perahu karet guna melakukan pencarian. Perahu karet sendiri sebutnya masih disiagakan di pinggir sungai Batang Sangir sebab air masih deras dan keruh dan masih sulit ditelusuri oleh petugas.

"Kami akan terus mencari. Peristiwa ini sudah dilaporkan kepada Basarnas Sumbar, sembari menunggu bantuan kami akan terus mencari dan mengamati di sepanajng aliran sungai ini," katanya.

Dijelaskannya, meluapnya Batang Belangir diperkirakan terjadi hujan lebat di bagian hulu sungai. Sehingga, sungai langsung saja meluap sampai menyeret korban. Untuk empat teman korban yang terjebak di pulau, sudah dievakuasi oleh petugas BPBD dibantu kepolisian dan masyarakat.

"Sekarang kita fokus kepada pencarian korban hanyut. Titik pencarian nantinya akan di perpanjang hingga ke aliran Batang Hari jika di aliran Sangir tidak ditemui juga," ujarnya.

Akibat peristiwa itu, pihak kepolisian terpaksa menghentikan prosesi "Balimau" di sepanjang aliran Batang Belangir, Batang Sangir hingga Batang Hari. Hal itu dilakukan, untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa hingga sampai memakan korban.

"Kami sudah memberitahukan masyarakat hingga ke Abai Kecamatan Sangir Batang Hari yang dilalui Batang Sangir untuk menghentikan prosesi balimau, karena ada air bah dari Batang Belangir," ujar Kabag Ops Polres Solsel, Kompol Benu Alam. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Solok Selatan lainnya