47 Nagari di Solsel Mesti Bentuk Destana untuk Kurangi Resiko Bencana

AI Mangindo Kayo | Jumat, 20-07-2018 | 23:28 WIB | 225 klik | Kab. Solok Selatan
<p>47 Nagari di Solsel Mesti Bentuk Destana untuk Kurangi Resiko Bencana<p>Kalaksa BPBD Solsel, Johny Hasan Basri. (humas)

VALORAnews - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, mendorong 47 nagari yang ada untuk membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Hal ini dilakukan dalam upaya pengurangan risiko bencana di daerahnya.

"Kalau sudah terbentuk, kami bisa memberikan penguatan berupa pelatihan sehingga mereka siap bila dibutuhkan," kata Kalaksa BPBD Solok Selatan, Johny Hasan Basri.

Menurutnya, dengan adanya Destana, pihak Nagari juga bisa mengalokasikan anggaran melalui dana desa. Destana adalah desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan.


Kemampuan mandiri berarti serangkaian upaya yang dilakukan sendiri dengan memberdayakan dan memobilisasi sumber daya yang dimiliki masyarakat desa untuk mengenali ancaman dan risiko bencana yang dihadapi, meliputi juga evaluasi dan monitoring kapasitas yang dimilikinya.

Solok Selatan sendiri, merupakan daerah rawan bencana mulai dari bencana alam seperti banjir tanah longsor maupun letusan gunung api. Untuk Solok Selatan sekarang sudah ada dua Nagari yaitu Pasir Talang Selatan dan Pakan Rabaa yang membentuk Destana.

Selain itu, Solok Selatan juga sudah memiliki 29 Kelompok Siaga Bencana (KSB). Dalam penanggulangan bencana dibutuhkan kerjasama antar sektor bukan hanya BPBD agar penanganannya bisa lebih baik.

Kedepan, pihaknya akan melakukan penguatan fisik personil supaya saat dibutuhkan mereka siap dan bisa bekerja maksimal. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Solok Selatan lainnya