Proyek Perumahan Nelayan Senilai Rp4,9 M Dihentikan Warga, Ini Alasannya

AI Mangindo Kayo | Minggu, 22-07-2018 | 21:57 WIB | 203 klik | Kab. Pesisir Selatan

VALORAnews - Belasan warga Kampung Sungai Pampan, Dusun Koto Baru, Nagari (Desa Adat) Koto Nan Tigo Ampek Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), beramai-ramai mendatangi areal Proyek Perumahan Nelayan yang ada di daerahnya, Ahad (22/7/2019) siang.

Warga yang rata-rata berprofesi nelayan tadi, terlihat emosi dan nyaris ribut dengan pekerja bangunan di lokasi. Mereka (warga) langsung mengecek kondisi perumahan yang dikerjakan. Beragam komentar pun keluar dari mulut warga.

Pasalnya, di sana terlihat jelas, beberapa titik bangunan yang dikerjakan asal jadi. Seperti pondasi yang dalamnya jauh berbeda dengan gambar bangunan di posko pengawas lapangan.


Tak hanya itu, ada juga ditemui kalau pondasi terlihat sangat dangkal, dan langsung dipasang batu.

"Rumah ini jelas tak layak dihuni, kalau dilihat dari pondasi terlalu dangkal, cuma 20 cm, padahal dalam gambar justru lebih dari itu," kata Jonnedy (53) warga berprofesi tukang di lokasi.

Selain Jonnedy, para tukang dan buruh di lapangan juga mengakui kalau struktur pondasi lemah, dan rumah tak layak huni.

"Ya, pondasi seharusnya lebih dalam, kalau bisa pakai pakai cucuk (bambu yang dibenamkan di pondasi)," kata para tukang dan buruh di sana.

Hal senada juga dikemukakan Jefri, bekas tukang di proyek tersebut.

"Kalau saya menilai, bangunan proyek rumah nelayan itu, memang jauh dari standart keamanan. Kalau saya disuruh tinggal di sana, jujur saya tidak mau," ucapnya.

Saat ditanyakan ke Pengawas Lapangan atau yang bertanggungjawab di proyek tersebut, Sitorus, menjawab kalau pekerjaan sudah sesuai arahan pimpinan perusahaan.

"Kita hanya dapat instruksi dari kantor, kita juga gak bisa kerja sesuka kita, ya anak buah lah. Menyoal pondasi, memang kita naikkan, karena lokasi tanah rawa, kalau digali justru bisa roboh, karena bawahnya rawa," katanya di lokasi.

Alhasil, warga pun memaksa Pengawas Lapangan Proyek dari PT Naratek Jaya Abadi, untuk menghentikan pekerjaan Perumahan Nelayan berbiaya Rp4,9 Miliar itu untuk sementara.

Tak sampai di sana, jalan masuk ke lokasi proyek pun dipasangi portal oleh warga setempat. Ungkapan kekecewan atas pengerjaan proyek tersebut juga diungkapkan Pemerintah Nagari setempat.

"Selaku Wali Nagari yang merupakan perwakilan warga, saya kecewa dengan adanya temuan lapangan hari ini , bersama para warga pula lagi. Saya juga sudah melaporkan kondisi pembangunan proyek perumahan nelayan ini ke pak camat setempat, dan dinas tarkim kabupaten Pessel. Harapan kami masyarakat, pihak terkait bisa turun ke lapangan," kata Yusrizal, Wali Nagari Koto Nan Tigo Ampek Koto Hilie, bersama para warga yang marah di lokasi.

Rumah nelayan tadi, terang dia, sedianya akan ditempati oleh 70 KK nelayan setempat.

"Ini masalahnya, melihat kondisi fisik bangunan tadi, jangankan senang akan dapat rumah, justru jadi cemas dan takut," kata Yusrizal.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Pessel, Mukhridal menyebut, perumahan nelayan akan dibangun sebanyak 70 unit di Kecamatan Batang Kapas Pessel.

Pembangunan dalam dua tahap, pertama 20 unit dan kedua 50 unit. "Anggaran pembangunan Rp120 juta/unit bangunan baru," katanya saat dilansir dari sejumlah media. (tsp)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Pesisir Selatan lainnya