Kebijakan Diskriminatif Disdukcapil Padang

Legalisir untuk Minimalisir Pemalsuan

AI Mangindo Kayo | Rabu, 01-04-2015 | 09:33 WIB | 1365 klik | Kota Padang
<p>Legalisir untuk Minimalisir Pemalsuan<p>Sejumlah warga tengah mengurus pembuatan Akta Kelahiran Anak di kantor Disdukcapil Kota Padang, Rabu (1/4/2015). (AI Mangindo Kayo/valoranews)

VALORAnews - Sekretaris Disdukcapil Padang, Syaiful mengatakan, legalisir foto copy surat nikah dari KUA tempat menikah dulu, sebagai salah satu syarat membuat akta kelahiran anak, bertujuan untuk meminimalisir pemalsuan akta nikah.

"Persyaratan tersebut bukanlah tindakan diskriminatif atau bermaksud memberatkan warga. Kami ingin meminimalisir adanya pemalsuan surat nikah yang kerap terjadi, karena kami telah mendapati beberapa kasus adanya surat nikah palsu dalam mengurus akta kelahiran," terang Syaiful di kantornya, Rabu (1/4/2015).

Dikatakan Syaiful, Disdukcapil tidak punya data base tentang akta nikah. "Kita hanya punya data base KTP dan Kartu Keluarga. Sedangkan data tentang akta nikah ada di Kantor Urusan Agama (KUA)," ungkapnya.


Atas dasar itulah, terang Syaiful, Disdukcapil meminta pada warga Padang yang menikah di Padang, untuk membawa foto copi akta nikah yang sudah dilegalisir.

"Sedangkan untuk masyarakat yang menikah di luar kota Padang, kan tidak mungkin kami meminta mereka untuk pergi legalisir ketempat mereka nikah dahulu. Bayangkan kalau seandainya mereka menikah di Manado. Masak mereka harus kesana lagi," terang Syaiful.

Untuk itu Syaiful meminta pengertian dari masyarakat, bahwa langkah bukan bermaksud diskrimintatif atau memberatkan warga.

"Kami juga tidak bisa sembarangan mengeluarkan akta kelahiran. Seandainya kami mengeluarkan akta kelahiran tapi kemudian hari diketahui data yang diberikan adalah palsu, kami bisa dipidanakan," tambah Yuliustin, Kasubag Umum Disdukcapil Padang. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Padang lainnya