CI Indonesia Jadikan Desa Labuhan Jambu Lokasi Wisata Hiu Paus

AI Mangindo Kayo | Selasa, 18-09-2018 | 18:11 WIB | 224 klik | Nasional
<p>CI Indonesia Jadikan Desa Labuhan Jambu Lokasi Wisata Hiu Paus<p>Ilustrasi.

VALORAnews - Desa Labuhan Jambu di Kabupaten Sumbawa, meluncurkan wisata Hiu Paus berbasis masyarakat pertama di Indonesia, pada acara Sail Moyo dan Tambora, 9-23 September 2018. Wisata ini merupakan bentuk upaya yang dilakukan dalam mendorong pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu destinasi prioritas nasional.

"Kami ingin wisata Hiu Paus ini dikelola oleh masyarakat desa secara mandiri, agar keuntungan yang didapat langsung dirasakan. Untuk itu, kami bersama dengan CI Indonesia mencoba mengidentifikasi, mengembangkan potensi dan meningkatkan kapasitas masyarakat yang dimiliki oleh desa untuk mengelola wisata hiu paus," ujar Kepala Desa Labuhan Jambu, Musykil Hartsah.

Dalam rangka mendukung kegiatan Sail Moyo Tambora 2018, wisata hiu paus di Desa Labuhan Jambu menjadi bagian dari promosi wisata di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat.


Pada peluncuran ini, budaya masyarakat Bugis turut diperkenalkan melalui tur kampung pesisir, pertunjukan seni tari dan musik tradisional, serta kegiatan pengamatan Hiu Paus di bagan.

Data yang dihimpun Conservation International (CI) Indonesia, Teluk Saleh kerap didatangi Hiu Paus karena berasosiasi dengan bagan untuk mendapatkan masin atau ikan puri sebagai makanannya. Selama periode September 2017 hingga Agustus 2018, jumlah individu yang teridentifikasi adalah 49 individu .

Berdasarkan temuan ilmiah ini, CI Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Desa Labuhan Jambu dan masyarakat dalam mempersiapkan dan merencanakan pengembangan potensi wisata Hiu Paus yang berkelanjutan.

Melalui survei persepsi masyarakat, pemetaan partisipatif dan forum diskusi terpadu, proses persiapan menghasilkan wisata pengelolaan berbasis masyarakat yang dimulai dengan kegiatan perencanaan untuk pengelolaan dan penyedia jasa penginapan, pemandu wisata, transportasi darat, laut, kuliner dan produk lokal.

Wisata Hiu Paus adalah kegiatan rekreasi melihat Hiu Paus di habitatnya, dengan variasi kegiatan pengamatan dari kapal, berenang/snorkeling dan menyelam bersama Hiu Paus. Wisata Hiu Paus ini merupakan wisata minat khusus yang bermuatan edukasi tentang konservasi biota laut dan budaya masyarakat terkait Hiu Paus dan bagan.

Dalam rangka mendukung pelestarian hiu paus dan pengembangan wisata hiu paus yang berkelanjutan di Desa Labuhan Jambu, CI Indonesia melakukan pendampingan masyarakat dalam mewujudkan keuntungan ekonomi dan konservasi yang berjalan secara sinergis untuk jangka panjang.

"Sebagai referensi dari Cagua, et.al. (2014) wisata ini memberikan pemasukan tahunan sebesar Rp130 miliar di Maladewa," terangnya.

Terpisah, Wakil Bupati Sumbawa, Mahmud Abdullah, menyambut baik inisiatif ini yang akan membawa manfaat positif bagi Kabupaten Sumbawa. "Potensi ekowisata dari kekayaan alam Samota (Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora) di Sumbawa, harus terus dilindungi untuk generasi mendatang," terangnya.

"Pemerintah Kabupaten Sumbawa, mendukung inisiatif masyarakat desa untuk mengembangkan wisata Hiu Paus berbasis masyarakat, supaya tujuan konservasi yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan akan tercapai."

Senior Marine Program Director CI Indonesia, Victor Nikijuluw menyatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif CI Indonesia di tingkat nasional, "Secara khusus di Sumbawa, kami mendukung penguatan kelola wisata Hiu Paus berbasis masyarakat sebagai bagian dari strategi besar program kami untuk upaya konservasi species kharismatik di bentang laut Sunda-Banda."

Ia berharap, kegiatan di Sumbawa ini memberikan bukti manfaat nyata konservasi bagi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah, sebagaimana telah terbukti pada sejumlah lokasi program CI Indonesia lainnya.

CI didirikan pada 1987, dan bekerja di Indonesia sejak tahun 1991 bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Pemerintah Daerah setempat untuk mendukung masyarakat madani yang sejahtera melalui upaya perlindungan alam, dukungan sistem produksi yang berkelanjutan, dan dukungan tata kelola yang efektif.

CI berkantor pusat di Washington DC, mempekerjakan 900 orang yang bekerja di 30 negara pada empat benua, serta bekerja dengan lebih dari 1.000 mitra di seluruh dunia. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Rantau lainnya
Berita Nasional lainnya