Sampel Anggur Harga Manenggang di Bypass Diteliti, Ini Saran Dinas Pangan

AI Mangindo Kayo | Jumat, 21-09-2018 | 15:17 WIB | 665 klik | Kota Padang
<p>Sampel Anggur Harga Manenggang di Bypass Diteliti, Ini Saran Dinas Pangan<p>Plt Kepala Dinas Pangan, Syahrial Kamat meninjau pedagang anggur yang berjualan di depan Kantor Balaikota Padang, Jumat (21/9/2018). Harga anggur yang murah jadi tanda tanya di masyarakat. Salah satunya, apakah telah lolos uji karantina. (humas)

VALORAnews -- Anggur dengan harga terbilang murah sudah masuk di Kota Padang. Anggur tersebut terlihat dijual di jalur Bypass.

Anggur yang dijual seharga Rp50 ribu per kilogramnya itu, menjadi tanda tanya dan bahan gunjingan bagi masyarakat. Sebab, harga standar anggur di pasaran dijual Rp80 ribu perkilogram.

Ada yang menduga bahwa anggur tersebut diimpor dari Cina. Bahkan yang membuat resah, ada pula yang berasumsi bahwa anggur tersebut telah terkontaminasi zat berbahaya, yang berkemungkinan berdampak pada kesehatan masyarakat.


Menjawab keresahan masyarakat, Dinas Pangan Kota Padang langsung mendatangi para pedagang yang berjualan di depan Kantor Balaikota Padang, Jumat (21/9/2018).

Plt Kepala Dinas Pangan, Syahrial Kamat beserta jajaran, menanyakan langsung kepada pedagang asal muasal anggur murah tersebut.

"Setelah kita tanyakan langsung, anggur berasal dari Belawan, Medan," kata Syahrial Kamat, Jumat pagi.

Anggur itu dibeli langsung oleh agen di Pasar Usang, Padangpariaman. Anggur kemudian dibawa ke Padang dengan mobil pickup sebanyak 2,1 ton.

"Anggur sebanyak 2,1 ton itu dijual untuk satu minggu di Padang," katanya.

Agar aman dikonsumsi masyarakat, pihak Dinas Pangan Kota Padang kemudian membawa sampel anggur ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang. Sampel anggur diuji di labor tersebut.

"Yang jelas kita akan uji labor untuk mengetahui ambang batas bagi kesehatan. Kita uji di dua labor untuk melihat tingkat bakteri, formalin serta residu pestisida. Saat ini kita tengah menunggu hasil uji labor," ungkap Syahrial Kamat.

Syahrial Kamat mengimbau kepada masyarakat untuk jangan terlalu tergiur dengan harga murah. Masyarakat diharapkan jeli memilih dan menyeleksi setiap yang akan dikonsumi.

"Sebaiknya kita mengonsumsi buah-buahan lokal. Selain lebih menyehatkan, juga dapat menyemangati petani kita menanam dan memasarkan buah-buahan lokal di tengah masyarakat," ajak Syahrial.

Pantauan di sepanjang jalan Bypass, Aia Pacah, belasan pedagang berjualan anggur secara bebas. Mereka memanfaatkan sejumlah keranjang yang ditumpuk untuk menjual anggur tersebut. Cukup banyak pemilik kendaraan yang berhenti membeli.

Menurut seorang pembeli, ukuran anggur memang cukup besar dibanding anggur lain yang dijual di pasaran. Namun begitu rasa anggur kurang manis, daging tidak padat dan banyak mengandung air. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Bisnis lainnya
Berita Kota Padang lainnya