Kepala Sekolah Ujung Tombak Perubahan Kinerja di Sekolah

AI Mangindo Kayo | Minggu, 30-09-2018 | 19:54 WIB | 229 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Kepala Sekolah Ujung Tombak Perubahan Kinerja di Sekolah<p>Bupati Pasaman Barat, H Syahiran foto bersama dengan peserta kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), di Balerong Tuah Basamo Simpang Empat, Sabtu (29/10/2018) malam. (irfansyah/valoranews)

VALORAnews - Bupati Pasaman Barat, H Syahiran hadiri kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), yang dilaksanakan di Balerong Tuah Basamo Simpang Empat, Sabtu (29/10/2018) malam.

"Kepala sekolah merupakan ujung tombak dalam proses sebuah perubahan peningkatan kerja di sekolah. Maka, untuk menuju perubahan tersebut diperlukan undang-undang sebagai pedoman dasar. Sebab, organisasi profesi keguruan sudah dijelaskan dalam undang-undang guru dan dosen," kata Syahiran.

Selain dihadiri seluruh kepala SMP se-Provinsi Sumbar, kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Pasaman Barat, Yunisra Syahiran, Ketua MKKS Provinsi Sumatra Barat, Suardi, Ketua MKKS Pasaman Barat, Yusril, Kepala Dinas Pendidikan Pasbar, Marimus, Kepala Dinas Sosial, Marwazi dan Kabag Humas, Yosmar Difia.


Dalam undang-undang tersebut berbunyi, terang dia, guru membentuk organisasi profesi yang bersifat independent dan berfungsi memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karier, wawasan pendidikan, kesejahteraan dan pegabdian terhadap masyarakat dan tetap memperhatikan perkembangan para siswa.

Selain itu, setiap satuan pendidikan harus memberikan layanan yang dapat memfasilitasi perkembangan pribadi siswa secara optimal berupa pegajaran dikelas. "Pemahaman mengenai hal-hal yang berkaitan dengan profesi keguruan yang harus di prioritaskan," ujar Syahiran.

Diungkapkan, Pemkab Pasaman Barat tetap berkomitmen dengan terus menerus ingin menyejajarkan dengan kabupaten/kota yang sudah lebih maju dalam membangun pendidikan di Sumatra Barat.

Syahiran berharap, para guru untuk tidak tersandung dengan masalah hukum dan selalu mengawasi para murid dengan ketat. Jangan sampai terjerumus kepada narkoba dan minuman keras. "Mari kita jaga bersama-sama anak kita dari ancaman narkoba yang bisa merusak mental dan moralnya," harapnya.

Sementara, Ketua MKKS Pasaman Barat, Yusril mengatakan, peserta yang mengikuti MKKS ini sebanyak 340 orang peserta dari 19 kabupaten/kota di Sumatra Barat.

"Ini peserta terbanyak selama MKKS ini dilakukan. Acara ini dilaksanakan selama dua hari, mulai dari 29 sampai 30 September 2018. MKKS ini diadakan satu kali dalam dua bulan," ungkap Yusril. (irf)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Kab. Pasaman Barat lainnya