Ratusan Mahasiswa Kedokteran Unand Gelar Aesculapiu Tens di Kawasan SRG

AI Mangindo Kayo | Minggu, 30-09-2018 | 21:19 WIB | 258 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Ratusan Mahasiswa Kedokteran Unand Gelar Aesculapiu Tens di Kawasan SRG<p>Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria bersama dosen dan mahasiswa FK Unand saat menggelar kegiatan di Kawasan Saribu Rumah Gadang. (humas)

VALORAnews - Sebanyak 481 orang mahasiwa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand) Padang, lakukan pengabdian masyarakat melalui kegiatan Aesculapiu Tens (AT) bagi masyarakat Solok Selatan di Kawasan Saribu Rumah Gadang, Sabtu (28/9/2018). Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut, dilaksanakan dalam rangka dies natalis FK Unand ke-63 di tahun 2018.

Asisten III Setdakab Solsel, Amdani menyambut baik dan mengapresiasi FK Unand yang melakukan pengabdian di kabupaten yang berjuluk Nagari Saribu Rumah Gadang tersebut.

Ia menyebutkan, Unand sebagai perguruan tinggi non vokasi terbaik di Sumatera, selalu melaksanakan pengabdian pada masyarakat, dalam rangka mempraktekkan dan mengembangkan ilmu yang unggul dan bermanfaat. Hal ini diharapkan dapat memberikan inpsirasi, solusi dan ide bagi pemerintah daerah dalam upaya mempercepat pembangunan di bidang kesehatan.


"Di balik potensi sumber daya alam yang banyak, Solok Selatan dihadapi dengan permasalahan-permasalahan kesehatan," ungkap Amdani mewakili bupati Solok Selatan.

Melihat banyaknya permasalahan dibidang kesehatan, maka diharapkan, ada sinergi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk membenahi permaslahan kesehatan, untuk mewujudkan kabupaten solok selatan yang sejahtera dan religius.

Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Wirsma Arif Harahap menyebutkan, dipilihnya Kabupaten Solok Selatan khususnya kawasan Saribu Rumah Gadang sebagai lokasi penyelenggaraan AT, karena ia melihat kawasan SRG masih asri dan adat istiadat minangkabau betul-betul nampak di kawasan tersebut.

"Sebelumnya saya sudah pernah ke sini dan sangat terkesan dengan Kawasan Saribu Rumah Gadang. Ketika dimulai mengaktifkan kegiatan AT, saya pilih Solok Selatan karena kita melihat bahwa masyarakat di sini masih menjalankan adat istiadat budaya Minangkabau, masih lebih murni dibandingkan daerah lain," ungkapnya.

Ia berharap, mahasiswa FK Unand bisa mengenal budaya alam Minangkabau di samping juga bisa mengabdikan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku perkuliahan ke masyarakat sekitar.

Disamping itu, ia mengakui, Solok Selatan masih perlu penguatan dalam bidang kesehatan, terutama peran serta dan peningkatan partisipasi masyarakat. Di antara yang akan diberikannya pelatihan kepada Kelompok Siaga Bencana dan Pemandu Wisata untuk menyelamatkan atau memberikan pertolongan pertama, jika ada wisatawan yang tiba-tiba kecelakaan atau pingsan.

"Saat ini kita juga akan adakan pelatihan itu, alat peraganya kami bawa dari Padang. Kita latih masyarakat di sini, baik yang siaga bencana maupun kelompok sadar wisata," tuturnya.

Ketua panitia pelaksana, dr Hendra Herizal mengatakan, kegiatan AT dijalankan dalam berbagai bentuk program berupa pengabdian dan penelitian seperti pendekatan penyakit tidak menular, deteksi dini berbagai penyakit dan edukasi nantinya oleh beberapa dokter konsultan dari Unand.

Ia menambahkan, sebanyak 546 orang dari FK Unand akan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Solok Selatan di antaranya terdiri dari 481 orang mahasiswa, 50 orang dosen dan 15 orang tenaga kependidikan.

Di antara kegiatan yang akan dilaksanakan adalah deteksi dini stanting, koleosis tulang bengkok, gangguan fisus pada anak, gizi dan testikologi pada anak SMA, deteksi gizi 1.000 hari pertama kelahiran, deteksi dini penyakit generatif, bibir sumbing dan katarak yang nantinya akan dioperasi di rumah sakit Universitas Andalas, sunatan massal yang dilakukan di Puskesmas dan IVA Test serta pelatihan hidup dasar di RSUD, buat Komoditas Siaga Bencana dan Pokdarwis.

Pada Ahad (30/9/18), ratusan mahasiswa dan dosen yang telah menginap selama 2 hari di kawasan SRG tersebut mengunjungi wisata alam ke air terjun Tansi Ampek dan Kupitan di Wonorejo, Sangir. Rombongan dilepas Bupati Solsel, Muzni Zakaria dari masjid bersejarah, Masjid Raya Koto Baru yang berada di Kawasan SRG tersebut. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Kab. Solok Selatan lainnya