Irwan Prayitno Ajak Minang Diaspora Berinvestasi ke Sumbar

AI Mangindo Kayo | Senin, 01-10-2018 | 19:10 WIB | 180 klik | Internasional
<p>Irwan Prayitno Ajak Minang Diaspora Berinvestasi ke Sumbar<p>Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno didampingi Mahyeldi (Wako Padang) dan Direktur Eksekutif MDN-G, Burmalis Ilyas serta moderator, saat salah satu sesi FGD di pertemuan Minang Diaspora Network Global (MDN-G), di Deakin University Melbourne Australia, Sabtu (29/9-2018). (humas)

VALORAnews - Gubernur Sumatra Barat, Prof Irwan Prayitno mengukuhkan kepengurusan Yayasan Minang Diaspora Dunia atau Minang Diaspora Network Global (MDN-G), di Deakin University Melbourne Australia, Sabtu (29/9-2018).

MDN-G adalah sebuah yayasan yang baru berdiri dengan tujuan utama adalah menghimpun dan menghubungkan para perantau asal Minangkabau seluruh dunia. MDN-G lahir terinspirasi dengan pertemuan Indonesia Diaspora sedunia yang digagas Dino Patti Jalal, mantan Dubes RI di Amerika Serikat.

Pengurus MDN-G yang dikukuhkan adalah, Presiden Dr Dino Patti Djalal, Direktur Eksekutif Burmalis Ilyas, Sekjen Dr Yuliandre Darwis dan Bendahara Umum, Dr Ivan Rizal Sini.


Pengurus MDN-G diperkuat dengan Dewan Pembina yang diketuai Prof Emil Salim, Dewan Penasehat diketuai Tan Sri Dato' Seri Utama Dr Rais Yatim, Dewan Pengawas diketuai Dr Arcandra Tahar dan Ketua Dewan Pakar diketuai Dr Rizal Ramli.

Dalam sambutannya, Irwan Prayitno mengungkapkan kebanggaannya dengan Tan Sri Dato' Seri Utama Dr Rais Yatim yang sukses di pemerintahan Malaysia. "Beliau selalu menjaga adat budaya Minangkabau di Malaysia," ujarnya.

Dikatakan Irwan, Pemprov Sumbar sangat berharap masukan dari MDN-G Forum yang akan menggelar FGD. "Sumbar butuh sentuhan dunsanak rantau, terutama investasi untuk pembangunan kampung halaman. Karena APBD kita sangat terbatas," ungkap Irwan.

Menurut Irwan, Pemprov Sumbar akan terus merangkul perantau untuk bersama-sama membangun daerah dengan berinvestasi di segala bidang, termasuk ide-ide cemerlangnya.

"Harapan Prof Fasli Jalal (mantan Wamen Pendidikan), usahakan minimal satu rekomendasi MDN-G Forum dilaksanakan, tapi kita akan usahakan lebih banyak lagi yang bisa kita kerjakan bersama," tegas Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno mengaku bangga dan berterima kasih atas fasilitas tempat dari Prof Ismet Fanany, Guru Besar Deakin University, sehingga perantau Minang dari seluruh dunia bisa bertemu. "Saya juga mengapresiasi kerja keras tokoh muda, Burmalis Ilyas yang bisa menyatukan perantau Minang se Dunia melalui MDN-G," ujarnya.

Konsul Jenderal Spica, KJRI Melbourne, diwakili Zainal Arifin yang juga Sumando Koto Gadang, berterima kasih dan bangga Melbourne dijadikan tuan rumah MDN-G Forum dan Festival Minangkabau 2018. "Di Melbourne ada 50 organasisi komunitas orang Indonesia, salah satunya Minang Saiyo," ungkapnya.

"dddSemoga komunitas Minang terus berkonstribusi dalam pembangunan Indonesia, khususnya Sumatera Barat," harap dia.

Sebelumnya, Dewan Pembina MDN-G, Jurnalis Udin menyampaikan kebanggaannya, dengan kesuksesan orang Minang di pelosok dunia. "Networking perantau Minang ini bisa menyatukan orang Minang untuk sukses bersama," ungkapnya. "Semoga MDN-G bisa jadi wadah pemersatu orang Minang se dunia," tambah Jurnalis Udin.

Tan Sri Dato' Seri Utama Dr. Rais Yatim, Ketua Dewan Penasehat MDN-G juga mengapresiasi panitia MDN-G dan Festival Minangkabau 2018 di Melbourne, yang bisa menghadirkan banyak perantau Minang dari banyak pelosok dunia.

"Kato bajawek, gayuang basambuik, jadikan forum ini untuk membangun Ranah Minang yang lebih baik," ucapnya dalam dialek Minang yang masih fasih.

Dikatakan, orang Minang harus terus melestarikan bahasa dan adat Minangkabau. "Salah satunya adalah bapantun dan di pantun itu ado kato berisi pesan," ujarnya. "Apalagi kita orang Minang berasal dari bangsa yang sudah ada sejak lama," tegasnya.

Ditegaskan Rais Yatim, orang Minang perlu mendalami asal usul Minangkabau dan perlu mencari orang yang bisa mengkajinya melalui sejarah dan arkeologi. "Karena kini kita tak acuh lagi dengan kata-kata sakti, kita tak acuh lagi dengan cerita Cindua Mato dan lainnya," tegasnya.

"Kito harus bangga dengan bahasa Minang, dan selalulah berbahasa Minang di setiap kesempatan dan di mana saja. Budaya kita harus kita lestarikan dan harus bersama-sama kita menyelesaikan masalah adat di masa kini dan akan datang," ungkap Tan Sri.

"Perlu dibuat Pusat Kajian Budaya Minangkabau di universitas yang ada di Sumbar, dan ada banyak disertasi peneliti universitas luar negeri yang bisa dijadikan rujukan," tegas Tan Sri sembari mengatakan, di Negeri Sembilan Malaysia, adat Minangkabau masih dipakai dengan baik dan dijaga dengan baik.

"Kaji dan tulislah sejarah Minangkabau dengan jujur, supaya Minangkabau tetap lestari dan tetap dikunjungi orang dari seluruh dunia, dan kita nulis sejarah atas kesadaran akan masa lampau," tegas Rais Yatim.

"Mari kita bangkitkan semangat bangga memakai bahasa Minang, seperti bagaimana orang Jepang yang bangga menggunakan bahasanya di semua kesemapatan dan di mana berada."

"Saya rasa pemakaian kata diaspora perlu dipertimbangkan lagi, karena itu bukan bahasa kita. Sejarah diaspora berawal dari Yunani dan sejarah Yahudi. Orang Minangkabau telah dari dulu akrab dengan kata rantau atau perantau. Lalu kenapa tidak kita pakai istilah perantau saja," ulas Tan Sri.

"In Syaa Allah, Malaysia siap menjadi tuan rumah forum berikutnya dan diharap ada direktori seluruh perantau Minang yang hebat-hebat, termasuk tokoh di ranah," tutupnya.

Direktur Eksekutif MDN-G, Burmalis Ilyas menyebutkan bahwa kehadiran yayasan ini adalah untuk menyatukan perantau Minang di seluruh dunia. "Kita membangun jaringan ini untuk menjadikan orang Minang go internasional, termasuk kuliner dan seni budayanya," ujarnya.

Dijelaskan Burmalis, MDN-G Forum dan Festival Minangkabau 2018 disiapkan panitia lokal yang diketuai Dr M Abduh, Ketua Minang Saiyo Melbourne. "Juga didukung oleh banyak sponsor dari seluruh pelosok dunia," tutupnya.

Setelah acara pengukuhan, dilanjutkan dengan FGD dibidang Budaya dan Pendidikan. FGD dipandu oleh Maskur Chaniago Dt Parpatiah Nan Sabatang dengan pembicara antara lain Prof. Rebecca Fanany, Hasril Chaniago, Prof. Fasli Djalal, Prof. Ismed Fanany.

Topik pariwisata dan energi akan dilanjutkan besok dengan salah seorang pembicaranya adalah Gubernur Sumbar Prof. Irwan Prayitno. Turut hadir walikota Padang, Walikota Payokumbuah, Walikota Pariaman, tokoh perantau Minangkabau dari berbagai negara dan alumnus Deakin University, Miko Kamal. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Rantau lainnya
Berita Internasional lainnya