Wagub Sumbar Serahkan 1,6 Ton Rendang untuk Korban Gempa Palu

Perantau Minang Korban Gempa Palu Dapat Bantuan Uang Kontan Rp150 Juta

AI Mangindo Kayo | Rabu, 10-10-2018 | 21:18 WIB | 205 klik | Nasional
<p>Perantau Minang Korban Gempa Palu Dapat Bantuan Uang Kontan Rp150 Juta<p>Wagub Sumbar, Nasrul Abit, berkesempatan membagikan langsung bantuan rendang dari berbagai lapisan masyarakat Sumatera Barat pada masyarakat Kota Palu yang terkena dampak gempa dan tsunami di lokasi pengungsian, Rabu (10/10/2018). (humas)

VALORAnews - Bantuan uang sebesar Rp1 miliar dari Pemprov Sumbar untuk korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah (Sulteng), diserahkan secara simbolis oleh Wagub Sumbar, Nasrul Abit pada Gubernur Sulteng, Longki Djanggola. Penyerahan dilakukan di kantor gubernur Sulteng, Rabu (10/10/2018).

"Bantuan ini sumbernya APBD. Uang sedang dalam proses transfer," ucap Nasrul Abit disela-sela kunjungan.

Nasrul Abit mengungkapkan, selain bantuan itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumbar juga menyalurkan bantuan sebesar Rp150 juta, bagi perantau Minang di Palu, yang juga jadi korban bencana.


"Ini bantuan dukacita. Ketua Baznas Sumbar, Prof Syamsul Bahri Khatib yang menyerahkan pada perantau. Ikatan Perantau Minang nanti yang akan membagi," ungkap Nasrul Abit.

"Sesuai dengan aspirasi yang berkembang, lakukan dengan baik, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Jumlah ini memang masih kurang, belum dapat memenuhi sebagaimana yang diharapkan," tambahnya.

Terkait hal itu, Nasrul Abit mengimbau warga Sumbar, untuk terus mengumpulkan bantuan, khususnya dalam bentuk uang. Selain itu, peralatan sekolah dan makanan.

"Kondisi saat ini, perekonomian masih lumpuh, belum ada toko-toko yang buka, karena banyak para pengusaha tinggalkan Sulteng. Kota Palu masih sepi dari aktifitas kegiatan perekonomian," ungkap Nasrul.

Selain menyerahkan bantuan, Nasrul Abit juga menyempatkan diri meninjau proses evakuasi di salah satu komplek di Kelurahan Balaroa Palu. Kesedihan dan duka, tampak menyelimuti warga komplek ini. Nasrul Abit juga berkesempatan berdialog dengan masyarakat setempat.

"Semoga proses evakuasi dan rehabilitasi bisa berjalan cepat, sehingga kehidupan masyarakat bisa kembali normal," harapnya. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Rantau lainnya
Berita Nasional lainnya