Ini Data Perantau Minang jadi Korban Gempa, Tsunami dan Likuifaksi Kota Palu

AI Mangindo Kayo | Rabu, 10-10-2018 | 21:40 WIB | 589 klik | Nasional
<p>Ini Data Perantau Minang jadi Korban Gempa, Tsunami dan Likuifaksi Kota Palu<p>Wagub Sumbar, Nasrul Abit meninjau proses evakuasi korban likuifaksi di Perumahan Balaroa Palu, Rabu (10/10/2018). Lokasi ini merupakan komplek perumahan yang tertimbun bencana Likuifaksi akibat gempa yang menimbulkan tsunami. (humas/zardi syahrir)

VALORAnews - Data yang dihimpun, sedikitnya 12 orang perantau Minang yang jadi korban gempa, tsunami atau likuifaksi di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah belum ditemukan hingga Rabu (10/10/2018). Sebanyak 3 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Untuk data perantau Minang yang meninggal dunia, dilaporkan sebanyak 8 orang.

"Besok, 11 Oktober 2018, evakuasi dan pencarian korban, rencananya akan dihentikan. Bagi perantau yang belum ditemukan, kita harus mengikhlaskan. Lokasi bencana yang terkubur lumpur, dianggap kuburan massal," ungkap Wagub Sumbar, Nasrul Abit di Kota Palu dalam siaran pers yang diterima.

Nasrul Abit juga menyempatkan diri meninjau proses evakuasi di salah satu komplek di Kelurahan Balaroa Palu. Kesedihan dan duka, tampak menyelimuti warga komplek ini. Nasrul Abit juga berkesempatan berdialog dengan masyarakat setempat.


"Semoga proses evakuasi dan rehabilitasi bisa berjalan cepat, sehingga kehidupan masyarakat bisa kembali normal," harapnya.

Diungkapkan Nasrul Abit, untuk rumah perantau Minangkabau di Sulteng yang rusak akibat gempa dan tsunami, tercatat 36 unit rumah mengalami rusak berat dan hilang dan 4 unit rumah tersapu tsunami. Kemudian, rumah rusak sedang dan ringan 105 unit.

Melihat langsung kondisi Kota Palu, Nasrul Abit mengimbau warga Sumbar, untuk terus mengumpulkan bantuan, khususnya dalam bentuk uang. Selain itu, peralatan sekolah dan makanan.

"Kondisi saat ini, perekonomian masih lumpuh, belum ada toko-toko yang buka, karena banyak para pengusaha tinggalkan Sulteng. Kota Palu masih sepi dari aktifitas kegiatan perekonomian," ungkap Nasrul. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Rantau lainnya
Berita Nasional lainnya