Nasrul Abit Ingatkan BPBD Cepat Tanggap Sikapi Bencana

AI Mangindo Kayo | Senin, 23-10-2018 | 22:06 WIB | 427 klik | Kab. Pasaman
<p>Nasrul Abit Ingatkan BPBD Cepat Tanggap Sikapi Bencana<p>Wagub Sumbar, Nasrul Abit secara simbolis menyerahkan bantuan dari Pemprov Sumbar bagi korban bencana di Pasaman ke Bupati Pasaman, Yusuf Lubis, Ahad (21/10/2018). (humas)

VALORAnews - Setiap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) di kabupaten/kota di Sumatera Barat, cepat tanggap dalam menghadapi setiap bencana yang terjadi. Membuat pernyataan tanggap darurat selama 7 hari terhadap bencana yang berdampak besar, juga diiringi dengan laporan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Harapannya, akan dapat perhatian untuk dibantu dalam proses penanggulangan bencana tersebut.

Hal itu disampaikan Wakil Gubenur Sumatera Barat, Nasrul Abit, saat penyerahan bantuan bencana Pemprov Sumbar untuk Kabupaten Pasaman, sekaligus takziah di rumah duka Bupati Pasaman, Yusuf Lubis atas meninggalnya sang istri tercinta, beberapa waktu lalu, Ahad (21/10/2018).

Hadir dikesempatan itu, Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Sumbar, Ny Wartawati Nasrul Abit, Bupati Yusuf Lubis, Utusan Dinas Pangan Sumbar, Kepala BPBD Pasaman serrta beberapa kepala OPD Dilingkungan Pemkab Pasaman.


Nasrul Abit menyampaikan, Sumatera Barat merupakan daerah rawan bencana. BPBD merupakan unit kerja pemerintah yang diharapkan mampu memberikan pelayanan penanggulangan kebencanaan secara cepat dan tanggap.

"Dalam kondisi bencana, tentunya masyarakat kita dalam kesusahan yang dalam. Sesuai nawacita, pemerintah mesti dekat dan merespon dengan cepat tanda pemerintah selalu hadir dekat dengan masyarakatnya," urainya.

"Kepala BPBD mesti juga mempelajari segala aturan yang memungkinkan bantuan dan pemakaian segala fasilitas darurat, untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat baik korban maupun masyarakat terdampak bencana tersebut."

"Aturan tentu menjadi pedoman kita dalam memberikan pelaksana penanggulangan bencana kepada masyarakat. Oleh karena itu, setiap kepala BPBD di Sumbar mesti arif dan membaca peluang agar penanggulangan bencana dapat membawa kebaikan daerah," tambahnya.

"Segala ketentuan aturan mesti dijalani dengan baik, karena bencana sesuatu yang tak terduga datangnya. Standar Operasional Pelayanan tentu menjadi ukuran dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana," tambah Nasrul Abit.

Nasrul Abit menambahkan, sebelumnya Pemprov Sumbar juga menyerahkan bantuan sebesar Rp300 juta untuk pembangunan kembali jembatan gantung yang putus di Lubuak Gobing Sungai Batahan, Pasaman Barat.

Bantuan itu dikaitkan juga dengan perpanjangan masa tanggap darurat di Pasbar. Karena, masih ada daerah yang terisolir tidak terjangkau akibat bencana banjir bandang tersebut.

"Perpanjangan masa tanggap darurat merupakan sebuah kebijakan, sesuai kondisi bencana sebuah daerah. Tujuannya yang jelas, bagaimana semua permasalahan dapat segera terdata untuk pelaksanan rehab rekon setelah bencana tersebut," jelas dia.

Kepala BPBD Pasaman, Maspei Kenedi menyampaikan, bencana banjir bandang di Pasaman akibat curah hujan lebat sejak 9 sampai 11 Oktober 2018. Hal ini telah berdampak pada 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman. Lubuk Sikaping, Panti, Padang Galugur, Rao Selatan, Rao, Rao Utara, Mapat Tunggul, Duo Koto, Bonjol dan Tigo Nagari.

Sementara sarana prasarana yang terkena dan rusak, jalan 24 lokasi, jembatan 20 buah, irigasi 21 buah, rumah terendam 1.407 unit, rumah rusak berat 96 unit, sekolah 19 unit, sarana ibadah 19 unit, pasar 1 buah.

Kemudian, sarana air bersih 3 unit, sawah 455 ha, kebun 462 ha, PLTMH 12 unit, kolam ikan 189 buah dengan total kerugian diprediksi Rp80 sampai 100 miliar. "Masyarakat yang terdampak lebih kurang 1.503 kepala keluarga," ungkapnya. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Pasaman lainnya