Siswa SMPN 3 Padang Harus Siap Jadi Orang Besar

AI Mangindo Kayo | Senin, 05-11-2018 | 20:58 WIB | 144 klik | Kota Padang
<p>Siswa SMPN 3 Padang Harus Siap Jadi Orang Besar<p>Wako Padang, Mahyeldi menyemangati siswa siswi SMPN 3 Padang, usai jadi inspektur upacara Senin (5/11/2018) pagi. (humas)

VALORAnews - Siswa SMP Negeri 3 Padang, mendapat suntikan semangat bergelora, Senin (5/11/2018) pagi. Walikota Padang, Mahyeldi yang bertindak selaku pembina upacara, memberikan motivasi terhadap seluruh warga sekolah di Jalan Pulau Karam, Kampung Pondok itu.

"Kalian harus siap jadi orang besar, jadi pemimpin-pemimpin di negeri ini dan harus siap membangun bangsa," kata Mahyeldi dalam amanatnya.

Sebanyak 476 siswa yang berbaris rapi, serentak mengepalkan dan gegap gempita menjawab, "Siaap...!"


Mahyeldi melanjutkan, mulai sekarang siswa sebagai generasi penerus menyongsong Indonesia yang hebat. Bonus demografi yang dimiliki harus dimanfaatkan dengan belajar sungguh-sungguh dan mendapatkan pendidikan sebagai bekal kelak.

"Indonesia mendapatkan bonus demografi. Lebih dari 60 persen merupakan penduduk usia muda. Hal ini harus dimanfaatkan dengan serius mempersiapkan pendidikan generasi muda," ujar Mahyeldi.

Usai upacara, Mahyeldi didampingi Kepala Sekolah, Tanggo Olina meninjau fasilitas sekolah. Terutama yang disorot adalah kebersihan ruangan belajar dan toilet sekolah.

Terlihat, raut puas di wajah walikota, ketika mendapati ruangan kelas, perpustakaan dan toilet yang bersih. Ia minta agar kebersihan lingkungan sekolah terus ditingkatkan. Hal itu kunci dari kenyamanan dalam proses belajar mengajar.

Sementara itu, Tanggo Olina mengungkapkan, rata-rata siswa SMP 3 Padang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Umumnya, orang tua siswa adalah nelayan dan bekerja serabutan. Sehingga, sehari-hari siswa dipengaruhi lingkungan keluarga dan tempat tinggal yang agak keras.

"Dengan latar belakang seperti itu, kami melakukan pembinaan lebih ekstra terhadap siswa. Disamping memberikan pelajaran dan pendidikan kami di sekolah ini sama dengan mengasuh," ungkap Tanggo.

Meskipun demikian, kata dia, pihaknya tidak patah semangat dalam mendidik. Integritas sebagai guru ditantang untuk menjadikan siswa-siswinya menempuh pendidikan dengan baik dan mengantarkan sekolah meraih prestasi.

"Kami selaku guru tidak patah semangat dalam mendidik. Integritas guru memang mendapat tantangan dalam mendidik untuk mewujudkan generasi bangsa yang lebih baik," tukasnya. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Kota Padang lainnya