Berkah Pertemuan di RSUP CM

Mustahik DDS Berbagi Kamar dengan Penderita Tumor Asal Singkarak

AI Mangindo Kayo | Kamis, 02-04-2015 | 12:21 WIB | 1268 klik | Kab. Solok
<p>Mustahik DDS Berbagi Kamar dengan Penderita Tumor Asal Singkarak<p>Kondisi Afriansyah (13), penderita tumor ganas dengan nama ilmiah neurofibromatosis, sebelum berangkat ke Jakarta bersama ibunya. (istimewa)

VALORAnews - Menjejakkan kaki ke ibu kota berharap kesembuhan. Bermodal tanggungan biaya dari BPJS, tak serta merta bisa membuat Afriansyah (13) dan Ibunya, Nurbaiti (39) langsung menghirup udara ibukota dengan nafas lega.

Sesampai di Jakarta pada Februari lalu, ibu dan anak ini sempat terlunta-lunta selama beberapa hari. Kondisi ini menyulitkan Rian, yang sengaja datang jauh-jauh dari Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok untuk berobat.

Bagaimana tidak? Rian didiagnosa mengalami tumor ganas, dengan nama ilmiah Neurofibromatosis. Tumor yang sudah menjangkit mulai dari area lutut hingga telapak kaki Rian ini menuntut harus segera dioperasi.


Saat ini Rian telah menduduki bangku kelas 6 Sekolah Dasar. Tepat sepuluh hari sebelum ujian mid sekolah, Rian harus berangkat ke Jakarta untuk menjalani operasi yang tak mungkin bisa ditunda lagi.

Apa daya, tumor yang menjangkit Rian menunda langkahnya untuk bisa mencicipi kelulusannya dari bangku Sekolah Dasar. Ia harus fokus terhadap operasi. Meski harus menunda kelulusan hingga tahun depan.

Beruntung Rian merupakan peserta BPJS. Dengan begitu ia bebas dari tanggungan biaya operasi yang besarnya puluhan juta rupiah. Berkat antusias partisipasi tokoh masyarakat sekitar, Rian mendapat sejumlah dana yang dihimpun dari kepedulian warga yang ikut mengamini kepulihan Rian.

Terlalu fokus akan tekad menjemput kesembuhan, sesampainya di Jakarta, Rian dan Nurbaiti melupakan hal terpenting, tempat untuk berteduh. Beberapa hari berkeliling, mereka tak menemukan tempat yang bersedia menampung mereka.

Dalam keadaan tak tentu arah, Rian dan Nurbaiti tetap fokus terhadap tujuan utama mereka berada di Jakarta. Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo (RSUP CM), tempat rujukan operasi untuk Rian, menjadi tempat pertemuan mereka dengan salah seorang mustahik Dompet Dhuafa Singgalang, Surya Syafputra.

Lewat perkenalan singkat, mereka saling bertukar cerita dan pengalaman. Mendengar penuturan Nurbaiti dan Rian, Surya dan ibunya luluh. Surya dan ibunya, yang saat itu menginap di Shelter Dompet Dhuafa menawarkan untuk berbagi kamar dengan Rian dan ibunya. Tentu saja Rian dan ibunya menyambut tawaran tersebut dengan gembira.

Hampir genap sebulan, Rian dan Surya berbagi kamar. Kebersamaan mereka telah membuat mereka saling mengetahui kondisi masing-masing. Segala kegiatan pembinaan di Shelter Dompet Dhuafa yang bertempat di belakang RSUP CM ini mereka lalui bersama-sama. Mulai dari kegiatan pengajian, yasinan, dan amalan harian lainnya, rutin mereka lakukan.

Surya adalah mustahik Dompet Dhuafa Singgalang. Pada penghujung 2014 lalu, ibu Surya, Wenny Dahar, mengajukan permohonan kepada Dompet Dhuafa Singgalang untuk membantu biaya pengobatan Surya.

Surya mengalami kecelakaan mobil di akhir 2010 lalu. Akibatnya, Surya mengalami patah tulang klep dekat saluran kemih, yang menyebabkan ia harus menjalani beberapa kali operasi demi mendapatkan saluran kemih buatan.

Terkendala perlengkapan dan peralatan, pihak Rumah Sakit M Djamil Padang merujuk Surya untuk melakukan operasi di RSUP CM di Jakarta. Namun, faktor ekonomi menutup rapat keinginan mereka selama bertahun-tahun hingga akhirnya Wenny memberanikan diri untuk melakukan pengajuan ke Dompet Dhuafa Singgalang.

Saat ini Surya telah melakukan operasi pertama.Surya kini dalam tahap penyembuhan selama tiga bulan menunggu operasi kedua. Dalam masa penyembuhan itulah Surya dipertemukan dengan Rian. "Senang bisa dapat teman sekamar, Rian anaknya baik," tutur Surya dengan wajah sumringah.

Rian dan ibunya juga mengungkapkan rasa syukurnya saat dipertemukan dengan Surya dan ibunya.

"Saat itu kami kebingungan mencari penginapan, beruntung bertemu Surya saat pergi ke rumah sakit. Mereka menawarkan untuk berbagi kamar, tentu saja kami menerima dengan senang hati," ungkap Nurbaiti.

Tangan terbuka yang disodorkan Surya, juga mengetuk pintu kemanusiaan Dompet Dhuafa Singgalang untuk membantu meringankan tanggungan biaya hidup Rian dan Ibunya di Jakarta. Selama di Shelter, Rian dan Nurbaiti tak perlu memusingkan biaya kehidupan sehari-hari lagi.

"Saat mendengar kabar dari Jakarta tentang Rian, saat itu juga kami langsung memproses informasi yang kami terima. Untuk biaya hidup selama pengobatan di Jakarta, Rian dan ibunya tak perlu khawatir lagi," Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra menjelaskan.

Musfi juga menyatakan kesiapsediaan Dompet Dhuafa Singgalang untuk selalu membuka pintu kepedulian bagi kaum mustahik. Kaum dhuafa menyadarkan pentingnya arti berbagi antar sesama. Mereka juga ada sebagai muhasabah diri kita untuk memberi nilai guna bagi orang yang lebih membutuhkan. (relis)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Solok lainnya