Sumbar Super Market Bencana, Wagub: Maksiat Makin Merajela

AI Mangindo Kayo | Selasa, 04-12-2018 | 21:25 WIB | 53 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Sumbar Super Market Bencana, Wagub: Maksiat Makin Merajela<p>Wagub Sumbar, Nasrul Abit memberikan arahan pada Sosialisasi Penerapan Sekolah/Madrasyah Aman Bencana Tingkat SMA/sederajat yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Selasa (4/12/2018). (humas)

VALORAnews -- Wakil Gubenur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengingatkan, pentingnya persiapan diri masyarakat terkait kebencanaan, yang mulai dari pendidikan disekolah-sekolah. Hal ini penting karena Sumatera Barat merupakan daerah rawan bencana.

Hampir semua jenis bencana potensi terjadi seperti gempa bumi, tsunami, banjir, longsor. Hal ini membuat Sumbar dikenal sebagai daerah dengan sebutan 'Super Market Bencana.'

"Dengan membangun budaya siaga pada anak murid dalam menghadapi berbagai potensi bencana, ini akan menimbulkan rasa aman bagi sekolah dan orang tua murid," ujar Nasrul Abit saat membuka Sosialisasi Penerapan Sekolah/Madrasyah Aman Bencana Tingkat SMA/sederajat yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Selasa (4/12/2018).


Dikatakan, simulasi bencana gempa dan tsunami pada anak-anak didik disekolah, agar jadi pedoman penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana. "Sekolah/madrasah aman dari bencana adalah sekolah/madrasah yang menerapkan standar sarana dan prasarana serta budaya yang mampu melindungi warga sekolah dan lingkungan di sekitarnya dari bahaya bencana," terangnya.

Misalnya, apabila terjadi gempa saat proses belajar mengajar berlangsung, murid-murid melakukan lari keluar gedung sekolah atau apabila tidak sempat bisa berlindung di bawah meja.

Selain itu, Nasrul Abit juga menyampaikan, dalam pengunaan dana tanggap darurat harus dipergunakan sebaik mungkin. Jangan pernah ambil keuntungan dalam dana tersebut. "Yang paling menyedihkan dan prihatin, dana bantuan ada, akan tapi takut untuk mempergunakan, sehingga masyarakat banyak teraniaya," tegasnya.

Contohkan terjadi banjir bandang, jembatan putus, sehingga akses ke lokasi terputus dan banyak masyarakat terisolir yang membutuhkan bantuan seperti obat-obatan dan makanan dan lain sebagainya. "Agar ini jadi perhatian untuk tidak terjadi di Sumatera Barat," imbaunya.

Dikesempatan itu, Nasrul Abit juga menyebutkan, datangnya musibah kadang bisa dikaitkan dengan perilaku masyarakat yang melakukan maksiat. "Akhir-akhir ini di daerah kita, tingkat maksiat sudah meresahkan. Apalagi LGBT yang banyak di Sumatera Barat mengingat data yang didapat dari hasil tim Konselor Penelitian Perkembangan Penyakit HIV, diketahui bahwa angka prilaku sex menyimpang (LGBT) di Sumbar ada sekitar 19.000 orang," terangnya.

"Angka ini cukup memprihatinkan dengan nilai-nilai budaya Sumbar yang berfilosofikan Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah. LGBT bukan budaya kita. Jadi, mari kita perangi dan brantas LGBT," ajak Nasrul Abit.

Sejauh ini, memang belum ada payung hukum atau Perda soal penolakan LGBT di Ranah Minang, tapi setiap tingkatan pemerintah bisa lebih dulu membuat Peraturan Nagari seperti yang ada di Pasaman. "Untuk yang pertama, saya mendengar ada Perda LGBT di Kota Pariaman, ini bagus agar di daerah lain bisa mencontoh Perda tersebut sesuai dengan kondisi daerah masing-masing," harapnya.

"Kita perlu mengapresiasi Pemko Payakumbuh dan masyarakat yang telah mendeklarasikan diri tolak Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender (LGBT) di wilayahnya. Baru-baru ini, Kota Padang juga mengikutinya, saya berharap apa yang dilakukan Pemko Payakumbuh dan Kota Padang beberapa waktu lalu itu, juga dapat diikuti oleh kabupaten dan kota lainnya yang ada di Provinsi Sumbar," ajak Nasrul Abit.

Sosialisasi ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Kepala Kantor Kementrian Agama Wilayah Sumbar dan Kepala SMA/Madrasah Aliyah dari 10 kabupaten/kota yaitu dari Pasaman Barat, Agam, Padangpariaman, Solok, Solok Selatan, Kota Padang, Kota Solok dan Pariaman dengan jumlah peserta 120 orang. Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan selama 3 (tiga) hari, 3-5 Desember 2018 di Padang. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya