TPID Padang jadi Tujuan Studi Komparatif

AI Mangindo Kayo | Jumat, 07-12-2018 | 15:26 WIB | 123 klik | Kota Padang
<p>TPID Padang jadi Tujuan Studi Komparatif<p>Wako Padang, Mahyeldi memaparkan pengendalian inflasi di ibu kota provinsi Sumbar ini, saat dikunjungi TPID Propinsi Kepulauan Riau bersama TPID kabupaten/kota se-Propinsi Riau serta TPID Tasikmalaya, Kamis (6/12/2018). (humas)

VALORAnews - Dengan inflasi 2.11% di 2017, terendah ke-5 secara nasional dan terendah di Sumatera, TPID Kota Padang meraih penghargaan sebagai TPID Terbaik dari Presiden Joko Widodo, 26 Juli 2018 lalu. Prestasi atas pengelolaan inflasi yang rendah dan terkendali dari TPID Kota Padang itu, berimbas jadi tujuan studi komparatif dari berbagai daerah.

Kamis (6/12/2018), TPID Kota Padang kembali dikunjungi TPID Propinsi Kepulauan Riau bersama TPID kabupaten/kota se-Propinsi Riau serta TPID Tasikmalaya. Kunjungan tersebut diterima langsung Walikota Padang Mahyeldi bersama Kepala BI Perwakilan Sumatera Barat, Endy Dwi Tjahjono, di ruang pertemuan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Padang.

Dikesempatan itu, Mahyeldi mengatakan, sinergitas seluruh SKPD Kota Padang beserta stakeholders terkait dalam upaya menjaga ketersedian, keterjangkauan, dan kelancaran distribusi barang pokok dan barang strategis menjadi kunci kesuksesan pengendalian inflasi di Kota Padang serta menjalin komunikasi yang efektif dengan seluruh lapisan masyarakat.


"Sinergitas, komitmen serta konsistensi dalam pengawasan dan pengendalian barang, jadi bagian penting dalam pengendalian inflasi. Saya selalu memantau hal tersebut," ujar Mahyeldi.

"Jika terjadi kelangkaan barang, harga tidak terkendali atau kejadian krusial lainnya, maka kita bersama instansi teknis, camat dan lurah segera turun kelapangan. Setelah itu langsung mengambil tindakan menurut skala yang diperlukan," tambahnya.

Ketua Tim Teknis TPID Kota Padang, Edi Dharma mengatakan, untuk mengendalikan inflasi, Kota Padang juga melakukan kerjasama dengan kabupaten/kota di Sumbar yang surplus dalam komiditi yang dibutuhkan. Selain memacu produksi program unggulan daerah, seperti beras, cabai dan bawang merah.

"Perbaikan berbagai sarana dan prasarana perekonomian (Pasar Raya, Pasar Satelit) juga menjadi perhatian utama, sehingga aktivitas perekonomian tidak bertumpu di salah satu pasar," ujar Kabag Perekonomian Kota Padang tersebut.

Studi Komparatif dari TPID Propinsi Kepulauan Riau diikuti Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, Kepala BI Kepulauan Riau, Gusti Raizal. Sedangkan dari TPID Tasikmalaya dipimpin langsung Walikota Tasikmalaya, Budi Budiman, diikuti Sekretaris Daerah Ivan Dickson, Kepala BI Tasikmalaya Eman Patria beserta 50 orang anggota rombongan.

Studi komparatif tersebut juga digelar diskusi dengan menampilkan narasumber Dirut Grafika, Kepala Biro Perekonomian dan Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumbar serta kunjungan lapangan meninjau aktivitas Minang Mart dan Toko Tani Indonesia. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Padang lainnya