Pembangunan Tapak SUTT Picu Longsor, 8 KK Terancam

AI Mangindo Kayo | Jumat, 07-12-2018 | 15:46 WIB | 151 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Pembangunan Tapak SUTT Picu Longsor, 8 KK Terancam<p>Longsor terjadi di perbukitan pada areal seluas 20x20 meter di Jorong Sampu, Nagari Lubuk Gadang Utara, Kabupaten Solok Selatan (Solsel). Longsor ini terjadi akibat pembangunan tapak SUTT di titik itu. (istimewa)

VALORAnews - Pembangunan tapak Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di titik perbukitan Jorong Sampu, Nagari Lubuk Gadang Utara, Kabupaten Solok Selatan (Solsel) mengalami longsor. Warga meminta pembangunan jaringan SUTT untuk menyalurkan listrik dari pembangkit panas bumi ke gardu induk Dharmasraya tersebut dihentikan, karena dinilai mengancam pemukiman.

Wali Nagari Lubuk Gadang Utara, Syafrudin R menyebut, pembangunan tapak SUTT di Jorong sampu itu berada di puncak bukit yang cukup terjal. Di bawahnya ada pemukiman warga. Sedikitnya, delapan rumah warga dengan sembilan kepala keluarga (KK), saat ini terancam bakal tertimpa material longsor.

"Pada peristiwa longsor kemarin, beruntung material longsornya belum sampai ke pemukiman warga. Namun sekarang warga sudah merasa was-was dan khawatir bila longsor kembali terjadi," katanya.


Pihaknya, lanjut Syafrudin, bersama masyarakat meminta kepada perusahaan untuk menghentikan pembangunan tapak SUTT itu, karena dinilai telah mengancam keselamatan warga. Terlebih, material longsor berupa bebatuan sudah sempat sampai ke pekarangan warga.

Kekhawatiran warga sendiri, sambung Syafrudin, telah disampaikan kepada pihak perusahaan rekanan termasuk ke Pemkab Solsel. Sementara, pihak perusahaan jelasnya, masih menunggu tim teknis dari Padang untuk mememui warga yang merasa terancam.

"Pihak rekanan akan menemui masyarakat siang ini untuk membahas kemungkinan longsor dan mencarikan solusinya. Sementara pembangunan telah dihentikan sampai ada solusi dari pihak perusahaan yang melaksanakan pembangunan," sebutnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solsel, Johny Hasan Basri mengatakan, titik longsor tepat terjadi di atas bukit seluas 20x20 meter di Jorong Sampu. Pihaknya bersama kepolisian dan TNI telah meninjau lokasi bukit yang terban tersebut.

"Bukit seluas 20x20 meter itu sekarang mulai longsor karena di atas bukit sudah dibuka untuk tapak pembangunan SUTT. Longsoran bukit tersebut ada dua arah dan sudah hampir sampai ke rumah warga," katanya.

Warga yang bermukim di bawah bukit tersebut, lanjutnya, saat ini telah mengungsi di rumah anggota keluarganya yang lain. Warga, katanya, bersama pemerintah nagari setempat meminta agar kelanjutan pembangunan tapak SUTT itu dihentikan.

"Warga sekarang memang khawatir jika bukit itu terban kembali. Terlebih bila diguyur hujan lebat yang berpotensi bisa menyebabkan terjadinya longsor lagi dan menimpa rumah mereka. Namun, kita harap hal itu tidak terjadi," sebutnya didampingi Sekretaris BPBD Solsel, Sumardianto.

Johny mengimbau agar masyarakat tetap waspada, bila telah kembali ke kediamannya di lokasi longsor. Dikatakannya, kalau hujan tinggi bila perlu mengungsi dulu untuk sementara demi keselamatan.

Di sisi lain, pihak perusahaan PT Rekadaya Elektrika yang mengerjakan pembangunan tapak SUTT itu, menolak upaya konfirmasi dari sejumlah wartawan untuk diberitakan. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Solok Selatan lainnya