10 Pabrik Aqua Raih Penghargaan Industri Hijau 2018

AI Mangindo Kayo | Rabu, 12-12-2018 | 18:51 WIB | 163 klik | Kab. Solok
<p>10 Pabrik Aqua Raih Penghargaan Industri Hijau 2018<p>Humas Aqua Solok, Asra'i menerima Penghargaan Industri Hijau 2018 dari Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato, sebagai perwakilan Pabrik Danone-Aqua Solok, salah satu dari 10 pabrik perusahaan yang bergerak di sektor air minum dalam kemasan itu, Rabu (12/12/2018) di Jakarta. (istimewa)

VALORAnews - Danone-Aqua raih Penghargaan Industri Hijau 2018 dari Kementerian Perindustrian. Penghargaan ini diraih atas upaya secara aktif dan bijak menggunakan sumber daya dan teknologi yang ramah lingkungan pada 10 pabriknya.

Kebijakan itu, dinilai mampu menciptakan efektivitas dan efisiensi bagi keberlanjutan operasional tiap pabrik. Penghargaan ini diberikan Menteri Perindustrian Republik Indonesia kepada perwakilan dari 10 Pabrik Danone-Aqua, Rabu (12/12/2018) di Jakarta.

"Saat ini, industri hijau sudah jadi tuntutan pasar seiring dengan semakin tingginya kepedulian pasar akan kelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, usai memberikan penghargaan.


Kesepuluh pabrik yang meraih Penghargaan Industri Hijau adalah Pabrik Aqua Mekarsari, Babakan Pari, Cianjur, Subang, Ciherang, Citeureup, Bekasi, Solok, Langkat dan Berastagi. Keberhasilan itu didasarkan pada hasil audit dan verifikasi lapangan oleh Tim Industri Hijau.

Sejak 2010, Kementerian Perindustrian menyelenggarakan kegiatan Penghargaan Industri Hijau, sebagai salah satu upaya mendorong perusahaan industri manufaktur melakukan efisiensi penggunaan sumber daya material, energi, dan air dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Penghargaan Industri Hijau 2018 yang merupakan penyelenggaraan yang kesembilan kali ini, diberikan kepada perusahaan industri nasional yang terbagi dalam 3 kategori, yaitu Industri Besar, Industri Menengah, dan Industri Kecil. Upaya ini merupakan bentuk apresiasi serta motivasi pemerintah kepada sektor industri dalam negeri yang telah menerapkan prinsip-prinsip industri hijau dalam proses produksinya.

Airlangga menegaskan, penerapan konsep industri hijau mampu mendorong perusahaan untuk terus melakukan perbaikan dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi, dengan biaya yang rendah.

"Dalam rangka mempercepat penerapan industri hijau, Kemenperin mempunyai dua strategi utama yaitu melalui kegiatan penghargaan industri hijau dan sertifikasi industri hijau," tuturnya.

Sebagai bagian dari Danone, Danone-Aqua, pelopor perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia, memiliki visi One Planet One Health, yang percaya bahwa kesehatan masyarakat dan kesehatan bumi memiliki interkoneksi. Untuk menjaga agar bumi sehat dan lestari, perusahaan ini menerapkan Planet Sirkular dalam operasionalnya yaitu sirkular air, plastik dan karbon.

"Seluruh pabrik AQUA di Indonesia telah memberikan upaya terbaiknya untuk menerapkan prinsip industri hijau dalam menjalankan kegiatan operasional sehari-hari, yaitu melalui efisiensi produksi dan peningkatan efektivitas serta penggunaan sumber daya alam secara bijak," jelas Water Resource-Nature and Process Technology Danone-Aqua Director, Azwar Satrya Muhammad.

Saat ini, terang dia, pabrik tengah menerapkan sirkularitas dalam menjalankan kegiatan bisnis dengan memperhatikan kelestarian lingkungan melalui penggunaan kemasan ramah lingkungan,pengelolaan sumber daya air dan kenetralan karbon. "Hal ini yang mendorong Danone-Aqua terus tumbuh secara berkelanjutan," terang dia.

Selain itu, Azwar menambahkan, Danone-Aqua senantiasa menyelaraskan pertumbuhan bisnisnyadengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Hal itudicapai melalui pengembangan berbagai inovasi yang terus dilakukan dalam operasional perusahaan. Salah satunya adalah penggunaansolar panel.

Perusahaan-perusahaan, termasuk Danone-Aqua,yang mendapatkan Penghargaan Industri Hijau 2018 ini membuktikan sebagai pelaku industri yang terus bertransformasi menuju industri berbasis inovasi yang tangguh dan berdaya saing tinggi serta tetap memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian lingkungan. Hal ini membuat dunia industri dalam negeri sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi nasional terus berkembang menuju kinerja yang lebih baik.

Pengakuan terhadap kinerja sektor industri nasional juga didapatkan dari United Nations Industrial Development Organization (UNIDO). Pada 2018, UNIDO menempatkan Indonesia di urutan ke-9. Penilaian UNIDO tersebut berdasarkan dari jumlah produksi dan nilai tambah industri manufaktur. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Bisnis lainnya
Berita Kab. Solok lainnya