Jokowi Dekat dengan Islam, Ini Alasan Samawi

AI Mangindo Kayo | Rabu, 26-12-2018 | 19:53 WIB | 86 klik | Nasional
<p>Jokowi Dekat dengan Islam, Ini Alasan Samawi<p>Koordiantor Nasional (Kornas) Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi), Ahmad Nizar Saputra diwawancarai wartawan usai pengukuhan Samawi Sumbar di Asrama Haji Padang, Rabu (26/12/2018). (mangindo kayo/valoranews)

VALORAnews - Koordiantor Nasional (Kornas) Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi), Ahmad Nizar Saputra menilai, Joko Widodo (Jokowi) merupakan pemimpin yang dekat dengan Islam. Nizar kemudian mengilustrasikan kedekatan itu dengan kebijakan Jokowi selama menjabat kepala negara. Seperti, penetapan hari santri, membangun rumah susun sewa (Rusunawa) bagi Pondok Pesantren hingga memfasilitasi pendirian Bank Wakaf dan Koperasi di berbagai pesantren yang ada di Indonesia

"Jika ada yang mengatakan Pak Jokowi anti Islam, maka saya katakan, Jokowi lah yang membangun Rusunawa di pesantren buat santri, Pak Jokowi juga punya program Bank Wakaf dan Koperasi di pesantren. Ini adalah bukti nyata Pak Jokowi dekat dengan Islam di samping kehidupan pribadi beliau yang selama ini memang relegius," jelas Nizar pada wartawan, usai pengukuhan Samawi Sumbar di Asrama Haji Padang, Rabu (26/12/2018).

Kenapa harus Jokowi lagi? "Jokowi adalah presiden yang paham dengan kondisi Indonesia. Jokowi ingin membangun Indonesia dengan berkeadilan untuk seluruh rakyat, tidak hanya Jawa sentris tapi Jokowi menerapkan pembangunan Indonesia sentris," urai Nizar menjawab wartawan.


Dikatakan, Samawi telah berdiri di 10 provinsi di Indonesia. Sumatera Barat merupakan wilayah terakhir yang dideklarasikan. "Mulai Januari 2019, semua jaringan bergerak ke akar rumput untuk memenangkan Jokowi," terangnya.

Dijelaskan Nizar, Samawi berdiri dengan dua tujuan. Pertama, ingin menampilkan Islam yang Rahmatan Lil 'Alamin di Indonesia. Kedua, jika Jokowi terpilih untuk periode kedua, maka Samawi akan jadi bagian utama dalam pembangunan di pemerintahan Jokowi periode kedua.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan untuk memenangkan Pak Jokowi. Relawan Samawi ini berbasis di desa-desa," tukasnya.

Tugas relawan Samawi, terang dia, terjung langsung ke tengah-tengah masyarakat. Selain membantah berita hoax dan fitnah yang dialamatkan ke Jokowi, tukasnya, Samawi juga mesti melahirkan program nyata. "Untuk Sumbar, Gerakan Rehab Seribu Surau yang digagas. Ini strategis bagi perjuangan Samawi dalam merebut simpati masyarakat," terangnya.

Sementara, Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Samawi Sumbar, Rudy Ahmad Syafrudin bertekad untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Sumatera Barat. "Semua ulama muda yang tergabung di Samawi, akan bergerak ke akar rumput menyosialisasikan keberhasilan Jokowi dalam memimpin Indonesia," terangnya.

Rudi mengakui, aneka fitnah dan hoax dialamatkan ke Pak Jokowi di musim kampanye pemilu 2019 ini. "Fitnah dan hoax dilarang dalam agama. Untuk itu, jaringan ulama muda ini akan memberikan pemahaman yang benar pada masyarakat melalui forum-forum pengajian," tegasnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Rantau lainnya
Berita Nasional lainnya