Proyek Program Kotaku di Batang Arau Diserahterimakan

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 05-01-2019 | 18:05 WIB | 255 klik | Kota Padang
<p>Proyek Program Kotaku di Batang Arau Diserahterimakan<p>Kepala Satker Randal Cipta Karya Kementrian PUPR, Syafrianti didampingi Zulherman (Kepala Satker Pengembangan Infrastruktur Pemukiman), lakukan serah terima proyek Program Kotaku di kawasan Batang Arau pada Pemko Padang, Sabtu (5/1/2019) di kediaman Wali Kota Padang, Jalan A. Yani. (humas)

VALORAnews - Wajah kawasan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang semakin menawan setelah dibenahi dengan menghabiskan Rp25 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan jalan, pedistrian drainase, taman serta sarana pendukung lainnya.

Hasil pembenahan yang dilakukan sejak pertengahan 2018 lalu itu, diserahterimakan secara resmi dari Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR kepada Pemerintah Kota Padang, Sabtu (5/1/2019) di kediaman Wali Kota Padang, Jalan A. Yani.

Wali Kota Padang, Mahyeldi mengatakan, pembenahan kawasan Batang Arau yang didanai APBN murni melalui Ditjen Cipta Karya, merupakan bukti kepercayaan pusat terhadap keseriusan Pemerintah Kota Padang dalam penanganan kawasan kumuh dan pengembangan pariwisata serta mitigasi bencana. Hal ini agar terus ditindaklanjuti dengan menjaga kawasan ini supaya tetap tertata dan terpelihara semua sarananya.


"Pembenahan kawasan Batang Arau masih akan dilanjutkan pada 2019 nanti. Pemko Padang kembali mendapat support APBN sebesar Rp18 miliar guna penuntasan pedistrian dan drainase Batang Arau di Kelurahan Seberang Palinggam," jelas Mahyeldi.

Mahyeldi berharap, OPD terkait bisa bersinergi dalam kelancaran pelaksanaan pembangunan di Batang Arau tersebut. Peran camat dan lurah juga sangat diperlukan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, juga mendorong terbentuknya komunitas-komunitas peduli lingkungan dan peduli pariwisata serta memberdayakan masyarakat untuk pengembangan ekonomi.

"Diharapkan semua OPD terlibat dalam menjaga dan mengembangkan kawasan ini, termasuk camat dan lurah agar mendorong masyarakat bersama komunitas-komunitas yang ada untuk pengembangan ekonomi warga," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Padang, Yenni Yuliza menyebutkan, disamping telah dialokasikan sebesar Rp18 miliar dari APBN untuk tahap lanjutan pada 2019 ini, pihaknya kembali mengajukan sebesar Rp50 miliar berupa Bantuan Dana Investasi (BDI) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Dana ini direncanakan untuk pembangunan vertical housing (rumah susun) untuk warga dan melengkapi sarana dan prasarana lainnya yang masih sangat diperlukan di kawasan itu.

"Untuk penanganan kawasan kumuh Batang Arau yang juga destinasi wisata sekaligus kawasan rawan bencana, maka kami mengusung tema mitigasi dan destinasi dalam pengembangannya. Di samping Rp18 miliar yang sudah masuk APBN, kami mengajukan Rp50 miliar lagi untuk membangun vertikal housing dan jalur evakuasi guna mitgasi bencana," tukasnya.

Dikesempatan itu, hadir dari Satker Kementerian PUPR wilayah Sumbar yaitu Kepala Satker Randal Cipta Karya, Syafrianti dan Kepala Satker Pengembangan Infrastruktur Pemukiman, Zulherman, para Assiten Daerah Kota Padang, Direksi PDAM Padang serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Padang. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Padang lainnya