Pariwara Pemkab Solok Selatan

Muzni Zakaria-Abdul Rahman Optmistis Bawa Solsel Lepas dari Status Tertinggal

AI Mangindo Kayo | Senin, 07-01-2019 | 17:50 WIB | 291 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Muzni Zakaria-Abdul Rahman Optmistis Bawa Solsel Lepas dari Status Tertinggal<p>Salam komando Bupati Solsel, Muzni Zakaria dan Abdul Rahman (Wakil Bupati) pada perayaan HUT Solsel ke-15 tahun 2018, Senin (7/1/2019). (humas)

VALORAnews - Bupati Solok Selatan (Solsel) Muzni Zakaria dan Abdul Rahman (Wakil Bupati), kian optimistis mampu mengentaskan kemiskinan di daerah itu menjelang tuntasnya masa kepemimpinan di periode kedua ini.

Di usia daerah yang telah menginjak angka ke-15 tahun di 2019 ini, pasangan petahana itu bahkan telah menyiapkan strategi jitu untuk mewujudkan visi misi sejahtera dan religius yang diusungnya.

"Membangun dan memajukan ekonomi masyarakat di kabupaten ini, menjadi cita-cita besar kami sebagai Kepala Daerah. Visi misi "Sejahtera dan Religius" Itu sudah menunjukkan hasil yang positif. Angka kemiskinan dan pengangguran tiap tahun terus mengalami tren penurunan," kata Muzni Zakaria didampingi Abdul Rahman saat hajatan perayaan HUT Solsel ke-15, di halaman kantor bupati, Senin (7/1/2019).


Dijelaskan, angka kemiskinan dan pengangguran di Solsel dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Di tahun 2017 lalu, tingkat kemiskinan Solsel berada di angka 7,21 persen. Turun dari sebelumnya yang diketahui ada di angka 7,52 persen pada tahun 2015. Demikian pula dengan angka pengangguran yang turun menjadi 5,54 persen di tahun 2017 dari 6,30 persen di tahun 2015.

Kemudian, pihaknya juga masih tetap fokus mengembangkan sektor pariwisata untuk mengangkat popularitas Solsel. Untuk itu, daerah mengalokasikan belanja modal untuk pariwisata ini dari APBD hingga Rp20 miliar.

Oleh karena itu, lanjut Muzni, pihaknya tak pernah bosan jemput bola dan terus melobi anggaran-anggaran pusat. Untuk menopang pembangunan yang ditargetkan. Tahun ini sebutnya, pemerintah pusat mengalokasikan Rp121 miliar lebih untuk pembangunan infrastruktur di Solsel.

Bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) serta alokasi anggaran dari Pemprov Sumbar.

Anggaran tersebut diperuntukkan untuk peningkatan ruas jalan nasional dari batas Surian ke Batas Sungai Penuh. Peningkatan jalan Provinsi yang menghubungkan Solsel Dharmasraya. Pembangunan jembatan penghubung Abai-Dharmasraya di Batu Lauang.

Pada pertengahan Maret 2019 nanti, tambah Muzni, juga akan dimulai pekerjaan revitalisasi kawasan Seribu Rumah Gadang di Koto Baru dan sudah terkontrak dengan besaran dana sebesar Rp110 miliar. Selain itu, Pemkab Solsel juga akan terus melobi pemerintah pusat untuk realisasi Akses jalan Kambang-Muaralabuh tahun ini.

Lalu, Solsel dalam tahun ini juga membawa optimisme, lepas dari daerah tertinggal. "Mudah-mudahan tercapai karena kita sekarang di ranking 20 besar dari 122 kabupaten/kota tertinggal di seluruh Indonesia," sebutnya.

Pada momentum perayaan HUT Solsel tersebut, Bupati juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang telah membantu berbagai kegiatan pembangunan dan suasana kondusif yang telah tercipta di Solsel selama ini.

Di sisi lain, ia juga menyampaikan permohonan maafnya terkait ada pihak-pihak yang teralfakan dalam undangan.

"Jika dalam pelaksanaan HUT ini ada undangan atau informasi yang mungkin belum tersampaikan kepada berbagai pihak. Izinkan saya pada kesempatan ini untuk meminta maaf pada masyarakat dan juga perantau kita yang belum mendapatkan undangan dari pihak panitia," ujar Muzni.

Senada, Ketua DPRD Solsel, Sidik Ilyas mengatakan, bakal terus mendukung program-program prioritas pembangunan yang direncanakan pemerintah daerah.

Pihaknya, kata Sidik, juga meminta maaf kepada masyarakat Solsel jika wakil rakyatnya belum mampu berbuat maksimal sebagaimana yang diharapkan.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno melalui Asisten Pemerintahan dan Otoda, Devi Kurnia yang turut hadir dalam perayaan HUT Solsel itu menyebutkan, semua aktor pembangunan daerah itu diharapkan lebih giat lagi membantu perwujudan visi misi kepala daerah.

Devi juga mengapresiasi hubungan antar lembaga pemerintahan di Solsel yang kian harmonis. "Tahun 2013 lalu, ketika saya hadir di sini pada waktu paripurna, terus terang suasananya 'mencekam' dan dinamikanya sangat tinggi," ungkapnya.

"Alhamdulilah, sekarang ditemui suasana kondusif. Tadi selama bapak bupati berpidato, saya perhatikan suasananya sangatlah cair dan penuh keakraban," ujarnya.

Suasana kondusif tersebut, lanjutnya, perlu dipertahankan dan ditingkatkan sebagai modal dalam pembangunan Solsel ke depan. Kemudian, kata Devi, Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Solsel juga perlu ditingkatkan.

Hadir dalam hajatan HUT ke-15 Solsel itu, Anggota DPD RI, Leonardy Harmainy, Forkopimda Provinsi Sumbar dan Solsel, Wakil Walikota Solok Reiner, Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Irwan Afriadi, Sejumlah pimpinan DPRD di Sumbar dan daerah tetangga, OPD, masyarakat dan perantau, BUMN, perusahaan serta undangan lainnya. (adv)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Solok Selatan lainnya