Duet Muzni Zakaria-Abdul Rahman Bawa Solsel Makin Maju

AI Mangindo Kayo | Rabu, 09-01-2019 | 20:44 WIB | 364 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Duet Muzni Zakaria-Abdul Rahman Bawa Solsel Makin Maju<p>Bupati Solsel, Muzni Zakaria dan Wakil Bupati Abdul Rahman didampingi Ketua TP-PKK Ny Suriati Muzni dan Ketua GOW, Ny Ayu Abdul Rahman foto bersama di atas panggung perayaan HUT Solsel 2018, kemarin. (humas)

VALORAnews - Memasuki usia ke-15 tahun sejak dimekarkan dari Kabupaten Solok di 2004 silam, Kabupaten Solok Selatan (Solsel) semakin menunjukkan kemajuan. Hal itu dibuktikan dengan deretan prestasi dan keberhasilan yang diciptakan di bawah kepemimpinan Bupati Solsel H Muzni Zakaria dan Wakil Bupati H Abdul Rahman.

Memasuki tahun ke-3 sebagai kepala daerah Solok Selatan periode 2016-2021, telah banyak keberhasilan pembangunan, pelayanan publik, pariwisata dan pemerintahan yang telah dicapai hingga tahun ini. Hal itu, kata Muzni, memperlihatkan capaian yang cukup menggembirakan, walaupun beberapa hal masih perlu pembenahan.

"Saya optimistis, akselerasi laju pembangunan pada semua sektor akan dapat kita tingkatkan, dengan menekankan pembangunan yang seimbang, berkeadilan dan berkelanjutan," ungkap Muzni didampingi Abdul Rahman, usai pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Solok Selatan ke-15 di halaman kantor bupati, Senin (7/1/2019).


Di bidang infrastruktur, tahun 2019 Pemkab Solsel menganggarkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sebesar Rp121 Miliar lebih yang tersebar diberbagai kecamatan yang ada di Solsel.

Sedangkan ditingkat pusat Pemkab Solsel telah mengupayakan melalui Kemenko Maritim dan Kementerian PUPR berupa peningkatan jalan Nasional Batas Surian menuju perbatasan Kabupaten Kerinci Jambi sebesar Rp162 Miliar.

Kemudian, peningkatan jalan dan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Solok Selatan dari Abai menuju Kabupaten Darmasraya yang jumlahnya mencapai ratusan miliar, pembangunan Jalan Taluak Aia Putih, Tandai menuju Simpang PB melalui dana DAK sebesar Rp33,146 miliar. Realisasi jalan tembus Kambang Pesisir Selatan menuju Muara Labuh.

Di bidang Pariwisata, revitalisasi Saribu Rumah Gadang yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo di tahun 2018 dengan anggaran Rp110 Miliar akan dimulai pekerjaanya pada pertengahan Maret 2019.

"Di samping itu, Pemeirntah Daerah juga telah mengalokasikan belanja modal dalam bidang pembangunan dan peningkatan beberapa destinasi pariwisata sebesar Rp20 miliar untuk pariwisata seperti Bumi Perkembahan Camintoran, Goa Batu Kapal, Hot Water Boom dan Situs Sejarah Rumah Gadang Panjang," ungkapnya.

Sementara itu, dalam pembangunan non fisik, pencapaian visi dan misi utama agar Kabupaten Solsel kelaur dari status daerah tertinggal mendekati harapan, Muzni dan Abdul Rahman menargetkan di tahun 2019 Solsel sudah keluar dari status daerah tertinggal.

"Sekarang kita berada di posisi di bawah 20 besar dari 122 kabupaten/kota tertinggal, dengan akan dikeluarkannya dari status daerah tertinggal yang berada di posisi 50 besar, maka kita optimistis tahun ini akan keluar dari daerah tertinggal," ungkap Muzni.

Di bidang pengurangan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran cukup menggembirakan, di tahun 2017 angka kemiskinann turun menjadi 7,21 dari sebelumnya 7,52 tahun 2015, dan angka penangguran tahun 2015 sebesar 6,30 turun menjadi 5,54 di tahun 2017. Hal itu, kata Muzni, berkat program-program yang diupayakannya untuk mengurangi angka kemiskinan, salah satunya adalah bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR.

Kabupaten Solok Selatan sendiri mendapat bantuan program BSPS sebanyak 641 unit rumah tahun 2017 dan tahun 2018 sebanyak 798 unit rumah dan 53 unit rumah dari DAK.

Di bidang pengelolaan keuangan daerah, Kabupaten Solsel berhasil dua tahun berturut-turut meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI atas hasil pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2016 dan 2017.

"Alhamdulillah, dengan raihan tersebut, Pemkab Solok Selatan mendapat tambahan dana insentif daerah tahun 2019 sebesar Rp36 Miliar, sedangkan DAK kita meningkat sebesar 63 persen dari Rp147 Miliar lebih di 2018 menjadi Rp233 Miliar lebih di 2019," urainya.

Di bidang keagamaan, setelah melaksanakan bus bantuan gratis kepada BKMT sebanyak 7 buah pada 2017, pembangunan Masjid Agung Solok Selatan telah menyelesaikan tahap pertama dan kedua, untuk tahun ini merupakan tahun terakhir dengan anggaran Rp47 Miliar.

"Pemerintah daerah juga fokus membantu masyarakat yang kurang mampu melalui program Baznas. Di 2018, Baznas telah menghimpun dana zakat Rp2,9 Miliar dan telah tersalurkan ke mustahiq sebanyak 3,255 orang sebesar Rp2,4 Miliar," ungkapnya.

"Selain pencapaian visi dan misi, Kabupaten Solok Selatan juga memperoleh beberapa prestasi dan penghargaan di 2018, di antaranya Juara 1 nasional Kategori Situs Sejarah Terpopuler (Rumah Gadang Panjang), juara I lomba sekolah sehat tingkat provinsi dan harapan I tingkat nasional, Juara I tingkat provinsi Sumbar PLKB non PNS, Juara I lomba hatinya PKK tingkat Provinsi, dan banyak lagi," tuturnya.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno melalui Asisten Pemerintahan dan Otoda, Devi Kurnia yang turut hadir dalam perayaan Hut Solsel itu menyebutkan, semua aktor pembangunan daerah itu diharapkan lebih giat lagi membantu perwujudan visi misi kepala daerah. Devi juga mengapresiasi hubungan antar lembaga pemerintahan di Solsel yang kian harmonis.

Suasana kondusif tersebut, lanjutnya, perlu dipertahankan dan ditingkatkan sebagai modal dalam pembangunan Solsel ke depan. Kemudian, kata Devi, Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Solsel juga perlu ditingkatkan.

Hadir dalam hajatan HUT ke-15 Solsel itu, Anggota DPD RI, Leonardy Harmainy, Forkopimda Provinsi Sumbar dan Solsel, Wakil Walikota Solok, Reiner, Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Irwan Afriadi, Sejumlah pimpinan DPRD di Sumbar dan daerah tetangga, OPD, masyarakat dan perantau, BUMN, perusahaan serta tamu undangan lainnya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Solok Selatan lainnya