Izin CFD di Khatib Sulaiman Hanya Sekali, Ini Alasannya

AI Mangindo Kayo | Minggu, 20-01-2019 | 16:40 WIB | 316 klik | Kota Padang
<p>Izin CFD di Khatib Sulaiman Hanya Sekali, Ini Alasannya<p>Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengibarkan bendera start pada Car Free Day (CFD) di Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang, Ahad (20/01/2019) pagi. (humas)

VALORAnews - Wali Kota Padang, Mahyeldi mengapresiasi pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang, Ahad (20/01/2019) pagi. Karena, CFD bisa meningkatkan animo masyarakat terhadap olahraga dan menjadikan olahraga sebagai life style.

"Antusias masyarakat cukup tinggi di acara CFD ini. Kita sangat senang masyarakat mencintai olahraga," ungkap Mahyeldi saat mengikuti CFD tersebut.

Dikatakan, pelaksanaan CFD juga perlu untuk dikaji ulang. Mengingat Jalan Khatib Sulaiman merupakan jalan protokol Kota Padang, yang menjadi akses masyarakat. Serta, jalan tersebut beserta tamannya juga baru selesai dibangun ulang.


"Izin yang saya keluarkan hanya untuk hari ini. Pelaksanaan CFD di Jalan Khatib Sulaiman akan kita evaluasi," tutur Mahyeldi.

Ia menjelaskan, CFD merupakan ajang untuk olahraga bagi masyarakat, bukan tempat berjualan. Masyarakat juga harus menjaga kebersihan beserta taman di sepanjang Jalan Khatib Sulaiaman.

"Kita mengapresiasi acara ini, tapi jika CFD diikuti ribuan masyarakat, tentunya akan menimbulkan kerusakan taman dan sampah yang berserakan," ujar Mahyeldi.

"Saya sudah perintahkan Dinas Lingkungan Hidup dan camat untuk memeriksa lokasi CFD ini, baik itu terkait sampah, kerusakan taman, parkir kendaran dan pedagang. Karena saya juga temukan banyak yang berjualan di pinggir jalan. Bersih sebelum acara dan bersih setelah acara. Panitia harus bertanggungjawab," kata Mahyeldi.

Dikesempatan itu, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengatakan, CFD atau Hari Bebas Kendaran Bermotor (HBKB) bertujuan untuk menyosialisasikan ke masyarakat, agar menurunkan ketergantungan terhadap kendaraan bermotor.

"HBKB atau CFD ini merupakan gaya hidup masyarakat metropolitan, kita mencoba menurunkan animo masyarat agar tidak tergantung dengan kendaran bermotor. Lebih memilih berjalan kaki atau memakai sepeda untuk berlibur," terang Iwan saat membuka acara CFD itu.

Ia menambahkan, dipilihnya Jalan Khatib Sulaiman sebagai lokasi CFD, merupakan bagian dari peringatan 70 tahun gugurnya Khatib Sulaiman, yang diusulkan sebagai pahlawan nasional.

"Khatib Sulaiman, seorang pemuda dari Nagari Sumpur di tepian Danau Singkarak, dikenal sebagai pemusik andal dan ikut berjuang melawan Agresi Militer Belanda di Indonesia," tuturnya. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Sport lainnya
Berita Kota Padang lainnya