24 Master Teacher Ikuti Pelatihan Wajib Militer

AI Mangindo Kayo | Jumat, 03-04-2015 | 10:51 WIB | 1097 klik | Kota Padang
<p>24 Master Teacher Ikuti Pelatihan Wajib Militer<p>Para guru peserta SMT foto bersama dengan jajaran Menwa Unand dalam kegiatan Military Teacher Super Camp. (istimewa)

VALORAnews - Panas, gerah dan capek. Perasaan tersebut tak mampu menandingi antusias 24 guru School of Master Teacher (SMT) dalam kegiatan Military Teacher Super Camp (MTSC) yang diagendakan Sabtu dan Minggu (28-29/3/2015) lalu di lingkungan Universitas Andalas, Kampus Unand (Unand) Limau Manis, Padang.

MTSC merupakan bagian dari kegiatan Program SMT Dompet Dhuafa Singgalang. Kegiatan ini merupakan program peningkatan kualitas guru dengan mengedepankan karakter 3P (Pengajar, Pendidik, dan Pemimpin).

Kegiatan MTSC ini digawangi Koordinator Pelaksana SMT dari Tim Dompet Dhuafa Singgalang, Rizki Ikhwan dan Tryas Wardani Nurwan. Dengan menggandeng Resimen Mahasiswa (Menwa) Unand, mereka menjadikan para guru yang lulus seleksi dari berbagai pelosok daerah Sumatera Barat ini, layaknya pasukan militer.


"Tujuan utama kegiatan MTSC ini adalah untuk menanamkan rasa disiplin bagi guru-guru SMT berteladan dari sistem kemiliteran dan mengembangkan jiwa kepemimpinan bagi guru. Ini adalah salah satu bentuk dukungan Dompet Dhuafa Singgalang bagi dunia pendidikan di tanah air," tegas Rizki.

Rizki mengemukakan alasan pemilihan Menwa sebagai instruktur kegiatan. Menurut Rizki, Menwa juga merupakan bagian dari militer. Secara organisasi, Menwa mendapat pendidikan semi-militer yang dibina secara langsung oleh militer.

"Menwa adalah mahasiswa terdidik. Mereka memiliki kedisiplinan yang bagus. Menwa juga memiliki dedikasi yang cukup baik sebagai sebuah organisasi di kampus yang malaksanakan segala bentuk kebijakan dan pengamanan pimpinan di kampus," imbuh Rizki. (relis)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Padang lainnya