Pantai Muaro Lasak Disesaki Pedagang

AI Mangindo Kayo | Minggu, 05-04-2015 | 08:33 WIB | 1566 klik | Kota Padang
<p>Pantai Muaro Lasak Disesaki Pedagang<p>Wako Mahyeldi didampingi Hervan Bahar (Kepala Bappeda Padang) saat meninjau kondisi Pantai Muaro Lasak, Minggu (5/4/2015) pagi. Ditemukan, jumlah pedagang yang makin menyesaki kawasan pantai dengan dilengkapi taman bermain itu. (humas pemko padang)

VALORAnews - Walikota Padang, Mahyeldi melakukan kunjungan mendadak ke kawasan Pantai Muaro Lasak, Minggu (5/4/2015) pagi. Didampingi sejumlah jajarannya, Mahyeldi menemukan cukup banyak faktor penyebab, menurunnya daya tarik Pantai Muaro Lasak, beberapa waktu terakhir.

Dalam kunjungan itu, hal yang cukup mengganjal dan jadi perhatian khusus Mahyeldi yakni, pedagang yang memenuhi taman Muaro Lasak. Tidak tertatanya tenda dan pondok yang dibangun pedagang, membuat Muaro Lasak tidak enak dipandang mata. Para pengunjung pun menjadi tak nyaman untuk berwisata di kawasan itu.

"Pedagang boleh untuk berdagang di kawasan ini, akan tetapi tentu ditata dengan baik," kata Mahyeldi kepada warga sekitar termasuk lurah, RT dan RW di daerah itu.


Harapan Mahyeldi, pedagang yang berjualan di Muaro Lasak, tidak membuat tenda atau pondok secara permanen. Pedagang yang berjualan di kawasan itu, mesti berdagang secara mobile atau tidak menggunakan tenda maupun pondok, yang dapat mengurangi keindahan kawasan pantai.

Apabila nanti pedagang telah selesai berjualan, seluruh barang dagangan dibawa kembali ke rumah masing-masing dan tak ada yang tertinggal di kawasan pantai.

Menurut Kepala Bappeda Padang, Hervan Bahar, pada saat kawasan Muaro Lasak dibangun, hanya delapan pedagang yang berjualan di lokasi itu. Kepada mereka, Pemko telah memberi kompensasi agar tidak lagi berdagang di lokasi itu.

Namun, seiring perjalanan waktu, ternyata muncul lagi pedagang tersebut dan jumlahnya bahkan sudah puluhan. "Mulai sekarang seluruh pedagang ditertibkan, didata satu persatu-satu," pinta Mahyeldi.

Selain itu, Mahyeldi juga mendapati bentangan kabel listrik yang diarahkan dari rumah penduduk ke tenda atau pondok pedagang yang berjualan di sepanjang pantai Muaro Lasak. Para pedagang memanfaatkan bambu ataupun kayu, untuk menyangga kabel listrik yang membentang dari seberang jalan.

Melihat itu, Wako lantas menelpon langsung pimpinan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Padang dan memerintahkan untuk segera menangani hal tersebut. (rel)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Padang lainnya