Ini Kesan Irwan Prayitno tentang Jam Gadang Pascadirevitalisasi

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 13-04-2019 | 17:20 WIB | 197 klik | Kota Bukittinggi
<p>Ini Kesan Irwan Prayitno tentang Jam Gadang Pascadirevitalisasi<p>Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno berdialog santai dengan warga yang tengah berkunjung ke kawasan pedistrian Jam Gadang, Sabtu (13/4/2019). (humas)

VALORAnews - Energi eksotik tarian air mancur yang disertai kerlap kerlip lampu berwarna warni di Jam Gadang, menjadi daya tarik yang indah dan menarik bagi wisatawan yang datang ke Bukittinggi. Hal ini tentunya menjadi ikon wisata yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat khususnya warga Kota Bukittinggi.

Hal ini diungkap Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno saat berkunjung meninjau ikon wisata Jam Gadang Bukittinggi, Sabtu (13/4/2019).

Irwan Prayitno menikmati eksostiknya Jam Gadang dengan berjalan kaki menikmati sejuknya suasana Bukittinggi sebagai kota kelahiran Proklamator Republik Indonesia Bung Hatta.


Irwan pun juga tak bisa menyembunyikan kekagumannya atas peninggalan Hindia-Belanda, dengan sambil berfoto-foto mengabadikan keindahan yang dilatar belakangi Jam gadang.

"Jam Gadang merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah bangsa yang tidak bisa dilupakan. Pembangunan Jam gadang ini dibangun arsitek asli Minangkabau, Jazid Rajo Mangkuto Sutan Gigi Ameh yang secara resmi selesai pada 1926 dengan menghabiskan dana mencapai 3.000 Gulden," kata Irwan Prayitno.

Irwan mengatakan, sejarah mencatat Jam Gadang ini merupakan hadiah dari Ratu Wilhelmina dari Belanda untuk sekretaris (controleur) Kota Bukittinggi (Fort de Kock) yang menjabat saat itu yakni HR Rookmaaker.

"Jam gadang merupakan ikon Kota Bukittinggi, apabila wisatawan ingin berkunjung ke Sumatera Barat pasti menanyakan lokasi Jam Gadang. Memang, landmark ini sangat terkenal di mancanegara," ulasnya.

Irwan Prayitno menyampaikan, Jam Gadang disebut-sebut sebagai kembarannya Big Ben di Inggris, karena kedua jam tersebut sama-sama dibuat oleh Vortmann Relinghausen dari Jerman. Barang langka ini hanya diproduksi dua unit saja.

"Ada yang unik pada Jam Gadang ini yaitu pada angka empat huruf romawi yaitu IIII bukan IV, hal ini menjadi alasan kenapa wisatawan harus memilih Bukittinggi sebagai destinasi wisata," ucapnya.

Selain itu, Irwan Prayitno juga mengapresiasi pemko Bukittinggi yang telah melakukan pelestrian lokasi Jam Gadang direvitalisasi habis-habisan yang saat lebih asik dan cantik ditengah kota Bukittinggi ini.

"Jam Gadang ini tentunya akan menjadi lokasi tujuan kunjungan jika disetiap liburan akan masyarakat akan menyaksikan langsung keberadaan air mancur menari yang warna-warni dan juga air terjun bertingkat yang cukup indah di taman pelestrian Jam gadang," ungkapnya

Dia berharap, Bukittinggi yang dikatakan surganya oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung, banyaknya mendapatkan banyak cenderamata, sebab, Bukittinggi punya banyak pasar tempat menjual cenderamata.

"Setiap wisatawan yang berkunjungan sebelum menikmati kuliner dan membawa oleh-oleh Bukittinggi tentu belumlah sempurna, karena itu jangan malu-malu berbelanja di Bukittinggi menikmati kesejukan, keindahan alam serta lezatnya dan nikmatnya kuliner yang ada di sini," ajaknya.

Irwan berpesan, semua eleman masyarakat khusunya Bukittinggi termasuk pengunjung, menjaga ikon Jam Gadang ini mulai dari keindahan, keamanan dan kebersihan serta juga memberikan rasa aman, dan nyaman bagi setiap pengunjung.

"Ayo kunjungi wisata Sumatera Barat alamnya yang indah, kulinernya yang lezat dan budaya masyarakat Islami yang bersahabat," ajak Irwan Prayitno. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Bukittinggi lainnya