Analisis SBLF

Emma, MMY dan Leonardy Kunci 3 Kursi DPD RI, Empat Nama Perebutkan Kursi Keempat

AI Mangindo Kayo | Jumat, 19-04-2019 | 23:46 WIB | 6682 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Emma, MMY dan Leonardy Kunci 3 Kursi DPD RI, Empat Nama Perebutkan Kursi Keempat<p>Anggota DPRD Sumbar tiga periode, Muslim M Yatim. (istimewa)

VALORAnews - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI hasil Pemilu 2019 dari daerah pemilihan Provinsi Sumbar, berpotensi kembali bakal diisi dua petahana, Emma Yohana dan Leonardy Harmainy.

"Emma Yohanna tampaknya akan jadi peraih suara tertinggi, sekitar 17,85 persen. Sedangkan Leonardy Harmainy diprediksi akan meraih 8,94 persen suara pemilih," ungkap Direktur Eksekutif Sumatera Barat Leadership Forum (SBLF), Edo Andrefson, Jumat (19/4/2019).

Ikut bertarungnya anggota DPRD Sumbar tiga periode, Muslim M Yatim (MMY) jadi calon anggota DPD RI pada Pemilu 2019 ini, dinilai Edo, mampu mencuri simpati masyarakat Minang. Data yang dihimpun tim pemenangan MMY, terang Edo, perolehan suaranya mencapai angka 11,91 persen.


"MMY berpotensi jadi peraih suara terbanyak kedua di Sumbar. Ini tak lepas dari kerja keras MMY yang mengunjungi lebih dari 1.500 titik di Sumbar, sejak berniat maju sebagai calon DPD RI pada pemilu 2019 ini," ungkap Edo yang juga Korwil Sumbar-Jambi Poltracking Indonesia.

Pada pemilu 2014 lalu, anggota DPD RI dari daerah pemilihan Sumbar yakni Irman Gusman, Emma Yohana, Jefri Geovanie dan Novi Candra. Karena tersangkut persoalan hukum, Irman Gusman akhirnya diberhentikan sebagai anggota DPD RI periode 2014-2019. Posisinya kemudian digantikan politisi senior di Sumbar, Leonardy Harmainy.

Pada masa pendaftaran calon anggota DPD RI pada Pemilu 2019 ini, Jefrie Geovanie dan Novi Candra menyatakan tak ikut lagi bertarung memperebutkan suara rakyat, untuk jadi 'senator' asal Sumbar di senayan (lokasi kantor DPD RI di Jakarta-red).

Jefrie kemudian diketahui jadi Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Sementara, Nofi Candra dalam berbagai kesempatan menyatakan, akan fokus mengurus bisnisnya yang terbengkalai selama jadi anggota DPD RI. Namun, banyak pihak memperkirakan, Nofi tengah mengatur langkah untuk jadi calon bupati Solok pada pemilihan kepala daerah pada 2020 nanti.

Untuk kursi keempat, menurut Edo, bakal diperebutkan secara ketat oleh sedikitnya empat orang calon. Mereka yakni Alirman Sori, Desra Ediwan Anantanur, Nurkhalis dan Mulyadi Afmar. "Perolehan suara keempat figur ini sangat ketat di angka 6 sampai 7 persen. Keempat tokoh ini memiliki basis massa yang jelas," tukas Edo.

Alirman Sori diketahui merupakan anggota DPD RI periode 2009-2014. Sebelumnya dia merupakan Ketua DPRD Pessel periode 2004-2009. Sementara, Desra Ediwan Anantanur merupakan politisi senior Partai Golkar yang menjabat wakil bupati Solok dua periode, 2005-2015.

Sedangkan Nurkhalis dan Mulyadi Afmar merupakan dua orang calon DPD RI yang berasal dari daerah sama, Luak Limapuluah Koto. Keduanya juga telah terbukti memiliki rekam jejak memadai dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Nurkhalis selain merupakan aktivis kepemudaan di Sumbar, sekarang tengah berkhidmat sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Sumbar. Mengajak petani Sumbar untuk membudidayakan jagung dan aneka tanaman lainnya, telah dilakukan Nurkhalis ke seantero Sumatera Barat sejak beberapa tahun terakhir. Sementara, Mulyadi Afmar merupakan seorang usahawan sukses asal Limapuluh Kota. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya