Baznas Solsel Salurkan Zakat untuk Tiga Program

AI Mangindo Kayo | Minggu, 12-05-2019 | 17:39 WIB | 91 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Baznas Solsel Salurkan Zakat untuk Tiga Program<p>Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria memyerahkan secara simbolis zakat yang berasal dari Baznas kepada mustahik. (humas)

VALORAnews - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Solok Selatan (Solsel), mulai menyalurkan zakat untuk periode pertama yang dikumpulkan dari muzakki tahun ini. Zakat yang disalurkan ini untuk tiga program yaitu Solsel Peduli, Solsel Cerdas dan Solsel Sehat.

Zakat tersebut diserahkan Bupati Solsel, Muzni Zakaria, kepada mustahik di Kantor Baznas, Selasa (7/5/2019). Jumlahnya mencapai Rp239 juta. Penyaluran zakat yang dilakukan oleh Baznas daerah tersebut didasarkan pada fakir dan miskin.

"Zakat ini diberikan kepada para mustahiq yang benar-benar membutuhkan. Bagi mustahiq ini, agar zakat ini digunakan dengan hal-hal yang bermanfaat," kata Muzni.


Pemerintah daerah, terang dia, fokus membantu masyarakat yang kurang mampu melalui program Baznas. Tahun 2018 lalu, Baznas telah menghimpun dana zakat sebanyak Rp2,9 Miliar dan telah tersalurkan ke mustahiq sebanyak 3.255 orang sebesar Rp2,4 Miliar.

Menurutnya, dengan kondisi ekonomi masyarakat masih ada yang kesulitan, kehadiran Baznas sangat dinilai membantu mereka. Terlebih, penyalurannya oleh Baznas ini langsung menyentuh kesasarannya.

Sementara itu, Wakil Ketua Baznas Solsel, Suwandi Suib menyebutkan, zakat yang disalurkan kali ini merupakan tahap pertama tahun ini dan baru untuk periode Januari dan Februari 2019. Dalam waktu dekat pihaknya bakal segera menyalurkan zakat tahap kedua yaitu periode Maret-April.

Zakat tahap pertama, jelasnya, paling banyak disalurkan untuk program Solsel Cerdas yakni sebesar Rp104 juta dengan penerima 129 orang. Sementara, untuk program Solsel Sehat sebesar Rp77,5 juta dengan penerimanya 40 orang dan program Solsel Peduli sebesar Rp56 juta dengan 70 mustahiq.

"Bagi yang mampu, jika zakat dibayarkan maka beragam persoalan sosial di Solsel bakal cepat teratasi. Tiap tahun ini kami sosialisasikan. Namun, memang masih banyak orang-orang yang belum sadar berzakat. Padahal mereka mampu," katanya.

Perihal berzakat, tambahnya, selain berpedoman dari al Quran sebagai landasan hukum pertama, pemerintah juga telah mendorong dengan melahirkan berbagai regulasi. Seperti UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang pelaksanaan UU 23 tahun 2014.

Lalu ada Instruksi Presiden No 3 tahun 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat di Kementerian/Lembaga, Sekretariat Jenderal Lembaga Negara, Sekretariat Jenderal Komisi Negara, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah Melalui Badan Amil Zakat Nasional.

"Namun, kemauan menunaikan zakat ini tetap berpulang pada pribadi masing-masing. Berzakat merupakan kewaijban agama. Tidak ada paksaan dan pemerintah hanya memfasilitasi lewat regulasi yang dilahirkan," ujarnya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Solok Selatan lainnya