Ini Pesan Tausyiah Mahyeldi di Masjid Taqwa Muhammadiyah

AI Mangindo Kayo | Kamis, 16-05-2019 | 18:16 WIB | 113 klik | Kota Padang
<p>Ini Pesan Tausyiah Mahyeldi di Masjid Taqwa Muhammadiyah<p>Wako Padang, Mahyeldi memberikan tausyiah Ramadhan di Masjid Taqwa Muhammadiyah, Pasar Raya pada Rabu (15/5/2019) malam. (humas)

VALORAnews - Wali Kota Padang, H Mahyeldi menyampaikan pentingnya keberadaan pemuda dan memperhatikan generasi muda selaku calon pemimpin di masa datang. Apalagi jumlah pemuda atau yang berusia produktif di Indonesia diprediksi lebih banyak nanti seiring memasuki 'bonus demografi'.

Maka untuk itu, inilah potensi-potensi yang ada sekarang dan dihadirkan Allah Swt bagi bangsa ini menjelang 100 tahun kemerdekaan RI. Seolah-olah Allah Swt mengingatkan, hai bangsa Indonesia, ini kesempatan dan waktu yang tepat untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang besar, berdaulat dan mampu berbicara banyak di hadapan negara-negara lain di dunia ini.

Demikian disampaikan Mahyeldi dalam tausiah Ramadhan di Masjid Taqwa Muhammadiyah, Rabu (15/5/2019) malam.


Mahyeldi melanjutkan, dengan dihadirkannya lebih banyak para pemuda milenial atau berusia produktif di Indonesia nantinya, menurutnya berarti tinggal sekarang ini bagaimana membenahi dan membekali para generasi muda tersebut.

"Untuk itu maka kita bekali mereka (para pemuda) dengan meningkatkan keimanannya, ilmu pengetahuan serta semangat persatuan dan kesatuan bagi mereka. Karena dari segi keimanan memang bangsa Indonesia adalah bangsa yang bertuhan, sebagaimana ada di sila pertama Pancasila. Itu makanya, mendekatkan rakyat ini kepada tuhannya itu kewajiban Presiden RI sampai presiden rumah tangga termasuk pemerintah dan kita semua," jelasnya.

Kemudian, sambungnya, begitu juga yang harus ditanamkan bagi generasi muda adalah meningkatkan dan membekalkan ilmu pengetahuannya. Sebab, mencerdaskan kehidupan warga negara merupakan kewajiban pemerintah terhadap negara sesuai yang tertuang dalam Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

"Wajib bagi kita, apalagi pemerintah sudah mengeluarkan program wajib belajar 9 tahun. Itu makanya kepada camat dan lurah harus mencek ke lapangan bersama RT/RW dan tokoh masyarakat memastikan masih ada atau tidak anak-anak yang tak bersekolah," terangnya.

"Kalau orang tua yang dengan sengaja tidak menyekolahkan anak-anaknya maka perlu mereka dipanggil dan diberi peringatan," ujar Mahyeldi yang juga Ketua DPW Bela Negara Sumbar tersebut.

Ditambahkannya, kemudian yang ketiga yang harus ditanamkan bagi generasi muda yakni semangat persatuan dan kesatuan melalui rasa kekompakan dan kebersamaan.

"Ini wajib kita tanamkan bagi para generasi muda. Karena sejarah membuktikan negara ini merdeka karena semangat persatuan dan kesatuan seluruh rakyat Indonesia. Hal ini juga atas bersatu padunya pemuda melalui Sumpah Pemuda yang dilakukan lebih kurang 17 tahun kita bisa mengusir penjajah," tambahnya.

"Begitu juga kita dalam membangun bangsa dan negara ini, wajib semuanya menjaga dan merawat semangat persatuan. Anggota DPR/MPR, partai politik, pemerintah dan semua pihak wajib mencontohkan semangat persatuan dan kesatuan itu bagi generasi muda kita. Jangan kita yang membuat dan memunculkan perbedaan."

"Sebab, jika ada perbedaan itu hanya untuk dipahami bukan untuk dipertentangkan karena itulah Indonesia dengan kebhinekaannya. Alhamdulillah kita di Kota Padang yang heterogen dengan memiliki 18 etnis, memiliki semangat persatuan dan kesatuan yang sangat kuat," tandasnya. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Padang lainnya