Baznas Padang Bina Peternak Lele Kolam Terpal, Hendri Septa: Lapangan Kerja jadi Terbuka

AI Mangindo Kayo | Minggu, 26-05-2019 | 22:39 WIB | 55 klik | Kota Padang
<p>Baznas Padang Bina Peternak Lele Kolam Terpal, Hendri Septa: Lapangan Kerja jadi Terbuka<p>Wawako Padang, Hendri Arnis melakukan panen perdana Kelompok Usaha Lele Bioflok "Citra Pratama Saiyo" binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang di Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (24/5/2019). (humas)

VALORAnews - Wakil Wali Kota Padang, Hendri Septa melakukan panen perdana ikan lele milik Kelompok Usaha Lele Bioflok "Citra Pratama Saiyo" binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang, di Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (24/5/2019).

Hendri mengungkapkan, secara tidak langsung apa yang dilakukan kelompok usaha Lele Bioflok binaan Baznas Kota Padang ini, telah membantu meningkatkan roda perkonomian di Kota Padang. Di samping itu juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

"Atas nama Pemerintah Kota Padang mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Baznas Kota Padang dan semoga ini memberikan semangat kepada kaum ibu untuk menjadi pengusaha dalam membantu perekonomian keluarga," terangnya.


Hendri berharap, semoga usaha ternak Lele bisa menjadi cikal bakal motivasi bagi masyarakat bahwa hasil binaan Baznas Kota Padang berhasil memberdayakan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Baznas Padang, Epi Santoso mengatakan, budi daya ikan lele biasanya dilakukan ditempat yang luas dan memakan waktu yang lama. Namun kali ini, dengan menggunakan sistem teknologi bioflok atau kolam terpal, bisa dilakukan di perkarangan rumah.

"Kolam bioflok ini memiliki tinggi sekitar 1 meter, berdiamter 2,5 meter dan dapat menampung ikan menggunakan sistem debit air. Selain itu teknologi bioflok efektif dapat menghemat tempat, air dan juga makanan dari ikan tersebut," jelas Epi.

Dijelaskan, dengan menggunakan sistem debit air, satu kubik air diisi benih ukuran enam sampai tujuh cm. Total dari satu fiber bisa mencapai 4 kubik air dengan jumlah tampungan ikan sebanyak 3500 ekor.

"Jika budi daya ternak lele ini diolah dengan baik maka dalam satu kolom menghasilkan 350 kg Ikan lele dan jika dijual dapat memperoleh keuntungan sebesar Rp1 juta rupiah bersih dengan masa panen 3,5 bulan," ungkapnya.

Epi mengungkapkan, tahap awal budi daya ikan lele ini dibiayai sepenuhnya oleh Baznas, pembuatan kolom, pembibitan, pemberian pakan hingga nanti diolah menjadi rendang. Tahap kedua, dengan keuntungan yang diperoleh, masyarakat akan dibiarkan mengembangkan ternak lele namun pihak Baznas akan tetap mengawasi.

"Baznas akan membantu, bagaimana makanan hasil olahan ikan lele ini bisa diterima dari masyarakat dan toko oleh-oleh di Kota Padang. Sehingga Lele ini bisa menjadi salah satu icon kuliner Kota Padang," tutupnya. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Bisnis lainnya
Berita Kota Padang lainnya