Padang Siap Pertahankan Penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Wistara

AI Mangindo Kayo | Selasa, 09-07-2019 | 18:32 WIB | 170 klik | Kota Padang
<p>Padang Siap Pertahankan Penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Wistara<p>Sekda Padang, Amasrul memimpin rapat koordinasi yang digelar Forum Kota Sehat Kota Padang bersama unsur terkait di Gedung KNPI Sumbar, Selasa (9/7/2019). (humas)

VALORAnews - Kota Padang bertekad mempertahankan penghargaan Kota Sehat tingkat nasional kategori tertinggi "Swasti Saba Wistara" untuk yang kelima kalinya di tahun ini.

Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar Forum Kota Sehat Kota Padang bersama unsur terkait di Gedung KNPI Sumbar, Selasa (9/7/2019). Di kesempatan itu, juga tengah dilakukan penggalangan komitmen bersama mendukung stop buang air besar sembarangan (SBS) di seluruh wilayah Kota Padang yang ditandatangani sebanyak 11 camat se-Kota Padang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Padang, Amasrul sewaktu membuka kegiatan menyampaikan, dalam mempertahankan penghargaan kota sehat tertinggi tersebut, sangat diminta keseriusan Forum Kota Sehat Kota Padang bersama OPD terkait dan stakeholder lainnya untuk memantapkan kesiapan segala sesuatu yang berkaitan dengan 9 indikator penilaian.


"Terlebih, bagaimana kita semua dan juga masyarakat mempertahankan komitmen yang telah disepakati, dalam menjaga Kota Padang sebagai kota sehat, kehidupan sehat dan masyarakat yang sehat," ujarnya.

Amasrul menyebutkan, beberapa hal yang berkaitan dengan persyaratan penilaian yang harus dilakukan antara lain seperti melengkapi bahan-bahan yang harus disiapkan terkait dengan kawasan yang akan dinilai. Seperti kawasan pemukiman dan sarana prasarana umum, kawasan sarana lalu lintas dan pelayanan transportasi, kawasan industri dan perkantoran sehat, kawasan pariwisata sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri dan kehidupan sosial yang sehat.

"Sementara, kriteria wajib yang harus dipenuhi yakni menjadikan 100 persen penduduk Kota Padang harus akses stop buang air besar sembarangan atau jamban sehat. Ini indikator utama pada penilaian kali ini, maka untuk itu diharapkan tidak ada lagi masyarakat Kota Padang yang buang air besar di tempat terbuka seperti di sungai, kebun, pantai dan semak-semak," harapnya.

"Ini akan menjadi tahun kelima jika Padang mendapatkan lagi Swasti Saba Wistara di tahun ini. Semoga kita dapat meraihnya," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kota Sehat Kota Padang, Rukayah Anwar mengaku optimistis, Kota Padang bisa mendapatkan Swasti Saba Wistara Emas yang kelima kalinya di 2019 ini. Dimana penghargaan tertinggi kota sehat ini sudah empat kali diterima Kota Padang mulai 2007, 2013, 2015 dan terakhir 2017. Penilaiannya dilakukan setiap dua tahun di tahun ganjil.

"Melihat persiapan sejauh ini, kami optimistis menatap Swasti Saba Wistara kelima. Kita harapkan verifikasi dokumen yang sudah sampai ke tingkat pusat dapat berjalan lancar. Sehingga setelah itu barulah tim penilai dari pusat akan melakukan penilaian langsung ke Padang. Biasanya penghargaan ini akan diserahkan bertepatan peringatan Hari Kesehatan Nasional," kata Rukayah.

Dijelaskannya, untuk memperoleh penghargaan tersebut sesuai dengan persyaratan maka masyarakat Kota Padang harus akses sanitasi atau jamban layak. "Ini harus mencapai 100 persen sebelum waktu yang ditentukan dalam penilaian," sebutnya.

Adapun terkait upaya yang sudah dan akan dilakukan kata Rukayah, yaitu seperti upaya non fisik yakni dengan melakukan pemicuan kepada masyarakat yang belum akses jamban sehat untuk bisa akses, agar tetap ditindaklanjuti dan dilaksanakan oleh OPD terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota dan Bappeda.

"Untuk upaya fisik yang dilakukan yaitu berupa pembangunan sarana jamban sehat individu / Ipal Komunal oleh DPRKPP. Dimana pada 2019 ada 300 unit jamban dari dana DAK yang mesti ditindaklanjuti DPRKPP. Begitu juga kita sedang mengupayakan bantuan CsR, dimana tahun ini akan dibangun 296 unit jamban bantuan CsR BUMN di Sumbar," terangnya.

Dia menambahkan, upaya lainnya yang dilakukan yaitu menyikapi komitmen Wali Kota Padang. Komitmen ini sudah dibuat dan dikirimkan sebagai bahagian dari berkas penilaian kota sehat. Sehingga saat dilakukan verifikasi oleh tim penilai pusat, akan dibuktikan bagaimana realisasi dari komitmen tersebut.

"Sebagaimana komitmen pembina forum kota dan camat juga menjadi penguat dari komitmen wali kota sekaligus pelengkap adiministrasi untuk meraih penghargaan kota sehat tahun ini. Diharapkan, pembina forum kota sehat, OPD terkait, camat se-Kota Padang serta dibantu forum kecamatan sehat, lurah dan Pokja kelurahan sehat agar menentukan masalah stop buang air besar sembarangan ini."

"Untuk kondisi Kota Padang saat ini terdapat 92,44 persen sudah stop buang air besar sembarangan. Berarti tinggal 7,6 persen lagi yang harus diselesaikan dan diupayakan secara bersama-sama. Sehingga tercapailah 100 persen stop buang air besar sembarangan," paparnya diamini Sekretarisnya, Zulhardi Z Latif.(rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Padang lainnya