Kondisi Gedung PPLP Sumbar Memiriskan, Hidayat: Baiknya Pengelolaan Sistem BLUD

AI Mangindo Kayo | Senin, 08-07-2019 | 17:26 WIB | 159 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Kondisi Gedung PPLP Sumbar Memiriskan, Hidayat: Baiknya Pengelolaan Sistem BLUD<p>Ketua Komisi V DPRD Sumbar, Hidayat meninjau kondisi kamar atlet di salah satu asrama PPLP Sumbar di Padang, Sabtu (6/7/2019). (humas)

VALORAnews - Ketua Komisi V DPRD Sumbar, Hidayat menemukan kondisi asrama atlet di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumbar di kawasan Sungai Sapiah, Kecamatan Kuranji, Padang, dalam kondisi memprihatinkan. Selain itu, dia juga menilai, sarana pendukung untuk kebugaran atlet pelajar ini, juga sudah ketinggalan.

"Di tengah sarana prasarana pendukung yang seadanya ini, atlet pelajar kita tetap menorehkan prestasi membanggakan Ranah Minang. Kita juga mengapresiasi Dinas Pendidikan Sumbar melalui UPTD Kebakatan Olahraga (KBOR) yang masih bisa mengelola fasilitas ini, walaupun dengan anggaran yang terbatas," ujar Hidayat disela-sela tinjauan ke PPLP Sumbar, Sabtu (6/7/2019) lalu.

Kunjungan Hidayat ini disambut Kepala UPTD Kebakatan Olahraga (KBOR) Dispora Sumbar, Rafli Efendi serta sejumlah pelatih. Politisi Partai Gerindra Dapil Kota Padang ini juga menyempatkan diri, untuk berkeliling sejumlah asrama yang ada di komplek PPLP ini.


Saat meninjau salah satu asrama di bagian utara PPLP yang berada di Sungai Sapih, Kuranji, terlihat sebagian besar kamar sudah tidak memiliki jendela dan kamar mandi. Sehingga, penghuninya terpaksa menumpang mandi ke asrama sepakbola, di lokasi yang tak terlalu jauh dari situ. Asrama dengan delapan kamar ini, dihuni atlet balap sepeda, gulat dan lainnya.

Ketika melihat dari luar, cat gedung asrama ini tampak kusam. Tangga juga sudah tak layak lagi dilalui karena sudah miring. Mungkin akibat struktur tanah lahan gedung tersebut yang sebelumnya rawa-rawa. Meskipun begitu, kontruksi bangunan tersebut tampak masih berdiri seperti semula.

Kondisi di dalam gedung, tak kalah memiriskan. Lotengnya sudah rusak, beberapa daun pintu sudah tidak ada alias hilang. Daun jendela juga sudah kabur entah kemana. Nyaris di seluruh dinding asrama, kondisinya seperti tak tersentuh cat. Aroma kurang sedap yang menyeruak dari dalam asrama, makin menyempurnakan kesemrawutan gedung tersebut.

Ketika mengintip ke kamar atlet, kondisi tempat istirahat mereka tak kalah memiriskannya. Sebagian besar dipan tempat tidur yang terbuat dari besi, kondisinya rusak. Sehingga, para atlet terpaksa menggelar tikar dan kasur di lantai. Karena tidak ada daun jendela di kamar, mereka menutupnya dengan spanduk seadanya. Jika hujan, tempias membasahi kamar.

Di dalam kamar, juga tak dilengkapi dengan lemari sehingga tidak ada tempat menyimpan peralatan latihan pribadi maupun pakaian--yang akhirnya disimpan di dalam tas. Keberadaan asrama yang dibangun era tahun 80-an tersebut, kondisinya bisa dikatakan sangat jauh dari kata layak.

Kondisi fisik gedung yang awut-awutan, tentu akan berimbas pada kesehatan atlet. Mereka tidak akan mendapatkan istirahat yang nyaman, yang akhirnya akan mempengaruhi kebugaran para atlet untuk mengikuti rutinitas latihan harian mereka.

Jika bicara prestasi, atlet PPLP Sumbar cukup diperhitung di regional Sumatera maupun nasional. Misalnya di Kejurnas PPLP cabang gulat, kontingen Sumbar 10 kali menggondol juara umum. Belum lagi sepaktakraw dan cabang pencaksilat yang jadi cabor andalan Sumbar.

Kemudian, cabang sepakbola, Sumbar tidak bisa dipandang sebelah mata. Pemain PPLP Sumbar selalui menghiasi pemain skuad Timnas Indonesia. Baru-baru ini, Iqbal Kudu, yang menjadi pemain Timnas Indonesia U-16.

Sistem BLUD

Melihat kondisi fisik gedung yang memiriskan itu, Hidayat menyarankan, PPLP dikelola dengan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sehingga, pengelolaan jadi lebih fleksibel sekaligus tidak berbenturan dengan regulasi. Bahkan, tidak berbenturan dengan misi dari PPLP itu sendiri.

"Pemprov Jatim telah menerapkan sistem BLUD terhadap sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) mereka, sehingga SKPD terkait melalui satuan pendidikan (sekolah) lebih leluasa mengatur tanpa mengabaikan misi sekolah tersebut," ungkap Hidayat memberi contoh.

Latar belakang dijadikan BLUD, urai Hidayat, untuk peningkatan pelayanan dan efisiensi anggaran sesuai Permendagri No 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah.

BLUD juga merupakan Pola Pengelolaan Keuangan yang diterapkan pada SKPD atau Unit Kerja dengan diberikan fleksibilitas, yaitu berupa keleluasaan untuk menerapkan praktek-praktek bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya.

"Dengan BLUD, pembenahan PPLP dari sisi sarana pendukung latihan atlet serta sumber daya manusia (SDM)-nya jadi lebih luwes," terang Hidayat.

Hidayat juga meminta Dispora Sumbar selaku penanggungjawab pengelolaan sarana dan prasarana PPLP, proaktif untuk menjemput bola. "Apakah itu untuk mendapatkan suntikan dana dari APBD maupun dukungan dari APBN melalui Kemenpora RI," terangnya.

Sedangkan untuk kebersihan, Hidayat mengharapkan, anak-anak binaan berperan aktif untuk menjaganya. Karena, asrama ini merupakan tempat mereka tinggal juga selama menempuh pendidikan. "Kita harap, pelatih mereka masing-masing, agar mewanti-wanti soal kebersihan ini," tegasnya.

Kemudian, selaku ketua Komisi V DPRD Sumbar yang juga membidangi olahraga, akan mempelajari kebutuhan sarana dan prasarana PPLP Sumbar. Tentu, dengan lebih mengedepankan skala prioritas terlebih dulu.

Hidayat mengharapkan, anak-anak binaan yang digembleng di PPLP, digabungkan dengan konsep prestasi olahraga, prestasi akademis (sekolah) dan keimanan (Agama). Tentu, hal ini mendukung program pemerintah yang mewujudkan generasi muda yang berkarakter.

"Saat ini, karakter generasi muda kita sudah tergerus globalisasi. Tentunya, dengan PPLP melahirkan generasi berprestasi di sektor olahraga, berprestasi di sektor akademis kemudian dilengkapi dengan nilai agama. Sehingga, melahirkan generasi yang berkualitas yang memiliki karakter akhlakulkarimah," ujar Hidayat. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya