Peringatan Harganas 2019, Nasrul Abit: Tiada Hari Tanpa Keluarga

AI Mangindo Kayo | Kamis, 18-07-2019 | 17:36 WIB | 199 klik | Kota Padang Panjang
<p>Peringatan Harganas 2019, Nasrul Abit: Tiada Hari Tanpa Keluarga<p>Wagub Sumbar, Nasrul Abit memukul gong tanda diresmikannya peringatan Hari Keluarga Nasional XXVI di Sumatera Barat (Sumbar) yang digelar di lapangan GOR Khatib Sulaiman Bancah Laweh, Padangpanjang, Rabu (17/7/2019). (humas)

VALORAnews - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengajak para orangtua jangan terlalu larut dalam kesibukan pekerjaan. Usahakan bisa berkumpul dengan keluarga. Jangan sampai lupa dengan tanggung jawab terhadap anak.

Hal itu disampaikan Nasrul abit pada Peringatan Hari Keluarga Nasional XXVI di Sumatera Barat (Sumbar) yang digelar di lapangan GOR Khatib Sulaiman Bancah Laweh, Padangpanjang, Rabu (17/7/2019).

Hadir dalam acara ini, wali kota dan wakil wali Kota Padangpanjang, Nofrijal (Sekretaris Utama BKKBN), Syafruddin (Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Sumbar), BKKBN se-Sumbar dan para genre serta ratusan ibu-ibu PKK se Sumbar.


Dalam sambutannya, Nasrul Abit menyampaikan pepatah yang mengatakan 'Anak dipangku kamanakan dibimbiang.' Pepatah Minang ini berarti, arti seorang lelaki Minangkabau harus bertanggung jawab dan peduli kepada kemenakannya (anak dari saudara perempuannya), selain tanggung jawab terhadap anak sendiri.

"Ini bukan berarti kita lalu lepas tangan dan menyerahkan semua ini kepada mamak saja, tetapi orang tualah harus bertanggungjawab atas keluarganya," ungkap Nasrul Abit yang bergelar adaet Datuak Malintang Panai.

Nasrul Abit meminta semua orang tua, agar lebih banyak menyediakan waktu dengan keluarga. "Tiada hari tanpa keluarga, curahkan perhatian orangtua pada anaknya dan usahakan setiap hari harus ada momen kumpul dengan keluarga," harapnya.

Pentingnya berkumpul ini, menurut Nasrul Abit, tak lepas dari fenomena pecandu narkoba di Sumbar yang semakin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya penangkapan oleh pihak kepolisian terhadap menyelundup narkoba di Sumbar.

"Saat ini Sumbar sudah darurat narkoba, karena banyaknya penangkapan yang jumlah berkilo-kilo, sangat mengkhawatirkan bagi kita semua," kata Nasrul Abit.

"Mari bersama-sama membantu memberantas narkoba didaerah kita masing masing jangan hanya menitikberatkan pada pemerintah dan aparat karena kami terbatas. Apalagi, peredarannya terorganisasi dan tertutup," sambungnya.

Nasrul Abit mengajak masyarakat untuk tidak takut melapor kepada aparat penegak hukum setempat apabila menemukan hal-hal yang mencurigai adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitarnya, termasuk adanya perilaku sex menyimpang seperti LGBT.

Saat ini, lanjut Nasrul Abit, Sumbar sedang menghadapi tantangan perilaku lesbian gay biseksual dan transgender (LGBT) di Sumbar terbanyak se Indonesia, yang jumlahnya semakin meningkat. Angka LGBT di Sumbar hampir mencapai 25.000 orang.

Menurut dia, LGBT menjadi salah satu penyebab penularan penyakit HIV atau AIDS. "Belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit HIV dan AIDS. Jika sudah terkena, tinggal menunggu ajal," ujar Nasrul Abit.

Wakil Ketua TP-PKK Provinsi Sumbar, Hj Wartawati mengingatkan seluruh masyarakat Sumbar, akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun keutuhan dalam keluarga. "Keluarga akan selalu menghidupkan, memelihara dan memantapkan serta mengarahkan kekuatan tersebut sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi," terangnya. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Padang Panjang lainnya