Tambang Batu Bara Ombilin jadi Warisan Budaya Dunia, Wagub: Segera Benahi Infrastruktur Penunjang

AI Mangindo Kayo | Kamis, 18-07-2019 | 17:46 WIB | 206 klik | Kota Sawahlunto
<p>Tambang Batu Bara Ombilin jadi Warisan Budaya Dunia, Wagub: Segera Benahi Infrastruktur Penunjang<p>Wagub Sumbar, Nasrul Abit memasuki lobang tambang Mbah Suro yang jadi ikon wisata tambang Kota Sawahlunto, dalam kunjungan kerjanya, Rabu (17/7/2019). (humas)

VALORAnews - Peninggalan tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto resmi masuk ke dalam daftar warisan budaya dunia The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) dengan nama Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto.

"Dengan adanya penghargaan Unesco ini, Pemprov Sumbar memandang perlu dilakukannya pembenahan sarana dan prasarana pendukung seperti infrastruktur penunjang pariwisata, seperti jalan, hotel dan penginapan," ungkap Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit melakukan kunjungan ke Sawahlunto, Rabu (17/7/2019).

Penetapan tambang batu bara Ombilin sebagai warisan budaya dunia Unesco, pada 6 Juli 2019 lalu. Karenanya, seluruh pihak mesti mendukung persiapan Sawahlunto menjadi kota tujuan wisata, dengan memperbaiki termasuk transportasi perjalanan rel kereta api untuk pengangkutan batu bara yang menghubungkan enam kabupaten kota di Sumbar yaitu Padang, Padangpanjang, Kota Solok, Kabupaten Solok, Padangpariaman dan Tanahdatar.


Nasrul Abit beserta rombongan yang didampingi Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta, Zohirin Sayuti (Wawako) dan General Manager PT BA UPO, Nan Budiman meninjau museum Tambang Batubara Ombilin, peninggalan zaman Belanda yang memamerkan beberapa peralatan yang digunakan untuk menambang batu bara di Ombilin sejak ratusan tahun lalu, Museum Goedang Ransoem, terus dilanjutkan ke Kantor Unit Penambangan Ombilin dan memasuki Lubang Tambang Mbah Suro.

Dalam peninjauan sejumlah museum tersebut, Nasrul Abit berharap dengan adanya warisan budaya dunia di Sawahlunto, bisa mendongkrak pariwisata Sumbar. "Dampaknya tentu sangat besar, bisa meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah Sawahlunto, karena kita jadikan sebagai destinasi baru bagi wisata di Sumatera Barat," jelas Nasrul Abit.

Nasrul Abit menambahkan, Pemprov Sumbar akan segera mengkoordinasikan rapat pembahasan Badan Pengelola Ombilin dengan PT Bukit Asam, PT Kereta Api Indonesia, Pemko Sawahlunto dan enam kabupaten kota lain di Sumbar yang dilalui jalur rel kereta api pengangkut batu bara ke pelabuhan Teluk Bayur, Padang.

Pemprov Sumbar, terangnya, juga akan mengupayakan sejumlah ruas jalan di Sawahlunto, dapat ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasional.

"Jalan Sawahlunto yang statusnya jalan provinsi, untuk sementara dalam pembenahan kita, akan perbaiki, sudah ada dalam anggaran pemeliharaan kita," kata dia.

Namun, karena ini Sawahlunto statusnya sebagai warisan budaya dunia (world heritage) juga mewakili Indonesia, maka perlu usulan ke pusat agar naik status menjadi jalan nasional.

"Kalau disetujui kita bisa mengajukan usulan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan memperlebar ruas jalan, agar akses ke Sawahlunto lancar," sebut Nasrul Abit.

Sementara itu, Deri Asta bersyukur atas pencapaian Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto Warisan Budaya Dunia UNESCO, di mana lahan bekas tambang PT Bukit Asam Tbk kini telah mampu berubah menjadi lokasi wisata hingga mampu masuk menjadi Warisan Budaya Dunia UNESCO.

"Kami akan bekerjasama dengan kabupaten dan kota terkait antara Pemerintah Kota Sawahlunto dengan PT Bukit Asam selaku pengelola pertambangan Ombilin dapat berjalan baik dan terus ditingkatkan," ujarnya.

Selain itu, Sawahlunto yang paling siap baik secara dokumen, komitmen dan berbagai unsur yang harus ada di dalamnya, termasuk komitmen dari lima daerah lain di sekitar Sawahlunto yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan aktivitas kota industri batu bara masa lalu tersebut.

"Secara teknis kami sudah siap, namun tidak bisa bergerak sendiri untuk pengelolaan kota warisan budaya dunia ini, harus didukung Pemprov dan pemerintah pusat serta dukungan dari semua pihak," ungkap Deri Asta. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Sawahlunto lainnya