Solsel Bakal Lepaskan Status Daerah Tertinggal

AI Mangindo Kayo | Jumat, 26-07-2019 | 20:45 WIB | 329 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Solsel Bakal Lepaskan Status Daerah Tertinggal<p>Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria usai apel pagi bersama di halaman kantor bupati. (humas)

VALORAnews - Tahun 2019 ini Kabupaten Solok Selatan segera lepas dari status daerah ketertinggalan. Hal ini disampaikan Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria.

"Kita mendapatkan informasi bahwa Solok Selatan lepas dari status daerah tertinggal dan menunggu surat resmi berupa Surat Keputusan dari Mentri terkait," jelasnya.

Sebelumnya, dalam acara Rakor & Workshop Tematik II Rancangan RAN-PPDT Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021, pada awal bulan lalu di Padang. Direktur Perencanaan Identifikasi Daerah Tertinggal, Rafdinal, memaparkan bahwa Solsel di 2019 ini telah keluar dari predikat daerah tertinggal, dan secara resminya akan segera diterbitkan Keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.


"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini segera keluar surat resmi dari Mentri tersebut," ujar Muzni.

Hal ini sebutnya berkat kerja keras dan upaya berbagai pihak, termasuk dukungan masyarakat, sehingga dari berbagai indikator penilaian kita berhasil keluar dari status ketertinggalan, termasuk penilaian laporan keuangan yang terus membaik.

"Alhamdulillah, opini keuangan kita sudah keluar dari disclaimer dan telah memperoleh Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 3 tahun berturut-turut. Sekarang kita menunggu lepas dari status daerah tertinggal," jelasnya.

Muzni menyampaikan, pembangunan berbagai proyek strategis tetap dilanjutkan, baik pembangunan Masjid Agung, Kawasan Saribu Rumah Gadang, jalan Taluak Aia Putih - Simpang PB melalui Tandai, serta berbagai pembangunan lainnya.

"Pembangunan Masjid Agung sebagaimana cita-cita bersama tetap kita lanjutkan. Dana pembangunannya masih tersedia di kas daerah," ujarnya.

Ia menegaskan, kepemimpinan bisa saja berganti, namun pembangunan berbagai proyek strategis di Solok Selatan akan tetap dilanjutkan dan dikerjakan.

Untuk pembangunan Kawasan SRG, Muzni menjelaskan, dari informasi yang didapatkan bisa dikerjakan dalam tahun jamak, dan akan segera dimulai tahun ini menunggu penyelesaian akhir dokumen AMDAL yang sedang diproses. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Solok Selatan lainnya