Minantu Rang Agam

Mahyeldi Bahas Penerapan Teknologi AI dengan Dosen Boston University

AI Mangindo Kayo | Kamis, 08-08-2019 | 14:18 WIB | 88 klik | Kota Padang
<p>Mahyeldi Bahas Penerapan Teknologi AI dengan Dosen Boston University<p>Wako Padang, Mahyeldi foto bersama dengan Prof Derri Wijaya dan suaminya, Syahrial didampingi sejumlah pimpinan OPD Setdako Padang, usai beraudiensi terkait penerapan Artificial Intelligennce (AI) atau kecerdasan buatan di Kota Padang, Kamis pagi (8/8/2019) di ruang kerjanya, Balai Kota Padang. Prof Derri Wijaya merupakan dosen di Boston University, Amerika Serikat. (humas)

VALORAnews - Wali Kota Padang, Mahyeldi dikunjungi dosen Boston University, Amerika Serikat, Kamis pagi (8/8/2019) di ruang kerjanya, Balai Kota Padang. Dosen itu ialah Prof Derri Wijaya (39), yang merupakan warga negara Indonesia kelahiran Malang, Provinsi Jawa Timur.

Prof Derri merupakan lulusan Carnegie Mellon University di Pittsburgh, Amerika Serikat. Ia ahli di bidang Artificial Intelligennce (AI) atau kecerdasan buatan, machine Learning, Natural Languange Processing dan Predictive Analytics.

Dalam lawatannya ke Kota Padang ia didampingi suaminya, Syahrial yang merupakan warga asli Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).


Prof Derri pun menyampaikan maksud dan tujuan bertemu dengan wali kota Padang. Di antaranya untuk menyosialisakan teknologi AI yang saat ini telah digunakan beberapa negara maju di dunia. Teknologi AI telah berkembang pesat di Amerika Serikat, Rusia, Eropa, China, dan di negara-negara besar lainnya.

"Teknologi ini apabila diterapkan di Kota Padang diyakini akan mampu mempermudah kinerja Pemko Padang dalam hal mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. Seperti tindak kejahatan, prediksi wabah penyakit, memprediksi iklim dan cuaca, kondisi demografi dan bangunan, serta kejadian demam berdarah dan persebaran pergerakan masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut dosen perempuan itu mengatakan, teknologi AI ini juga merambah ke media sosial menggunakan Twitter yaitu membuat mesin menjawab pertanyaan. Masyarakat dapat menanyakan suatu hal kepada Twitter tentang handle pemerintah seperti ini; 'Kapan deadline pembayar PBB?. Lalu sistem secara otomatis (tanpa bantuan orang) menjawab dengan reply ke tweet penanya yaitu deadline pembayaran PBB nanti '10 Maret 2019'.

"Manfaat AI tersebut dapat dilakukan dengan cara menginput data masyarakat. Dengan adanya data tersebut, sistem melaporkan akan ada kejadian demam berdarah, tindak kejahatan sehingga dinas terkait bisa mengetahui dan memproteksi untuk memberikan peringatan demi melakukan pencegahan," jelasnya.

Dikesempatan itu, Mahyeldi pun menyampaikan atas nama Pemerintah Kota Padang sangat menyambut baik kehadiran Prof. Derri bersama suaminya yang bersedia berbagi ilmu penting dengan Pemko Padang.

Sebagaimana, keberadaan teknologi AI memang sangat dibutuhkan Kota Padang untuk mendeteksi berbagai tindak kejahatan, wabah penyakit dan serta mesin menjawab pertanyaan.

"Kota Padang kita akui termasuk daerah rawan banjir dan juga penyakit DBD yang selalu menjadi momok bagi masyarakat. Oleh sebab itu, dengan adanya dan diterapkannya teknologi ini nantinya kita harapkan akan dapat membantu kinerja Pemko Padang dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ada," tukasnya.

Mahyeldi berharap, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemko Padang dapat mengaplikasikan teknologi yang diusung Prof Derri nantinya. Terutama sekali bagi SKPD yang berkaitan informasi dan pelayanan terhadap masyarakat.

"Harapan kita, dengan adanya teknologi AI ini, cita-cita Kota Padang untuk menjadi Kota Internasional secara keseluruhan dapat terwujud," tutupnya.

Dikesempatan itu, Mahyeldi didampingi Asisten Administrasi, Didi Aryadi serta sejumlah pimpinan SKPD di lingkup Pemko Padang. Di akhir pertemuan atas nama Pemerintah Kota Padang, Mahyeldi memberikan cendera mata kepada Prof Derri Wijaya sebagai ungkapan terima kasih. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Kota Padang lainnya