Ini Langkah TPID Lakukan Pengendalian Inflasi di Sumbar

AI Mangindo Kayo | Selasa, 03-09-2019 | 19:35 WIB | 51 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Ini Langkah TPID Lakukan Pengendalian Inflasi di Sumbar<p>Kepala Perwakilan BI Sumbar yang juga Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi (TPID) Sumatera Barat, Wahyu Purnama A, pada kegiatan media briefing penyempurnaan kebijakan operasional SKNBI, beberap waktu lalu. (veby rikiyanto/valoranews)

VALORAnews - Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi (TPID) Sumatera Barat, Wahyu Purnama A mengatakan, TPID akan terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi tekanan inflasi ke depan.

"TPID Sumatera Barat telah melakukan High Level Meeting (HLM) pada 27 Agustus 2019 yang merupakan monitoring dan evaluasi realisasi inflasi Sumatera Barat selama semester I tahun 2019 serta memitigasi tekanan dan risiko inflasi ke depan," ungkap Wahyu dalam keterangan persnya, Selasa (3/9/2019).

Beberapa arahan dan tindak lanjut terkait antisipasi pengendalian inflasi daerah telah dirumuskan dalam pertemuan itu. Di antaranya, meningkatkan koordinasi antar daerah (Provinsi, Kabupaten dan Kota) dan OPD dalam pengendalian inflasi daerah.


"Peningkatan koordinasi diperlukan khususnya terkait pengembangan database produksi, termasuk kalender produksi dan pola tanam karena erat kaitanya dengan kebijakan yang akan diambil," terangnya.

Arahan lainnya, terang dia, optimalisasi peran Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang. Keberadaan TTIC perlu dioptimalkan dalam menjaga kecukupan pasokan komoditas pangan karena peran TTIC sebagai gudang penyimpanan sementara (buffer) pasokan pangan.

Saat ini TTIC Sumatera Barat sudah memiliki sarana dan prasarana dual Cool Storage yang dapat digunakan untuk penyimpanan daging dan sayuran. Ke depan, TTIC diharapkan dapat sebagai buffer pasokan komoditas strategis lain.

Selanjutnya, melakukan replikasi peran TTIC di kabupaten/kota. Fungsi dan peran dari TTIC Provinsi diupayakan untuk direplikasi di semua Kabupaten/Kota di Sumbar, terutama perannya dalam memastikan kecukupan pasokan melalui buffer stock dan memastikan kelancaran distribusi pangan kepada masyarakat.

Upaya ini dilakukan melalui penguatan peran TTIC di kab/kota dan juga kelembagaan petani (seperti gapoktan dan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat) di seluruh kab/kota di Sumbar.

Untuk mengantisipasi gangguan produksi pertanian (khususnya bahan pangan strategis) akibat kemarau, terang Wahyu, direkomendasikan agar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dinas TPHP) menyiapkan pompa dan sarana prasarana lainnya di daerah sentra produksi. Dengan demikian, pasokan air di daerah produksi tersebut dapat terjaga dan tidak mengalami gangguan.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pangan strategis, TPID akan berupaya untuk melakukan operasi pasar (khususnya beras, cabai merah dan bawang putih). Operasi pasar dilakukan oleh Bulog dan Dinas Pangan dalam hal terjadi kelangkaan dan ketidakwajaran harga di pasar. Selain itu, Dinas TPHP juga secara berkelanjutan melakukan tugasnya dalam menjaga produksi bahan pangan agar tetap sesuai target yang ditetapkan.

Selanjutnya, melakukan upaya jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap cabai merah segar dengan cara mengenalkan dan memproduksi produk pertanian olahan (cabai merah olahan). (vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya