Bidan Berperan Lepaskan Status Solsel dari Daerah Tertinggal

AI Mangindo Kayo | Rabu, 04-09-2019 | 18:44 WIB | 326 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Bidan Berperan Lepaskan Status Solsel dari Daerah Tertinggal<p>Asisten I Setdakab Solsel, Fidel Efendi didampingi Zigo Rolanda (pimpinan sementara DPRD Solsel) merayakan HUT ke-68 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Solok Selatan (Solsel), di aula kantor bupati, Rabu (4/9/2019). (humas)

VALORAnews - Asisten I Setdakab Solsel, Fidel Efendi mengungkapkan, salah satu indikator yang membuat Solok Selatan lepas dari status daerah tertinggal adalah menurunnya angka kematian ibu melahirkan dan anak. Hal itu, tidak lepas dari kontribusi seluruh bidan-bidan yang ada di Solok Selatan.

"Berkat usaha, kerja ikhlas bidan, usaha kita bersama dan seluruh stakholder, Kabupaten Solok Selatan bisa keluar dari status daerah tertinggal," ungkap Fidel saat membuka seminar sehari dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-68 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Solok Selatan (Solsel), di aula kantor bupati, Rabu (4/9/2019).

Acara tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Solsel, Kepala OPD, Ketua Pengurus Daerah IBI Sumatera Barat serta Anggota IBI se-Solsel.


Ia berharap, seminar sehari ini dapat menambah wawasan dan pengetahun seluruh bidan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai bidan.

"Ilmu yang kita dapat 10 atau 20 tahun yang lalu, harus terus di-update sehingga kita dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman," ungkapnya

Sementara itu, pimpinan sementara DPRD Solsel, Zigo Rolanda mengajak seluruh Bidan di Solok Selatan, untuk selalu santun dalam melayani pasien. Ia mengatakan, pemerintah hadir ditengah masyarakat untuk melayani, bukan sebaliknya.

Disamping itu, ia juga berpesan, agar anggota IBI selalu menambah pengetahuan dalam mempersiapkan diri menghadapi era globalisasi atau yang dikatakan revolusi industri 4.0.

Ia mengatakan, dengan revolusi industri 4.0 akan banyak muncul tenaga kerja baru dan akan banyak hilang tenaga kerja lama. "Untuk menghadapi ini, tentu kita perlu upgrade ilmu," ungkapnya.

Disamping itu, Pimpinan Daerah IBI Provinsi Sumtra Barat, Hj Saninar menyebutkan, berdasarkan UU No 4 Tahun 2019, bidan dituntut jadi bidan profesi, jika ingin membuka praktek kebidanan.

"Tidak boleh lagi melalukan praktek kebidanan, kalau tidak berpendidikan profesi. Ini yang nanti akan kita tunggu di 2026," ungkapnya.

Dikesempatan tersebut, ia juga berharap, tenaga bidan di Solok Selatan dapat diibantu dan difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan profesinya. Agar bidan ini tetap bisa membuka praktek.

Ketua IBI Solsel, Lora Ayahanda Putri menyebutkan, saat ini ada 378 bidan di Solok Selatan yang tersebar di 8 ranting, 7 kecamatan. Ada juga yang bertugas di Dinas DP2KB, PPPA, Dinas Kesehatan, RSUD, Puskesmas dan Bidan Desa.

Ia merincikan, Bidan PNS sebanyak 193 orang, Tenaga Kontrak Daerah sebanyak 109 orang dan tenaga sukarela sebanyak 76 orang.

Ia berharap, kedepan jika ada lowongan CPNS di Solok Selatan, bidan yang belum PNS bisa diprioritaskan untuk mengikuti tes tersebut. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Solok Selatan lainnya