BMKG: Partikel Pencemar Udara di Pekanbaru Kategori Berbahaya

AI Mangindo Kayo | Jumat, 13-09-2019 | 17:34 WIB | 95 klik | Nasional
<p>BMKG: Partikel Pencemar Udara di Pekanbaru Kategori Berbahaya<p>Info grafis sebaran titik panas di wilayan Indonesia yang dirilis BMKG, Jumat (13/9/2019).

VALORAnews - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat, untuk terus mewaspadai sebaran asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Indonesia khususnya Sumatera dan Kalimantan.

Berdasarkan hasil pemantauan citra Satelit Himawari-8 dan analisis Geohotspot BMKG, akumulasi jumlah titik panas 12 September 2019 yang dirilis 13 September 2019 dengan frekuensi >1, di wilayah Sumatera terpantau 1.231 titik, di Kalimantan terpantau 1.865 titik, di Semenanjung Malaysia 412 titik, serta di Serawak- Sabah 216 titik panas.

"Mulai pagi ini, terdeteksi asap ke Semenanjung Malaysia," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam siaran pers yang diterima Jumat (13/9/2019).


Dikatakan, hasil pemantauan kondisi kualitas udara wilayah Karhutla yang dilakukan BMKG, titik pemantauan partikel pencemar udara ukuran 10 mikron (PM10) di wilayah Pekanbaru, Sumatera, dalam kategori berbahaya yang menyentuh angka hingga mencapai 404,71 g/m3 pada pukul 12.00 WIB ini.

Sedangkan di wilayah Pontianak, Kalimantan Barat, dikategorikan dalam kondisi sedang dengan besaran konsentrasi 95,89 g/m3 pada saat yang sama.

Pada 13 September 2019, pukul 08.00 WIB, mulai terdeteksi adanya sebaran asap yang memasuki wilayah Semenanjung Malaysia dan wilayah Serawak. "Kondisi ini dimungkinkan, karena adanya angin yang bertiup dari arah tenggara menuju ke Barat Laut," terangnya.

"BMKG terus melakukan pemantauan sebaran asap setiap jam," tambah Dwikorita.

Kepedulian seluruh lapisan masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, terang dia, sangat diperlukan mengingat potensi terjadinya titik panas dan asap, masih dapat berlangsung hingga pertengahan Oktober, seiring dengan masih berlangsungnya periode musim kemarau di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan.

"Sejak Juli lalu hingga saat ini, BMKG terus memprediksi potensi kemudahan lahan terbakar, serta memonitor titik-titik panas dan sebaran asap," terangnya.

Hasil pantauan dan prediksi ini, terang Dwikorita, jadi dasar untuk melakukan pencegahan dan penanganan Karhutla di lapangan oleh BNPB, KLHK, dan Posko BPBD. "Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam yaitu melalui http://www.bmkg.go.id atau follow @infobmkg atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat," terangnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Rantau lainnya
Berita Nasional lainnya