Kabut Asap Makin Tebal, Kemenhub: Keselamatan Penumpang Penerbangan Lebih Utama

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 14-09-2019 | 19:39 WIB | 159 klik | Nasional
<p>Kabut Asap Makin Tebal, Kemenhub: Keselamatan Penumpang Penerbangan Lebih Utama<p>Ilustrasi.

VALORAnews - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengimbau seluruh stakeholder penerbangan, untuk tetap mengutamakan keselamatan bagi pengguna jasa transportasi udara. Hal ini menyikapi sebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di wilayah kalimantan dan Sumatera yang makin meluas.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti dalam siaran pers yang diterima, Ditjen Hubud selalu melakukan pemantauan dan terus berkoordinasi melalui Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU) terutama yang memiliki wilayah kerja di kalimantan dan sumatera dengan operator bandara, AirNav Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta pihak-pihak sehingga segera menindaklanjuti apabila sebaran asap menggangu operasional penerbangan.

"Kami meminta operator penerbangan terutama yang menutup pelayanan penerbangan ataupun terdampak delay akibat Karhutla, untuk sigap membantu mengomunikasikannya ke penumpang dan memberikan pelayanan sesuai aturan. Menutup layanan penerbangan demi keselamatan pengguna jasa transportasi udara," jelas Polana di Jakarta, Sabtu (14/9/2019).


Untuk itu, Polana meminta pengguna jasa transportasi udara agar dapat memahami kondisi saat ini. "Kami meminta kepada pengguna jasa transportasi udara untuk bersabar, karena keselamatan merupakan prioritas utama," tambah dia.

Sementara itu, pekatnya kabut asap akibat Karhutla, melumpuhkan operasional penerbangan di Bandar Udara Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur. Kepala Bandar Udara Kalimarau, Bambang Hartato mengatakan, setelah mendapatkan Note To Air Man (Notam) yang dikeluarkan AirNav Indonesia Nomor C8334/19 , dengan isi perubahan jarak pandang bandar udara, layanan penerbangan ditutup.

"Sampai hari ini, visibility (jarak pandang) 500 meter, sementara standar instrument aproach procedure (instrumen pendaratan) itu minimal, jarak pandangnya 3.500 meter," kata Bambang.

Awalnya, sejumlah maskapai menunggu kondisi cuaca membaik. Beberapa penerbangan seperti Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Express Air mengalami delay. "Kami sampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa transportasi udara, kami harap masyarakat bisa memaklumi kondisi ini," harapnya.

Kondisi saat ini, beberapa bandara operasional yang ditutup antara lain bandara Kalimarau Berau, bandara Juwata Tarakan, bandara APT Pranoto Samarinda dan bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Rantau lainnya
Berita Nasional lainnya