Bahan Bakar Pembangkit dari Bambu

Menteri Bapenas Resmikan Pembangkit Listrik Biomassa di Mentawai

AI Mangindo Kayo | Selasa, 17-09-2019 | 16:07 WIB | 92 klik | Kab. Mentawai
<p>Menteri Bapenas Resmikan Pembangkit Listrik Biomassa di Mentawai<p>Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bapppenas), Bambang Brodjonegoro menandatangani prasasti Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di tiga desa di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (17/9/2019). (humas)

VALORAnews - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bapppenas), Bambang Brodjonegoro meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di tiga desa di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (17/9/2019). Pembangkit listrik ini menggunakan bahan bakar bambu yang banyak terdapat di kabupaten yang berada di pesisir perairan Sumbar ini.

"PLTBm ini merupakan proyek hibah MCC Amerika Serikat yang dilaksanakan PT Charta Putra Indonesia (CPI). Pembangunan PLTBm ini sangat unik, karena menggunakan bambu sebagai bahan bakarnya. PLTBm pertama di Indonesia yang dilaksanakan PT CPI selama lima tahun," kata Bambang saat persmian pembangkit yang dipusatkan di Desa Saliguma, Pulau Siberut Tengah.

PLTBm ini dibangun di tiga desa di Mentawai yaitu Desa Saliguma dengan kapasitas 250 Kilo Watt Hour (KWh), Desa Madobag (300 KWh) dan Desa Matotonan (150 KWh). Untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Pulau Siberut ini, PT PLN berencana untuk melakukan interkoneksi PLTBm Madobag ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Meileppet. Kemudian, PLTBm Matotonan dengan PLTD Peipei.


"Pemkab Mentawai telah melakukan kerjasama dengan PLN melalui excess power," ujar Bambang pada peresmian yang dihadiri Wagub Sumbar, Nasrul Abit, Yudas Sabagalet (Bupati Mentawai), Forkopimda serta pihak terkait lainnya itu.

Ini merupakan pengembang pembangkit tenaga listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) PLTBm pertama di Provinsi Sumatera Barat. Kementerian PPN/Bapppenas juga akan terus mendorong pengembangan pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

Selain meningkatkan bauran energi, langkah itu diharapkan bisa mengurangi kebergantungan terhadap energi fosil. (Baca: PLTBm Bambu Beroperasi di Mentawai, Yudas: Desa Minus Listrik Masih Banyak)

Double Untung

Sementara itu, Nasrul Abit mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi penghargaan tinggi kepada Kementerian PPN yang telah hadir dan berkarya ditengah-tengah masyarakat Sumbar, khususnya di Kepulauan Mentawai.

"Dengan hadirnya PLTBm di Kepulauan Siberut, energi terbarukan bisa mengalirkan arus listrik di daerah terisolir. Daerah ini jadi terang sehingga bisa mencerdaskan pendidikan anak bangsa serta meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di Mentawai," kata Nasrul Abit.

Menurut dia, adanya PLTBm ini, akan membuat masyarakat setempat mendapatkan dua keuntungan yakni listrik dan penghasilan dari berjualan bambu untuk pembangkit listrik. "Energi terbarukan dengan menggunakan bambu itu merupakan yang pertama kalinya di Indonesia dan hal itu juga pertama kali bagi masyarakat yang belum teraliri listrik selama ini," terangnya.

"Dengan ada aliran listrik selama 12 jam, masyarakat Silaguma dapat keuntungan dua sekaligus yaitu dapat untuk dari penjualan bambu dan desa bisa terang dengan aliran PLTBm," ucapnya.

Keberadaan PLTBm ini, terang Nasrul, selain terbarukan juga menggunakan bambu yang kebetulan berasal dari masyarakat. Masyarakat menjual bambu yang mereka tanam ke pembangkit dengan harga Rp700 per kilogram.

"Mudah-mudahan dengan ada PLTBm ini, bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dan tidak ada lagi daerah tertinggal di Sumbar," tuturnya.

Nasrul Abit menambahkan, Proyek PLTBm Silaguma ini diharapkan jadi contoh konsep energi terbarukan berkelanjutan dan tidak ada lagi daerah 3T yaitu Terdepan, Terluar, dan Tertinggal di Sumbar. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Mentawai lainnya